Pizza
Lama gak makan Pizza, saat melihat gambar pizza dalam brosur, Safa bilang pingin maem. Kebetulan di rumah tersedia semua bahan. Jamur, juga baru beli kemarennya. Ya hari ertama Golden week saya dan anak2 berkutat di dapur bikin Pizza.
Karena bukan yang pertama kali, jadi smeuanya jadi lancar dan alhamdulillah hasilnya lumayan, memuasakan, rotinya enak, tidak lengket di gigi, pas banget. Resepnya saya nyontek dari KBB yang dulu2... dan saya pernah posting disini.
Resepnya ada disini, gampang kok, selamat mencoba ya.
Rabu, Mei 19, 2010
Kebetulan di rumah juga pas tersedia kulit lumpia yang bisa diipakai, bebas sake, nyukaze/emulsifier. Biasanya saya beli di Bazaru. Jadilah lumpia rebung ala dapur safa, sederhana, sebagai variasi jajanan buat keluarga.
Lumpia Rebung ala dapur Safa
Bahan :
Kira2 300 gram Rebung yang sudah direndam dan dipotong seperti korek api dan kemudian sudah direbus 2 kali (ganti airnya, biar tidak ada bau bacin/biar tetap segar)
300 gram Daging ayam cincang (sudah diberi mrica dan bawang putih saat digiling)
Bawang putih, memarkan dan haluskan
Merica
1 biji Wortel potong menyerupai korek api
1 bungkus moyasi/kecambah
Garam dan gula secukupnya
Olive Oil untuk menumis
Bungkus lumpia jadi
Cara :
Panaskan minyak, tumis bawang putih, setelah harum masukkan ayam cincang, aduk hingga berubah warna.
Masukkan rebung, aduk rata hingga setengah matang/kriuk2 lebih enak
Masukkan wortel, aduk hingga setengah matang
Masukkan kecambah, merica, garam dan sedikit gula.
Aduk hingga rata dan masak (lebih enak kalau rebungnya masih terasa kriuk2, tetapi wortelnya sudah matang)
Matikan api, tunggu beberapa saat hingga hangat.
Ambil satu lembar bungkus lumpia yang sudah jadi, isi dengan rebung diatas, gulung rapi.
Lakukan hingga habis.
Panaskan minyak, goreng hingga kulitnya kecoklatan.
Angkat. Selipkan didalamnya daun bawang/negi.
Siap disajikan dengan sambel tomat cocol atau sambel tauco, akan lebih sedap.
Selamat menikmati
Kamis, April 29, 2010
Shabu-shabu
Bahan yang dipakai :
Daging sapi iris tipis, memanjang, sisihkan
jamur shitake, jamur Enoki
Hakusai/sawi putih
Bihun secukupnya
Tahu putih, potong persegi panjang
Daun bawang putih besar, potong serong
Lobak/daikon parut
Bawang putih 3 siung
merica
Kuahnya, air, bawang putih halus, soyu, kombu, gula, vinegar, lobak parut, campur jadi satu.
Tumis daging bersama bawang putih yang telah dihaluskan, hingga berubah warna, sisihkan.
Didihkan kuah, kemudian masukkan sayur / semua bahan satu-satu, kemudian masukkan daging, balik, tunggu hingga semuanya matang,
Siap untuk disantap.
Kamis, Maret 04, 2010
Dadar Jagung
Gorengan tradisional jaman mbah putriku... Dadar Jagung kesukaan beliau.
Nah kalau disini kepingin ya bisanya cuma manyun, kalau beli ya gak bisa... ya mau tidak mau harus bikin sendiri. Tentunya dengan bahan seadanya atau menyesuaikan....pake jagung beku... soalnya lagi gak musim jagung.... dan kalaupun lagi musim jagung mahal banget, sebiji harganya bisa kisaran 15 ribu rupiah.
Bahan yang diperlukan
Jagung pipil (saya pake beku), haluskan sedikit kasar...
Bawang putih, haluskan
Merica dan garam, haluskan
Telur
Daging ayam cacah (optional)
Tepung terigu 1 sendok makan
Minyak goreng
Campur semua bahan hingga tercampur rata
Panaskan minyak, setelah minyak panas, ambil sesendok adonan dan masukkan ke dalam minyak panas (dalam api sedang),
Jika sudah berubah warna segera balik dan tunggu hingga matang
Lakukan hingga adonan habis.
