Jumat, Maret 27, 2009

Oseng Nano Hana

Mumpung lagi musim nano hana...bunga nano di sini dan banyak dijual di supa supa, mencoba mengikuti masakan yang ditayangkan di TV beberapa waktu lalu. Nah, nano hana sendiri saya kurang tau kalau bahasa Indonesianya apa...?

Katanya sih sayuran ini baik untuk ibu2 yang habis melahirkan untuk membersihkan /mengeluarkan sisa2 darah dan juga berkhasiat untuk memperlancar ASI (kok mirip kayak daun katuk ya...). Rasanya sedikit pahit, tapi bikin ketagihan (itung2 bisa mengobati rasa kangen makan sayur/urap daun pepaya) selain itu bikinnya juga guampang dan cepat.

Oseng bunga nano ala dapur safa.... menurut resep TV sih...

Bahan :
2 ikat daun bunga nano, potong2 pendek
1 sdm minyak wijen
2 sdm wijen
1/2 biji bawang bombai, iris tipis
Kosho/merica secukupnya
garam dan gula secukupnya

Cara :
Panaskan minyak, tumis bawang bombai dalam api kecil hingga harum
Masukkan daun bunga nano, aduk pelan hingga berubah warna
Tambahkan merica, wijen, garam dan gula
Aduk hingga semua tercampur rata dan sayur tidak perlu sampai lunak,
Lebih enak kalau masih ada kriuk2nya.
Bisa juga ditambahkan udang/ayam

Sehabis makan ini badan serasa segar.

Ini bunga nano yang tumbuh di depan rumah, kita bisa petik daunnya yang masih muda dan bisa dijadikan sayur.

Alhamdulillah

Ayam Kodok

Bismillahirrokhmanirrokhim

Mencoba bikin sesuatu yang beda untuk hidangan makan keluarga kecil saya. Walaupun tidak pandai memasak, tidak salahnya saya mencoba membuat variasi hidangan buat suami dan anak2 tercinta. Percobaan pertama, punggung ayam agak gosong, kelamaan membakarnya. Rasanya boleh dicoba, mantab.

Ayam kodok ala kadarnya ala dapur safa

Ayam Kodok

Resep diambil dari berbagai macam sumber dengan sedikit modifikasi, menyesuaikan bahan yang ada.

Bahan utama : 1 ekor ayam utuh

Isi:

  • 500 gram daging ayam giling
  • 4 butir bawang putih goreng, haluskan
  • 1 butir bawang bombai goreng haluskan
  • 3 butir telur
  • 100 gram tepung panir
  • 2 sdm mentega
  • merica sesuai selera
  • sdt pala sesuai selera
  • garam dan gula secukupnya
Olesan :

1 sdm Margarin
1 sdm Saus tomat
1 sdm Kecap manis
Merica dan pala secukupnya

Saus:
1 btr Bawang bombay, iris2
2 sdm Margarin
Merica, garam, gula, kecap sesuai selera
4 sdm Saus tomat
200 cc Air
2 sdt Maizena, larutkan dengan sedikit air

Wortel, kentang, iris panjang, rebus
Brokoli, potong2 dan rebus

Cara memasaknya

Ayam Kodok:
Kuliti ayam, tinggalkan paha sayap dan pantatnya.
Campur semua bahan isian dan isikan pada kulit ayam. Tusuk2 kulit ayam.
Kukus selama 10 menit. Tusuk2 lagi dan kukus kembali 30 menit.Sisihkan air kukusannya untuk membuat sausnya.
Panggang dan oles dengan bahan olesan. Hingga bahan olesan habis.
Panggang hingga kecoklatan.

Setup Wortel:
Rebus wortel dan gula
Aduk wortel dengan margarin dan parsley.

Saus:
Tumis bawang bombay dengan margarin hingga layu.
Masukkan air kukusan ayam dan bahan saus yg lain kecuali maizena. Tunggu hingga mendidih.
Masukkan larutan maizena, aduk rata. Angkat

Siap disajikan
Tantangan terberat kali ini adalah saat menguliti ayam.... takut sobek...soalnya ayam yang di jual disini adanya ayam beku...(Ayam halal). Lain kali insyaallah mau coba lagi.

Alhamdulillah

Selasa, Maret 17, 2009

Puding Week NCC

Tiap hari lihatin pudingnya temen2 NCC yang cuantik2 dan pastinya uenak kok yo jadinya tergiur untuk ikutan bikin. Tergiurnya dah sejak awal laporan2 teman2, namun bikinnya baru sempat, sekalian buat bekal obento nya Safa di hoikuen.
Puding yang sederhana, dan bentuknya juga kalah jauh dari para pakar dan teman2 di NCC.
Malu .... ehehehehhe... pudingku biasa banget bentuknya....
Saya ikutin resep puding hitam putihnya bu Fat, suhu NCC.
hanya saja coklat saya gantikan dengan Maccha Latte (bubuk susu ocha/teh ijo).

Puding Maccha Latte




Puding 3 warna, 4 rasa. Susu Vanilla, Maccha latte dan Susu Coklat

Pudding hijau


Bahan:

1 bks agar-agar bubuk (7 gr)

500 ml susu segar

50 gr coklat bubuk african black
(saya pake 75 gram bubuk maccha latte)
2 btr kuning telur

200 gr gula pasir


Cara membuatnya
  • Cairkan maccha latte dengan sedikit air panas, sisihkan.
  • Kocok lepas kuning telur, sisihkan.
  • Masak susu, gula pasir, dan agar-agar sambil diaduk-aduk, hingga mendidih.
  • Masukkan coklat cair, aduk rata. Matikan api.
  • Ambil 2 sendok sayur adonan agar-agar, tuang kedalam kuning telur, aduk rata, lalu tuangkan kedalam adonan agar-agar kembali.
  • Didihkan sekali lagi, angkat. Tuang kedalam cetakan pudding berlekuk-lekuk. Bekukan.
  • Keluarkan dari cetakan, potong sesuai kelopak lekukan. Lalu pasang lagi kedalam cetakan dengan selingan kosong. Sisihkan.
Pudding Putih
Bahan:

1 bks agar-agar bubuk

500 ml susu segar

150 gr gula pasir

1 sdt vanilli


Cara membuat
:
  • Masak susu, gula pasir dan agar-agar hingga mendidih. Kecilkan api. Beri vanilli, aduk rata. Angkat.
  • Tuangkan pudding ini kedalam cetakan yang sudah berisi pudding hijau pada selingan yang kosong.
  • Bekukan.
bagian putih saya ambil kira2 3 sdm sayur dan kemudian saya beri coklat, untuk memenuhi ruang cetakan yang masih kosong.
Sebagian pudingnya buat dibawa ke sekolah Safa, dan obento sebanyak di bawah ini semuanya habis. Kata Safa, tadi 2 sahabatnya di sekolah di beri pudingnya.