Gampang kan.... paling tidak sedikit mengobati kangen makanan bikinan ibuku
Tidak kusangka sebelumnya anak-anakku seneng banget, dan tak ayal dalam sekejab segera ludes. Lebih enak dimakan saat masih anget, dimakan bersama cabe hijau atau sambel saos.
Selamat menikmati
Jumat, Februari 19, 2010
Sayur Bunga Nano (Nano Hana)
Bahan yang dibutuhkan :
2 ikat bunga nano (kalau cuma seikat entar habis tak makan sendiri..ehehhe)
kira-kira 2 cm soga (jahe), potong tipis memanjang
Bawang bombai 1/2 , potong tipis (optional, bisa juga gak pakai tergantung selera)
Irigoma (bubuk wijen/wijen yang dihaluskan) secukupnya (lebih banyak lebih enak)
1 bungkus kecil katsuobushi (optional)
Rebus air hingga mendidih, masukkan nano hana yang sudha dipotong dan dicuci
Balik, setelah berubah warna segera tiriskan
Kalau sudah dingin sedikit di peras/dihilangkan airnya dengan tisu dapur, lalu sisihkan
Tumis jahe hingga wangi, masukkan bawang bombai
Masukkan nanohana yang sudah dikurangi kadar airnya
Aduk pelan, masukkan irigoma, aduk rata
Angkat dan tuang dalam wadah. Taburkan katsuobushi diatasnya
Siap disajikan bersama nasi hangat
Selasa, Februari 09, 2010
Bahan :
Cumi-cumi 3 ekor, bersihkan kulitnya, potong dan cuci hingga bersih
1 biji bawang bombai, iris kasar
5 siung bawang putih, iris tiis
4 cm soga/ jahe, buang kulitnya, iris tipis menyerupai batang korek api
1 buah tomat ukuran besar, iris tipis2, haluskan
Garam, merica, gula secukupnya
Cabe segar sesuai selera
Tumis soga hingga tercium aroma segar, masukkan bawang putih, tumis hingga harum
Masukkan cumi, aduk rata hingga berubah warna
Segera masukkan tomat, tambahkan sedikit air
Masukkan bawang bombai, garam, gula merica dan cabe
Aduk rata, setelah mendidih segera angkat dan sajikan
Gampang kan...
Semoga bermanfaat... alhamdulillah satu lagi koleksi hasil masakan saya terdokumentasikan
Jumat, Januari 01, 2010
Bismillahirrokhmanirrokhim...
Kembang Goyang (Bunga Matahari)
Makanan tradisional yang hampir punah, karena sangat susah kita dapatkan di toko-toko kebanyakan.
Berawal dari keinginan makan makanan kecil ini, aku pesen cetakan sekaligus resepnya pada ibuku untuk dibawa ke Saga oleh ibu mertua. Sampai Saga langsung deh penasaran... bermodal dari resep ibu jadilah kue kembang goyang yang kuinginkan. Dan teman-temanku Jepangpun banyak yang tertarik, mencari tau bagaimana membuatnya dan bahan apa yang dipakai.
Begitupun Ishikuma sensei, sensei nihon go ku, beliau pingin sekali bisa bikin. Akhirnya waktu itu tiba dan senang sekali dia bisa membuat sendiri kembang giyang ini.
Bersama mama dan sensei bikin kembang goyang
Celupan pertama sensei semua masuk ..jadi gak bisa lepas sendiri, baru celupan selanjutnya bisa lepas sendiri....ada raut muka bahagia saat melihat kue lepas sendiri dari cetakannya.
Resepnya asli resep ibuku
Telur 3 biji (kalau mau lebih empuk bisa pakai 4 biji)
Tepung terigu 250 gram
Tepung kanji 250 gram
Air kurleb 400 ml ( seperti bikin tempura)
Gula 200 gram (sesuai selera, mau manis apa enggak kira-kira sendiri ya)
Garam sedikit saja
Wijen (bisa pake wijen coklat atau wijen hitam, sesuai kesukaan)
Minyak goreng 1 liter
Kocok telur, garam dan gula hingga gula larut
Masukkan tepung terigu dan kanji, air, aduk hingga tercampur rata
Masukkan wijen, aduk
Panaskan minyak ke dalam wajan
Masukkan cetakan ke dalam wajan yang panas, untuk beberapa saat
Angkat cetakan, sedikit gerakkan agar minyak tidak menetes
Segera masukkan kedalam adonan, segera masukkan ke dalam wajan yang dipenuhi minya panas
Cukup dengan api sedang, balik adonan
Bila sudah emnguning, segera angkat. Lakukan hingga adona habis
Ternyata gampang, tidak sesulit yang dibayangkan
Buktinya... senseiku tidak lebih dari sepuluh kali celupan, sudah bisa membikin kembang goyang dengan baik.
Selamat mencoba
Kembang goyang ini sempat saya bawa dan saya jual diacara bazaar di Abance. Hasilnya lebih dari 300 biji terjual laris. Selain itu juga saya bawakan ke senseinya anak-anak di hoikuen, mereka bilang enak dan kalau mama ada waktu mau lagi donk hehehhe...
Alhamdulillah...
Minggu, November 22, 2009
Detik-detik terakhir Event Soes Week
Jadilah kemaren nyempetin nyoba bikin soes. Alhamdulillah kali ini soes jadi dengan sukses, padahal sempat was was, soalnya saat masukin telur, anak sulungku ngaduk-aduk adonan sampe kocar kacir.
Resep diambil dari resepnya NCC.
Adonan kulit soes.
Bahan :
200 ml air
125 gr Margarine
1 sdm gula pasir
150 gr tepung terigu
4 btr telur
Cara membuat :
Masak air, mentega dan gula hingga mendidih. Kemudian masukkan terigu, aduk cepat hingga kalis dan dinginkan.
Masukkan telur satu persatu sambil dikocok hingga rata.
Masukkan adonan kedalam plastik segitiga, semprotkan diatas loyang yang sudah dioles mentega dan ditabur tepung.
Oven dengan suhu 200 derajat hingga matang
Karena anak-anak sudah tidak sabar untuk segera menyantapnya, saya pilih isi soes dengan fla yang sangat sederhana. pake fla Vanila, bikinnya gampang dan cepat.
Bahan:
2 btr kuning telur (saya tidak pakai)
50 gr tepung Maizena
500 ml susu segar
75 gr gula pasir
Cara membuat:
Cairkan tepung maizena dengan sebagian susu
Didihkan susu dan gula pasir sambil diaduk hingga gula larut. Tuang larutan tepung maizena, aduk cepat dan rata, biarkan mendidih sekali lagi. Angkat, tunggu beberapa saat dan siap untuk diisikan ke dalam kulit fla.
Baru saja saya angkat kulit soes dari oven, bungsuku sudah ambil piring kecil, sambil bilang mama keki codai....(mama minta kuenya) . Disusul sama kakaknya dan wal hasil anak-anakku dalam sekejab habis 6 kulit soes dan fla nya masing-masing 1 cawan kecil.
Kemaren saya bikinnya 1 1/2 resep dan kini masih ada sekitar 20 kulit soes yang siap pakai.
ALhamdulillah kata ibu mertua enak, beliau seneng dengan kulit soes bikinanku. Kata beliau soes ini lebih enak dibanding soes bikinan tukang kue di tempat tinggal beliau...Lega....
Begitu suami pulang kampus, beliaupun juga langsung serbu soes yang telah aku siapkan.
Senengnya kalau semua senang..jadi semangat lagi untuk ke dapur, walaupun udara dingin (suhu selalu dibawah 8 derajat) telah menyelimuti kami sepanjang hari.
Selasa, November 17, 2009
Telur Ayam Kecap
Bismillahirrokhmanirrokhim
Salah satu menu andalan yang ti telur kecap. Yang dibawah ini, hasil telur kecap yang pertama kali dibikin di Saga. Anakku jadi kalab, si sulung bisa habis 5 biji sehari, sedangkan adiknya 4 biji. Rekor tertinggi makan telur selama ini. Untung perutnya gak apa-apa.
Bahan yang dibutuhkan telur, dicuci bersih, rebus dengan garam sampai matang, kupas kulitnya.
Bumbunya juga semua dikira-kira alias tanpa diukur. Bawang putih halus, kecap manis, merica, air asem yang sudah disaring, garam, air.
Caranya : tumis bawang putih sampai harum, masukkan merica
Masukkan tumisan bumbu ke dalam telur yang sudah dikupas dalam panci besar, tambahkan kecap, air, air asem dan rebus kembali hingga telur berwarna coklat mengkilap. Kurang lebih 1 jam dalam api sedang.