Obentonya Safa, lengkap dengan pudingnya (saya cetak di cetakan es batu, ada motif bunga, love, bintang, bulan dan daun)



Kalau yang ini bagiannya si bungsu Rafif

Alhamdulillah, seneng ikutan memeriahkan event Puding Weeknya NCC dan juga seneng hasilnya bisa dinikmati anak2 tercinta.

Selasa, Maret 03, 2009

Cake Ketan Hitam dan Tiramisu

Alhamdulillah, modal bismillah dan nekat beberapa waktu lalu, mencoba tuk memberanikan diri menerima pesanan. Pesanan ini dari teman Jepangku. Berawal dari suatu hari dia pernah ngicip cake ketan hitam dan tiramisu yang pernah kubuat. Ini pertama kali dapat orderan kue, kalau dulu pernah sih, tapi diundang untuk bikin kue pisang molen dan nasi goreng untuk undangan 100 orang. Sedikit cemas, takut gagal juga bingung menentukan harga (akhirnya ) ALhamdulillah akhirnya bisa melewatinya.

Cake Ketan Hitam

Tiramisu

Untuk cake ketan hitamnya insyaallah sukses, begitupun dengan tiramisu. Dekorasinya tiramisu masih belum bisa bagus, masih bener2 minimalis, malu..... amatiran banget.

Alhamdulillah yang pesen seneng, katanya keluarganya juga seneng, terutama untuk cake ketan hitamnya yang baru pertama kali makan. Dia bilang lain waktu akan order lagi.

Ketan hitam disini susah banget didapat, dan kalaupun ada harganya mahal. 150 gram ketan hitam seharga kurang lebih 210 yen atau sekisar 26 ribu rupiah. Nah, untuk mendapatkan tepungnya kalau beruntung kadang2 dijual di A Coop, tapi lebih sering kosong, alhasil mesthi bikin tepung sendiri : D

Mudah2an ini menjadi awal yang baik dan akan ada lagi yang lain.
Alhamdulillah.

Selasa, Februari 24, 2009

Cah Ayam Brokoli

Bismillahhirrokhmanirrokhim

Bikin masakan yang guampang, sayur sekaligus lauk dah komplit jadi satu, selain gampang, waktunyapun juga singkat, gak sampe 15 menit semuanya sudah kelar.

Cah Ayam Brokoli


Resep by dapursafa

Bahan :
200 gram ayam tanpa tulang, potong kotak/sesuai selera, cuci bersih
200 gram brokoli, potong2, cuci bersih
3 siung bawang putih, memarkan
merica, garam secukupnya
1 sdt gula pasir
1 sdm minyak sayur

Panaskan minyak dalam api sedang, tumis bawang putih hingga harum
Masukkan ayam, aduk hingga berubah warna/matang
Masukkan merica, aduk rata
Masukkan brokoli
Tambahkan garam dan gula, aduk pelan
Segera angkat dan siap untuk dihidangkan
(lebih enak kalau atasnya ditaburi bawang goreng)

Gampang dan praktis. Siap untuk dimakan sama nasi yang masih hangat.
Selamat menikmati

ALhamdulillahirobbil 'alamin.

Rabu, Februari 18, 2009

Okonomiyaki (お好み焼き)

Bismillahirrokhmaanirrokhim

Beberapa waktu lalu, selesai kelas shodo di rumah Yookosan saya dan bu Endang diajarin bikin okonomiyaki. Okonomiyaki atau mudahnya japanese pizza atau martabak mi versi Indonesianya. Okonomiyaki terbuat dari tepung terigu (atau lebih affdolnya pake tepung khusus okonomiyaki, kalau disini banyak dijual, but must be carefull, kadang2 ada bahan terlarang) yang diencerkan dengan air hondashi ditambah dengan aneka sayuran, telur dan daging (aslinya sih daging babi, katanya dengan daging babi rasanya lebih mantab dan lebih enak). Saya pake daging sapi iris tipis. Dan biar lebih mantab bikinnya di hot plate, tapi kalau tidak ada pake frypan biasa.
Kali ini Okonomiyaki yang dibuat katanya sih ala hiroshima atau biasa disebut sebagai hiroshimayaki.
Suami cuma mendengar ocehan saya mengenai okonomiyaki, dan beliau minta saya bikinkan. Yup, besuknya saya dengan dibantu asisten tetap, Safa coba bikin okonomiyaki style Hiroshima ala Yookosan.
Dan ini hasilnya.


Bahan yang dibutuhkan :
120 gram terigu
1 potong yamaimo parut/kurleb 90-100 gram (sejenis umbi/singkong yang mengeluarkan lendir, bentuknya panjang)
175 cc air
1 sdm hondashi
2 lonjor sosis, iris memanjang
100 gram kol, iris tipis memanjang
100 gram kecambah segar, cuci bersih
3 butir telor
1 bungkus mi basah
daun bawang sesuai selera
isi/campuran bisa daging iris tipis, daging cincang, udang, udang kering, cumi (sesuai selera)

Pelengkap :
Saus okonomiyaki, (saya pake saos takoyaki, saos okonomiyaki disini kebanyakan ada sake, burandi nya)
Mayones
katsuobushi
nori bubuk
Cabe giling (optional... hanya jika kalau suka)

Cara membuat :
Encerkan tepung dengan air, dashi, dan yamaimo, aduk hingga tercampur rata
Masukkan 2 butir telor, aduk hingga tercampur rata.