Ini salah satu menu yang saya bawa ke abance untuk dijual minggu kemaren. Hasilnya lumayan, walaupun tidak semua habis terjual, namun sampe rumah semua langsung ludes.
ALhamdulillah resep dapur safa bertambah lagi, terima kasih yang ti.
Selamat mencoba
Selasa, Oktober 20, 2009
Nasi Goreng Spesial ALa Bapaknya Anak-anak
Untuk menu sehari-hari di rumah, biasanya nasi goreng cocok untuk sarapan pagi juga untuk menu makan malam keluarga kecil kami. Kalau di rumah yang biasa bikin nasi goreng suamiku. Rasanya lebih mantab, padahal bumbunya sama...ehehhee...mungkin ngaduknya kuat kali ya.
Bumbu yang biasa juga standar, cuma bawang putih di keprek/memarkan, tumis hingga wangi, masukkan nasi, tambahkan sedikit mrica dan sedikit butter/mentega, garam, kecap kalau suka dan terakhir tambahkan bawang goreng sebagai taburan. Bisa juga di tambahkan berbagai macam sayur, saya biasa pake buncis yang diiris serong tipis, sedikit wortel yang diiris tipis, telur goreng orak arik, dan dendeng sapi atau sesuai dengan selera.
Rabu, September 16, 2009
ALhamdulillah....dapur kembali ngepul.
Alhamdulillah ... akhirnya luluh juga hati ini untuk kembali ke dapur... setelah kemaren pagi sempat telpon rumah, hiks hiks sedih kakakku sekeluarga sudah ada di rumah ibuku, sudah banyak tersedia berbagai macam hidangan khas "Ndeso" nya ibuku. Jadi sedih deh, lebaran harus kulewati lagi di rantau... apadaya lah kalau memang belum mampu.
Sebelum ke kue, mau sedikit cerita dulu, Kemaren banyak sekali hal-hal aneh, lucu dan juga berita gembira yang saya jumpai. Mulai dari di hoikuennya Safa, begitu melihat saya, senseinya anak2 langsung deh bercerita kalau kemaren lihat saya dan anak2 masuk tv, di sts mama, Saga Terebi... begitu dia cerita panjang lebar dan kelihatan seneng banget. Eh begitu di tempat nguli juga begindang, si embah yang biasanya ngantuk malah ngajakin ngobrol, mulai dari terpilihnya PM baru Jepang, Hatoyama sampai uang pensiun dan hoken/asuransi anak2 yang sebentar lagi naik (kalau ini mah ikutan horeee.....alhamdulillah) juga heboh akan aku dan anak anakku yang masuk tv. Woalah.... kok yo pada lihat to itu orang2 ... Dari rumah simbahnya mampir ke warungnya obacan yang jualan sayur, Tambah lebih gilalagi hebohnya, lagi2 membahas saya dan anak2, weleh kok podho seneng kabeh, jare koyo artis, padahal yang ngalamin mah biasa saja... hehhehee...biar jelek saya dulu pernah terpilih sebagai model Saga Shinbun dan juara merangkai bunga se propinsi Saga lho kekekeke...wek wek wek...
Masih kepikiran sama jajanan yang ada di rumah, daripada ngeces, nyalain komputer, cari resep kue kering. Pilihan jatuh ke Kastengel. Kebetulan semua bahan tersedia, jadi deh sore kemaren nyoba bikin dan alhamdulillah hasilnya kata suamiku sih lumayan, buwat pemula seperti saya. Karena ini juga kastengel pertama yang saya bikin. Begitu sampe rumah anak2 yang tadinya ngantuk, terutama Safa (karena hari selasa ada kelas renang, jadi capek) langsung deh semangat dan melek, selesai ganti baju dan cuci tangan langsung nyerbu kastengel sampai habis hampir 1/2 toples ...Alhamdulillah...senengn
Lebaran masih beberapa hari lagi, bagi yang tidak mudik atau tidak bisa beli (karena tidak ada yang jual), bisa mencoba resepnya. Gampang kok. Hayoo ciptakan suasana lebaran seperti di tanah kelahiran...Mumpung masih ada waktu.
Resepnya saya nyontek dari resepnya bu Fatmah Bahalwan, suhunya NCC.
Mantab betul, matur nuwun bu Fat. Barokalloh ilmunya.