Diatas api sedang, tuang sedikit minyak ke hot plate, bila sudah panas, tuang adonan diatas seperti membikin dadar...tetapi sedikit agak tebal
Bila bagian bawah dirasa cukup matang, balik secepatnya, kemudian diatasnya taburkan kol diatasnya, daging iris/daging cincang, kemudian kecambah, kemudian sosis
Sedikit sisihkan .... satu sisi hot plate digunakan untuk mendadar telur
Bila telur sudah matang taruh diatas sosis... (mudah2an bisa dimengerti)
Tumis mi basah dengan saos okonomiyaki (saya pake saos takoyaki), hingga tercampur rata dan matang.
Letakkan mi diatas telur, balik pelan2, tunggu hingga matang
Angkat dan tuang dalam piring besar, dengan posisi mi berada dibagian paling atas.
Segera olesi saos , beri taburan katsuobushi, nori dan mayonese
Segera sajikan disaat masih panas.
 それで できあがり。。。siap untuk disantap...
Bisa ditambahkan cabe bubuk bila suka.

Begitu matang, Safa teriak kegirangan dan gak sabar cepat maem. Alhamdulillah anak2 suka, dan bertambah satu lagi koleksi resep masakan ala Jepang.

Alhamdulillahirrobbil alamin

Selasa, Februari 03, 2009

Donat Kentang NCC
Baru pertama kali nyoba ikutan ngeramaikan even Donat Week NCC Uenaakkk.
Minggu kemaren bikin donat kentang sama Safa. Mumpung libur, Safa seneng banget.
Saya pake resep donat kentangnya Bu Fatmah.
Berhubung gak punya mixer kaya mixer teman2... uleninnya pake manual saja, banting sana banting sini, hehehehe sampe tangan pegel2 untuk menjadikannya kalis.
Saya haluskan kentang pake food prosesor. Membentuknyapun juga tidak pake cetakan, semua pake tangan.
Setelah adonan kalis waktu mendiamkanpun terlalu lama...hampir 2 jam... karena anakku yang kecil Rafif gak mau ditinggal, al hasil nemenin main dulu, hingga dia tenang.

Apa yg terjadi berikutnya ? adonanku meluber...jadi gedhe banget... lebih dari 2 kali mengembangnya, ringan banget, halus kaya kapas.
Mengikuti petunjuk selanjutnya, timbang adonan, bulatkan (nah, safa bantuin bikin bulatan2 ini) dan diamkan.... (nah waktu didiamkannyapun juga jadi dobel...terlalu lama....Rafif nangis... yah berhenti lagi sampe 1 jaman...
mulai lagi nyelesaikan kerjaan....lha kok gak habis2.
Jadinya buanyak sekali....

Donatnya empuk, sampe besuk pun masih tetep empuk, menul2

Menggorengnyapun saya juga pake minyak sayur biasa, makanya sedikit meresap minyak dan tidak bisa kering. Tidak apalah, yang penting rasanya.
Hasilnya seperti yang terlihat di gambar, bentuknya tak secantik bikinan teman2, gak apa2 bagiku.... Donat empuk, apalagi saat masih hangat. Sebagian donat saya goreng dan 5 biji saya coba saya oven. Sama enaknya, cuma yang digoreng minyaknya kentara sekali, sedangkan yang dioven kelihatan kaya kue.
Seperti biasa, begitu matang, langsung anak2 dengan lahab memakannya. Kalau sudah begitu, hilang deh rasa capek.Seneng lihat anak2 seneng memakannya.


Karena adonan jadi banyak sekali, sampe Safa nyeletuk ma...lainnya dibikin Pizza saja...
lha dalah...kok ada2 saja Safa ini adonan donat kok dibikin pizza. Kucoba kuturuti kemauan sulungku. Kuambil alas mikrowave, olesi mentega, beri adonan donat diatasnya dan kuberi toping seadanya, brokoli, sosis, jagung muda dan keju saja.

Pizza dengan roti adonan donat kentang (lamanya kurleb 5 jam setelah adonan didiamkan) ala Safa


Lumayan rasa pizzanya, aneh saja... saat dimaem rotinya sedikit lengket di gigi., mungkin karena kelamaan fermentasinya kali. Tapi tak apa.Sekedar pengalaman, gak ada salahnya mencoba.

Terima kasih bu Fatmah untuk ilmu dan resep2nya. Barokallah ...

Sabtu, Januari 31, 2009

Lumpia Basah

Bismillahhirokhmanirrokhim

Sore itu ngebet pingin banget maem lumpia, sayang gak bisa beli disini. Walaupun cuaca lagi dingin... kuinjakkan kaki juga ke dapur. Sehari sebelumnya sudah beli kulitnya. Akhirnya jadi juga camilan sore itu, lumayanlah untuk mengobati pinginnya makan lumpia.

Resepnya juga biasa, mudah, dan semua bahan tersedia disini.
Saat masih dikampung halaman, ibuku sering bikin lumpia basah ini, terutama saat hujan turun. EHm... jadi kangen sama ibu...

Bahan :
10 lembar kulit lumpia
250 gram ayam cincang atau udang cincang
3 siung bawang putih, haluskan
Merica bubuk dan garam secukupnya
2 lembar daun kol/kobis,iris tipis
Wortel sebiji, iris menyerupai batang korek api
2 lonjor daun bawang, iris tipis
Tambahkan sedikit saja gula

Tumis bawang hingga harum, masukkan ayam cincang aduk hingga berubah warna
Masukkan wortel, aduk rata, masukkan kobis, daun bawang, aduk rata
Tambahkan merica dan garam, gula aduk rata dan segera angkat.

Ambil satu lembar kulit, isi dengan sayuran yang telah matang, lipat dan lengketkan dengan putih telur. Lakukan hingga habis
Goreng dalam minyak, api sedang
Angkat setelah menguning kulitnya
Lebih enak dimakan saat masih hangat.
Safa lebih suka kalau atasnya diberi mayonese dan diberi cocolan sambel.
Kalau saya dan suami lebih seneng kalau diamem sama cabe hijau seger.
Gak sampe 30 menit ludes.

Alhamdulillah.

Selasa, Desember 30, 2008

Bebek Goreng Surabaya Ala Dapur Safa

Bismillahhirrokhmanirrokhim

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah buat semuanya, mudah2an semuanya bisa menjadi lebih baik dan lebih baik dari sebelumnya. Amin.
Huuu udara semakin hari semakin tidak bersahabat, dinginnnnnn banget, siang ini suhu dalam ruangan mencapai 6 derajat, mungkin di luar sudah kisaran 2-3 derajat. Dambo/pemanas tak ada hentinya, sekedar tuk menghangatkan badan ini. Menurut kabarnya tenki joho besuk sama lusa bertepatan dengan tahun baru Masehi Saga akan diguyur salju lagi. esssststs essststst dinginnya dah menusuk tulang nih. Biar anget, masuk dapur dulu yuk...


Beberapa hari lalu sempat bikin bebek goreng kegemaran kami . Jadi inget saat hamilnya Rafif, pingin banget maem bebek goreng, untungnya bisa makan setelah nitip teman yang pulang dari Indonesia, lega, terbayarkan saat itu. Ini juga tuk pertama kalinya saya ngolah bebek, sebelumnya gak pernah ada dan barusan kemaren waktu pesan daging halal di Kumamoto ternyata ada barang baru, bebek. Wah..... bagai pucuk dicinta, ulampun tiba....lari kegirangan. Laporan sama suami langsung deh kita pesen. Nostalgia jadul saat masih di Surabaya, kita selalu menyempatkan singgah di bebek goreng nya Cak Rosyid (depan swalayan Sakinah, Keputih, tepatnya depan gerbang kampus ITS dari arah Keputih) paling tidak seminggu sekali. Bebek gorengnya cak Rosyid jaman dulu tuh terkenal banget (bukan anak ITS kalau gak kenal bebeknya cak rosyid....candaan teman2 kos maupun kampus dulu), enakkkk, gurih dan sambelnya mantab banget... Kalau datang lewat jam 8 malam dijamin sudah gak kebagian bebeknya, antriannya yang bikin gak kuat... Makanan favorit ini selalu jadi pilihan kami saat itu.

Walaupun kali ini pertama saya bikin, tidak nyangka hasilnya ternyata rasanya bener2 nendang, gurih, kremes, gak ada bau amis dan bumbunya juga merasuk sampe kedalam. Resepnya saya ambil dari berbagai sumber dan saya gabung. Karena ada suatu bahan di sumber lain gak ada, di sumber lain ada dan yang menjadi ciri khasnya bebek surabaya itu biasanya dibumbui dengan sedikit santan. Sayang tidak ada daun kemanginya, kalau ada akan semakin lengkap hidangan bebek kali ini. Ehm... bikin saya ketagihan nih...

Bebek Goreng Surabaya Ala dapur Safa

Bahan : 1 ekor bebek, (2 kg), potong menjadi kurang lebih 10-12 bagian
Bumbu semua saya kira2, menurut ukuran lidah saya, jadi bisa disesuaikan dengan selera masing2.
Haluskan :
Bawang putih
Bawang merah/bawang bombai
Ketumbar
Kunyit
Jahe
Air jeruk nipis
Laos
Miri
Garam
1 kaleng Santan kental kurang lebih 450 ml

Daun jeruk
Serai


Bebek yang sudah dicuci bersih dan dipotong2 dicampur dengan semua bumbu-bumbu diatas dan biarkan meresap bumbunya. Diamkan kurang lebih 1 jam.
Rebus dengan api sedang, hingga bebek dirasa cukup matang
Tambahkan air jika perlu
Sisakan sedikit air dalam rebusan bebek tadi

Siapkan minyak panas dan goreng bebek hingga matang

Pelengkap :
Sambal Terasi dan juga lalapan daun kemangi (sayang disini tidak ada), ketimun, tomat atau apa sajalah yang bisa dijadikan lalapan. Bawang goreng.

Bumbu sambel terasi :
Bawang putih iris ditumis hingga harum, masukkan bawang merah, cabe, terasi, tomat, gula, garam. Uleg hingga semua bahan tercampur rata. Tuangi sedikit minyak panas bekas minyak gorengan bebek tadi.

Penyajiannya:
Ambil nasi secukupnya, tuangi dengan bumbu air rebusan bebek tadi, taburi dengan bawang goreng dan lengkapi dengan sambel terasi dan lalapan.

Enaknya dimakan saat masih hangat.
Alhamdulillah bisa sedikit mengobati rasa kangen akan bebek goreng, Dan seperti biasa sulungku Safa jadi lahab makannya, sampe nambah2. Suami sudah pasti nambah dan juga yang masak tak mau ketinggalan. Rafifpun mulai kucoba kenalkan bebek ini (Rafif kan sudah 1 tahun), ternyata semua suka.

Alhamdulillahhirobbil 'alamin

Rabu, Desember 17, 2008

Yang Tak Terlupakan

Bismillahirrokhmanirrokhim

Hal yang tidak mungkin dan tidak bisa kami lupakan. Beberapa waktu lalu dapat rejeki nomplok, kiriman bumbu2 juga oleh2 lain dari keluarga Pak Priyo. Beliau ini sudah sekitar 2.5 tahun tidak lagi tinggal di Saga, melainkan kembali ke tanah pengabdiannya di UGM. Setelah selesai masa studinya mulai dari Master hingga doktoralnya. Buanyak sekali kiriman bumbu2 jangkep dan juga oleh2 lainnya. Terima kasih tak terhingga buat keluarga Pak Priyo, bu Ida, Ahlam kun, Ohda kun juga Pak Alim yang telah membawakannya. Juga oleh2 pak Alim dari Jogja. Tepung ketan hitamnya sudah ludes kerupuknya, juga sambel dan pianya, terima kasih sekali. Jazakillah. Mudah2an ALLAH mengirimkan rejeki yang berlimpah buat keluarga Pak Priyo juga Pak ALim. AMin

Rejeki nomplok

Ini juga kesempatan buat saya tuk pertama kali bikin kue yang judulnya tuk walimahan pengantin. Bukan pesanan sih, hanya inisiatif suami. Dan sepertinya ini juga moment pertama ada walimahan di Saga (sebelumnya walaupun ada pengantin baru gak pernah ada walimahan ....ehehhee maaf2 jadi belum berpengalaman). Si pengantin sebelumnya bingung, mau mau bikin tumpeng, tapi karena sesuatu hal gak jadi. Hari sebelumnya suami dah pesen tuk bikinin sesuatu yang mungkin bisa dimaem rame2. Sempat bingung juga, akhirnya dengan kemampuan tenaga, dan waktu yang ada (maklum lagi punya anak kecil yang lagi seneng2nya "nggrusuhi/mengganggu" jadi yo bener2 serba kilat dan cepat pengerjaannya.
Saya bikinkan tiramisu. Bingung mau diapain....? gak ada coklat batangan di rumah... Yo wis...apapun yang ada kucoba ambil... Pake Butter cream. Menghias kue cuma butuh waktu 20 menit..ehehhehe...nekat...secara saya tidak ada pengalaman sama sekali dalam bidang hias menghias, apalagi saya juga belum pernah sekalipun ikut namanya kursus2 bikin kue/masak2. Semuanya saya belajar sendiri alias otodidak. Yo wis...pede saja, apapun hasilnya tetep jalan. hehehe... .hasilnya belum memuaskan, gak papa deh namanya juga masih belajar.

Tiramisu dan Agar2 pelangi buat Dhani dan Marisa

Dirumah gak sempat ngambil gambarnya, ini saya ambil saat di tempat acara, sambil curi2 gitu.... habis malu ada banyak orang.

Kalau yang dibawah ini makanan pada saat perayaan Sichi go san, semacam upacara perayaan untuk pertumbuhan anak2 usia 7, 5 dan 3 tahun. 7 dan 3 tahun untuk anak perempuan dan 5 tahun tuk yang anak laki2. Biasanya sih anak2 pada umuran gitu dipakein kimono sama orang tuanya. Selain dapat permen panjang (lupa gak kepoto nih) namanya chitoseame (permen seribu tahun) yang katanya bisa berupa doa supaya anak panjang umur dapat juga nih makanan dalam kotak ini.
ehm.... oishikatta.


Alhamdulillahirrobil 'alamin

Jumat, Desember 12, 2008

Mi Ayam aLa dapur safa

Bismillahirrokmanirrokhim

Dingin2 gini emang paling enak makan yang panas, hangat gitu. Minuman wajib dipagi dan malam hari kopi jahe (buat suami) dan juga wedang jahe buat kita semua. Ehm badan jadi anget, paling tidak bisa menghangatkan badan di musim dingin ini.


Akhir pekan lalu, pulang dari kampus suami bilang kalau rombongan dari Daichi apato (ITS ers) juga Edo mau kerumah.
ENaknya makan apa ya kata suami ? kalau harus maem udon, harus keluar, dingin2 gini males keluar malam2. Maem bakso kayaknya dah keseringan, gak bosen sih, cuma mau suasana lain saja. Tiba2 ingat sesuatu yang dulu sering saya makan sepulang dari Les Bahasa Inggris jaman SMA dulu. Ya, Mie Ayam langganan, di salah satu kios pasar di kotaku. Enak banget, kita biasanya maem disana rame2 sama teman2 se gank.
Tanpa pikir panjang, suami setuju dan ayam yang sudah kukeluarkan dari freser kupotong2 dan segera lari kedepan rumah (supa) beli mi basah. Lalu dengan segera browsing resep, dan kucoba bikin mie ayam ini.

Resep modifikasi dari berbagai macam sumber dan juga feeling

Bahan :
6 bungkus mi basah, rebus dan sisihkan
10 siung bawang putih (atau disesuaikan dengan besarnya bawang ya) , memarkan.
Bagi menjadi 2 bagian, 2/3 buat kuah, 1/3 buat ayam
2 dada ayam, potong kecil2
7 biji ceker ayam, buang kukunya, potong kecil2 (bagi 2, sebagian buat ayam, sebagian buat kuahnya)
Merica, garam secukupnya
5 tangkai daun bawang rajang halus (cuma ada 2 tangkai, selebihnya saya ganti dengan daun seledri)
6 sdm bawang goreng
1 bungkus (kira2 8 pohon) caisim, potong sesuai selera
kecap manis sesuai selera
Gula secukupnya
Minyak sayur dan minyak wijen

Adonan Ayam :
Tumis bawang putih dalam minyak sayur dan minyak wijen hingga harum
Masukkan ayam, aduk hingga berubah warna
Tambahkan kecap, merica aduk hingga tercampur rata
Tambahkan air kurleb 1 gelas
Aduk dan biarkan airnya menjadi berkurang/ hingga kental, tambahkan garam secukupnya
Angkat dan sisihkan

Kuah :
Tulang/Ceker ayam masukkan dalam kurleb 2.5 ml air didihkan
Masukkan bawang putih yang telah dihaluskan
Tambahkan merica, biarkan mendidih dan masukkan garam dan gula secukupnya
juga masukkan sedikit daun bawang
Masukkan 2 sdm bawang goreng

Rebus caisim sebentar saja, jangan sampai terlalu matang.

Adonan pangsit sudah ada pada postingan sebelumnya. Kali ini kebetulan saya bikin pangsit yang dalamnya campuran daging ayam dan udang.

Penyajian :


Letakkan mi diatas piring, kemudian ayam,
Tuang kuah panas2
Taburi bawang goreng dan juga daun bawang (saya pake seledri, karena daun bawangnya habis)
Sebagai pelengkap beri pangsit dan bakso
Cocok dimakan sama sambel pedas A** atau pake lombok ijo segar.

AKhirnya bisa juga bikin mie ayam, nambah lagi koleksi masakanku.
ALhamdulillah mereka semua pada suka

Alhamdulillahirobbil alamin

Kamis, Desember 04, 2008

Onde-Onde Ketawa Ketiwi Ngakak

Bismillahirrokmanirrokhim

Cemilan ini cocok menemani waktu belajar suami, juga cocok sebagai teman minum kopi jahe/teh jahe anget dimusim dingin ini. Bikinnya juga ternyata gampang, sebagai pemula dalam bidang perdapuran seperti saya ini sekali bikin saja langsung jadi, berarti semuanya pasti bisa.

Onde2 dari mama mertua, kubawa sebagai oleh2 kerumahnya Yoko san. Bertepatan dengan kelas Sodo juga, jadi banyak penyicip disana. Ada 5 teman dikelas sodo kesemuanya nihon jin dan bu Endang. Ternyata mereka pada suka dan seneng banget melihat penampilan si onde2 ini, bahkan mereka ingin diajari cara membuatnya. Katanya sih seperti makan di mister donat, oishii oishii... sambil bolak balik memasukkan si onde2 ke dalam mulut mereka hehehehe... terlalu berlebihan. Satu yang membuat mereka tertarik adalah adanya wijen yang menyelimuti seluruh kulit si onde2 ini. Sukurikatta wa... doyatte... osiete osiete...bikinnya gimana, ajari ya ?

Karena penasaran juga, sampe rumah telpon Ibu dan menanyakan resep onde2 tersebut dan dengan modal nekat juga bikin, jadilah seperti ini.

Onde-onde ketawa (ala dapur safa)

Bahan :

500 gram terigu
50 gram mentega
4 telur ayam utuh (kalau ingin hasil yang lebih kriuk2, gunakan 4 butir putih telur dan 3 butir kunging telur)
225 gram gula pasir
2 sdt baking powder
Goma/Wijen putih dan hitam secukupnya
Air matang setengah cawan
Minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara :
Mentega dan gula kocok hingga bener2 larut.
Kemudian masukkan telur satu persatu sambil dikocok hingga kental.
Masukkan terigu yang sudah dicampur dengan baking powder, aduk rata.
Sedikit banting2 hingga kalis, diamkan kurleb 10-15 menit. (langsung juga bisa, tapi akan bagus hasilnya kalau adonan didiamkan sejenak)
Pulung sedikit adonan, bulatkan, kira2 sebesar kelereng, lakukan hingga adonan habis.
Bagi menjadi dua bagian, satu bagian bisa dilumuri goma putih dan satunya untuk goma hitam.
Setiap butir celup dalam air matang, lalu gulingkan dalam wijen hingga rata
Lakukan hingga adonan habis
Goreng dalam minyak panas, dalam api yang kecil, biar matangnya merata hingga dalam
Bila sudah menguning segera angkat dan tiriskan
Biarkan dingin, masukkan toples, tutup rapat.
Bisa bertahan hingga 1-2 mingguan (kata ibu sih malah bisa sampai 1-2 bulanan, asal menggorengnya tepat dan kering betul, dalam artian minyak sudah bener2 kering).

Nah, onde2 ini kubuat saat jagoan kecilku tidur pulas, begitu bangun semuanya sudah selesai. Langsung deh dicomot, masuk mulutnya.
Saat suami pulang, tentunya sebagai penikmat setia masakanku langsung komentar "oishii" katanya bener2 enak, dan dah sama persis sama oleh2 dari mama. Renyah, empuk dan gurih. Enak di lidah, pas di mulut katanya. Yokatta ne... akhirnya bisa juga bikin onde2 ketawa.

Ternyata semuanya bisa menjadi mudah, asal kita mau mencoba.

Alhamdulillahirrobbil alamin

Senin, Desember 01, 2008

Tempe Mendoan

Assalamu alaikum wr wb.

Gak terasa dah 2 bulan lebih gak ngisi koleksi hasil masakan ala dapursafa. Ehm... kangen banget.. selama ini kita masih asyik ngabisin bekal yang kami bawa dari Indonesia waktu mudik lebaran. Ada banyak sekali makanan yang kami bawa hehehehe.... ada beberapa makanan kering yang bisa kami jadikan lauk, seperti abon sapi, serundeng manis solo, kering tempe, beberapa ikan asin, kerecek (kulit sapi kering), berbagai macam kerupuk khas Indonesia, beberapa makanan laut kering yang masa kadaluwarsanya rata2 tak lebih dari 4 bulan. Lumayan, hampir dua koper berisi amunisi yang bisa mengobati kangen akan makanan Indonesia.Jadi tinggal masak sayurnya doank. Yah...dinikmati dulu lah. Juga sedikit bisa ngirit, hehehe... itung2 bisa ganti sebagian ongkos mudik yang lumayan menguras tabungan (kekekkeke... hitungan bener sih ibu ini...). Bener kan mas...? joudan bakari...heheheee.
Jelaslah, sekali mendayung 2, 3 pulau terlampau, sekali jalan bawa semua keperluan yang dibutuhkan.
Hehehhee.. kok jadi ngelantur nih ceritanya.

Yo wis lah. Mau melanjutkan perjalanan posting, mumpung anak2 pada asyik bermain berdua.
Ada resep baru yang telah saya coba dan hasilnya ehm... bikin nambah dan gak mau berhenti (suami dan Safa lho)....

Tempe Mendoan

Resep by ibu Budi (Juru masak Istana)

Menurut cerita ini tempe kesukaan bapak Presiden RI, Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono.


Bahan :
200 gram tempe, iris tipis
4 butir telur kampung ( saya pakai telur biasa)
7 siung bawang putih kecil (saya pake 4, ukuran sedang)
1 sdm ketumbar
Garam secukupnya
Kunyit, miri secukupnya
1 batang daun bawang, iris tipis
100 gram tepung beras

Cara:
Haluskan bawang putih, ketumbar, kunyit dan rendam tempe didalamnya, kurleb 15 menit
Campur tepung beras, miri yang sudah dihaluskan, 1 siung bawang putih yg telah dihaluskan, telur, garam dan daun bawang.Aduk pelan hingga rata.
Celup tempe dalam adonan, biarkan sejenak
Goreng tempe ke dalam minyak panas.
Balik bila sudah kuning kecoklatan.
Angkat dan tiriskan
Sajikan saat masih hangat.
Bisa dimakan begitu saja dengan cabe hijau, bisa juga sebagai lauk dengan nasi hangat.

Selamat menikmati


Wassalamu alaikum wr wb

Jumat, September 26, 2008

Terima kasih, Mohon Maaf dan juga Mohon Pamit

Assalamu alaikum warahmarullahi wabarokatuh
Teman2 semuanya tak terasa puasa sudah berada di ujung ramadhan.
Mudah2an semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan kali ini diterima, diampuni dosa2 kita dan juga kita mendapatkan berkah dan magfirahnya.Amin.

Perkenankan saya orang di balik dapur safa, untuk mengucapkan beribu terima kasih kepada teman2 atas semuanya tentang ilmu perdapuran (ehhehehe..pake istilah apa ya...binun nih...) Pokoknya yang telah dengan rela hati, baik hati dan tidak sombong berbagi ilmu dengan saya. Thanks banget ya... Dimulai dari saya benar2 nol, yang hanya bisa rebus air sama ceplok telur hingga sekarang dah mulai bisa bikin kue. Terutama sekali pada almarhum bunda inong (dapur bunda) walaupun secara pribadi belum pernah ketemuan, namun dari sanalah awal say angintip resep2nya. Ibu yang luar biasa, mudah2an segala amalannya menjadi amalan jariyah yang bisa melapangkan jalannya. Khusus tuk teh Inong, terima kasih dan teriring doa, kukirimkan AL fatihah buatmu. Zidan dan Syifa berbahagialah kalian mempunyai ibu yang luar biasa, mudah2an kelak engkau bisa menjadi anak yang hebat seperti ayah bundamu juga. AMin.

Terus mau pamitan juga nih, insyaallah dapur safa mau off dulu hingga waktu yang belum ditentukan hehehehhe.... Mau mudik dari tanggal 27 September hingga 18 Oktober.
Doakan ya biar perjalanan lancar hingga kami sekeluarga balik lagi kesini.

Taqoballohu mina waminkum taqobal ya karim.
Minal Aidzin wal faidzin, mohon maaf atas segala salah dan khilaf
Selamat merayakan hari kemenangan, Idul Fitri 1429 H

Wassalamu alaikum wr wb.

Anisa

NB: Silahkan tinggalkan pesan jika ada suatu hal yang dianggap penting

Jumat, September 12, 2008

Selamat menjalankan ibadah puasa buat teman2 semua yang lagi menunaikan ibadah saum Ramadhan. Mudah2an puasa, amalan dan ibadah kita di bulan yang penuh barokah ini diterima ALLAH SWT dan semua dosa dan kesalahan kita diampuni ALLAH SWT. AMIN amin amin allohuma amin.

Sekedar sedikit catatan yang sempat kupraktikkan, kue sederhana yang bisa menghibur hati putri mungilku. Ya hanya sebuah pan cake, bias membuatnya tersenyum lebar dan hatinya senang. Masakan yang dibuat dengan bumbu dan resep kasih sayang akan menghasilkan masakan yang nikmat dan lezat. Apalagi kalau ditaburi bumbu cinta ...ehm mantaf...

Pan Cake


Yah begini nih kalau lagi males lama2 di dapur, maklum dapurnya masih panas... akibat dari musim panas yang berkepanjangan. Siapa bilang juga saya rajin ke dapur ? Gak salah emang tiap hari kudu ke dapur, demi perut agar tidak protes dan keroncongan. lah cuma pas lagi mut dan suasana hati mendukung, kalau gak anak dan suami pasti akan terlantar atau cukup makan sama ceplok telur atau dadar telur saja.
Nah kalau lagi males bikin kue saya biasa bikin pan cake yang praktis dan gampang ini.

Bahan :
200 gram tepung hot cake (kalau pas gak ada saya pake tepung terigu biasa, plus baking powder)
1-2 sdm butter/margarin, cairkan
Susu cair secukupnya
1 biji telur
Madu

Cara :

Kocok telur, masukkan susu, butter dan tepung
Aduk hingga rata dan pastikan sudah tidak ada gumpalan
Panaskan fry pan
Beri sedikit minyak/mentega untuk pertama kali goreng saja
Tuang adonan secukupnya, balik cukup sekali saja
Angkat
Lakukan hingga adonan habis (tidak perlu pake minyak/mentega lagi, cukup saat pertama kali saja).
Beri madu diatas pan cake, dan siap tuk dinikmati bersama ocha/teh sambil nonton TV.
Gampang kan...

Cepat, praktis, murah meriah dan tentunya Safa pun dengan cepat melahabnya. Senengnya hatiku...

Selasa, Agustus 26, 2008

Kali ini saya nyoba bikin kue yang lagi rame dibahas di milis NCC. Sebelumnya belum pernah maakan apalagi bikin. Alhamdulillah sukses, enteng banget kuenya.

Bolu Hongkong


Resep by mbak Fatmah Bahalwan "NCC"

Bahan:
8 btr kuning telur
6 btr putih telur
150 gr gula pasir
1 sdm emulsifier
140 gr tepung terigu
10 gr tepung maizena
1 sdt baking powder
150 gr margarin, lelehkan

Cara:

Kocok telur, gula dan SP sampai mengembang kental, tambahkan tepung terigu, maizena dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata

Tuang margarin leleh, aduk rata

Tuang adonan kedalam cetakan yang sudah dilapisi kertas

Oven 20 menit suhu 180’C


Kuenya lembut banget, sekilas seperti sponge cake. Saya pake warna merah dengan rasa leci, kuning memberi rasa kuning telur, hijau memberi rasa pandan dan coklat. Dalam sekejab kueku langsung habis di lahab Safa.

Okura (Okra)

Okra dalam bahasa Indonesianya disebut bendi. Sepertinya di Indonesia, tanaman ini jarang kita temui. Sedangkan buahnya juga jarang terlihat di pasar2/ supermarket pada umumnya (di Surabaya sana lho, gak tahu kalau kota lain banyak dijumpai).


Musim panas berkepanjangan membuat malas untuk beranjak ke dapur. Jadi maemnya ya seadanya dan juga yang bikinnya gampang, cepat dan praktis. Berawal dari temanku Megumi san yang memberiku Okura/okra. Dan dia memberi tau caranya makan. Kalau orang Jepang sendiri biasa makan okura yang diiris tipis2, diamakan mentah gitu. Kemaren diberi resep lain, bikinnya gampang.

Okra flower bud and immature seed pod
diambil dari wikipedia


10 biji okura, cuci bersih, iris serong kurleb setebal 1 cm
1 butir bawang bombai iris tipis
2 butir bawang putih iris tipis (optional)
dashi (optional)
1 biji telur kocok
2 sdm katsuobushi
mayonese

Tumis bawang hingga harum, masukkan okura, aduk pelan
Sisihkan ke pinggir, masukkan telur kocok, tumis bentar dan kembali aduk rata
Setelah okura dirasa cukup masak, angkat]
Taburkan katsuobushi dan mayonese diatasnya
Siap disajikan dengan nasi anget

Okura bisa juga ditambahkan dengan shimeji atau jenis jamur lain.

Gak sampe 5 menit sudah jadi.

Jumat, Juli 11, 2008

Japanese Cheese Cake... lagi

Bikinnya dah lama sih, seperti biasa... alasan sok sibuk lah ga sempat posting.
Yang jelas kami seneng banget tuh sama cake yang satu ini. Terutama Safa. Bisa2 seloyang dihabisin semua nih.
Waktu jalan ke a price dapat keju 1 kg, lagi dijual murah meriah...maklum keburu expire date. Sampe rumah buru2 nih dibikinkan JCC yang terkenal itu..sampe 2 hari berturut-turut bikinnya. Puasssss... mak nyuss...kejunya nendang banget.
Gimana gak gemuk...makan terus. btw bikin masakan sendiri tuh ternyata lebih menyenangkan dan puas, jika hasilnya enak dan tentunya lebih murah dibanding harus beli jadi. cuma.. tenaganya itu lho yang gak nututi, maklum si kecil dah mulai kemana2.

Japanese Style Cheesecake
sumber: by Yasaboga

Campur dan Ayak:
50 gr tepung terigu
50 gr tepung maizena

Bahan:
60 gr mentega tawar (saya pake shortening vegetable, bisa dibeli di A-price)
250 gr cream cheese, biarkan pada suhu ruang
120 ml whip cream
3 kuning telur
1 butir telur
2 sdt kulit jeruk lemon parut
5 putih telur
1/8 sdt garam
125 gr gula pasir halus
1 sdt air jeruk lemon

Topping:
2 sdm selai apricot (saya pake madu)
2 sdm air (tidak pake)

Caranya:

Siapkan loyang bulat 22 cm, alasi kertas roti, olesi mentega.
Panaskan oven 150 derajat Celsius.
Campur mentega, cream cheese dan whip cream dalam wadah. Didihkan dengan api kecil, aduk hingga lembut, angkat dari api.
Masukkan campuran tepung, aduk rata. Masukkan kuning telur dan 1 butir telur, aduk rata. Masukkan kulit jeruk lemon parut, aduk rata, sisihkan.
Kocok putih telur hingga berbusa, masukkan gula dan air jeruk lemon sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai terbentuk kerucut-kerucut tumpul (soft peak).
Tuang 1/3 adonan putih telur ke adonan cream cheese, aduk rata. Tuang campuran ini ke sisa adonan putih telur, aduk rata. Tuang adonan ke loyang, panggang dengan cara au bain marie, kurang lebih 75 menit sampai permukaan matang, kuning keemasan. Keluarkan dari oven.
Setelah benar-benar dingin, lepaskan cake dari loyang.
Oleskan madu ke permukaan cheesecake.

Ehm... oishikatta... selamat menikmati


Kamis, Juli 03, 2008

Cake Ketan Hitam


Entah sudah keberapa kali saya bikin cake ini, suami seneng banget, selain rasanya enak, kue ini lembut banget dan yang pasti aromanya bener2 menggoda dan gak mau berhenti untuk menyantapnya. Baru buka pintu saja, aroma khas ketan hitam sudah tercium. Kali ini sedikit bisa bernafas lega, gak harus mblender sendiri untuk bikin tepungnya. Secara gak sengaja nemu tepung ketan hitam di A Coop. Namun sayang, hasilnya menurutku kurang memuaskan, terutama untuk aroma ketan, kurang kuat. Lain halnya kalau blender sendiri, perasaan aromanya bener2 kuat. Tak masalah bagi suami dan Safa, terbukti langsung habis separuhnya. Ehm...ketagihan sama cake ketan hitam.


Cake Ketan Hitam

Resep dari buku catatan kumpulan resepku dari Indonesia, lupa sumbernya dari mana, maaf ya kalau ternyata resep ini sama dengan resep anda.

Bahan :
6 butir kuning telur
5 butir putih telur
200 gram margarin (saya pake shortening vegetable, halal dan bisa dibeli di A-Price)
200 gram tepung ketan hitam
175 gram gula pasir
1 sdm emulsifier
1 sdt baking powder

Cara :
Siapkan loyang yang telah diolesi dengan mertega
Kocok putih telur hingga kaku (dengan asumsi kalau dibalik gak jatuh), sisihkan
Kocok margarin dan gula sampai putih mengental
Masukkan kuning telur satu persatu, kocok hingga kental
Masukkan emulsifier, baking powder, kocok hingga tercampur rata
Masukkan tepung ketan, aduk dengan stapula
Masukkan kocokan putih telur dan aduk dengan spatula hingga semua bahan tercampur rata
Tuang dalam loyang
Panggang dalam oven yang telah dipanaskan
Oven hingga matang (saya pake suhu 180 derajat Celcius selama kurleb 25 menit)

Selamat menikmati ...