Kaastengel Bunga
Bahan:
300 gr mentega
200 gr keju tua parut
400 gr tepung terigu protein sedang
2 sdm susu bubuk
2 btr kuning telur
Bahan polesan:
2 btr kuning telur
Taburan : Keju cheddar parut.
Cara membuat:
Kocok mentega dan telur dg kecepatan rendah, sebentar saja,
masukkan keju, aduk rata, masukkan tepung terigu, aduk rata.
Tipiskan adonan dengan bantuan plastik lembaran, poles dengan bahan polesan, taburi keju cheddar parut.
Cetak, tata di loyang. Oven hingga matang. Suhu 125'C selama 20 menit.
Alhamdulillah akhirnya sedikiti terobati kerinduan ini.
Kamis, Juli 30, 2009
Ikan Berkuah
Gak apalah, sekali-kali mengamati keadaan sekitar di pagi hari. Tak terasa lamunanku berakhir saat mendengar jejak kaki mereka berlarian menuju ke dalam dan langsung kearah pojok (tempat dijual ikan segar).
Bahan :
2 ekor ikan saba ukuran besar, potong menjadi 4 bagian, (kepala dibuang), cuci hingga bener-bener bersih
Air Jeruk nipis
Bawang putih, iris tipis
Bawang bombai iris tipis
Jahe, iris tipis
Daun jeruk
Laos, memarkan
Paprika merah, iris tipis
Pete, secukupnya
Santan dan air secukupnya
Garam dan gula secukupnya
Tomat hijau segar (kali ini panen dari pohon tomat depan rumah), bagi menajdi 8 bagian
Tumis bawang putih hingga halus, masukkan bawang bombai, jahe, pete, aduk hingga pete setengah matang
masukkan ikan, aduk pelan, tambahkan perasan air jeruk nipis
Masukkan daun jeruk, laos, paprika, aduk pelan2
Tambahkan santan, tomat, garam dan gula
Tunggu hingga mendidih dan siap untuk dihidangkan
ALhamdulillah ... bertambah lagi koleksi hasil karyaku.
Orak arik Telur IkanAlhamdulillah, kebetulan lagi dapat telur ikan kesukaan anak-anak. Bosen dipanggang/digoreng, kali ini saya coba bikin bumbu orak arik.
Bahan :
200 gram telur ikan segar, potong kurang lebih 2 cm
Bawang bombai, iris tipis
Bawang putih iris tipis
Merica secukupnya
Paprika, iris tipis
Mentega untuk menumis
garam secukupnya
Cara :
Panaskan mentega, tumis bawang putih hingga harum
Masukkan bawang bombai, tumis hingga layu
Masukkan telur ikan dan paprika, aduk pelan
Masukkan merica dan garam secukupnya, aduk pelan hingga bumbu tercampur rataSelesai dan siap disajikan. ALhamdulillah anak-anak seneng, dalam sekejab semua habis dimakan anak-anakku. Senengnya melihat mereka lahab makannya... kalau begini bapak ibunya hanya bisa gigit jari... gak kebagian...
Banana Cake dan Green Tea pound cake
Minggu, Juli 19, 2009
Oishiisou.... mama tabetai... Begitulah celotehan anak perempuanku saat itu. Yang artinya kurang lebih kelihatannya enak, mama mau makan itu...
Di sekolah anak-anak juga sering mengkonsumsi misosiru, tentunya dengan ingredient yang berbeda dengan teman-temannya alias "spesial tidak pake sake, mirin ataupun alkohol".
Safa dan Rafif sangat suka akan misosiru, jadi menu ini bukanlah yang spesial ataupun istimewa bagi keluarga kami. Isinya pun juga tergantung selera, tidak terpacu pada tofu, kombu ataupun telur. Nah kali ini saya coba pakai tiram dan hasilnya alhamdulillah anak-anakku lahab memakannya dan sampai-sampai nambah lagi.
Bahan :
8 biji tiram dalam ukuran besar (cari yang ada telurnya, biar anak-anak suka), cuci bersih
Daun bawang, iris tipis
Miso jepang/ taucho... sesuai selera
Kombu (sesuai selera)
Air secukupnya
Mini tomato (optional)
Rebus air hingga mendidih, masukkan bumbu miso, aduk rata,
masukkan Tiram, hingga matang/lunak
Masukkan kombu, tunggu sebentar hingga mendidih
Matikan api, tuang ke dalam chawan, taburkan daun bawang dan mini tomato
Siap untuk disajikan.
Gampang kan...
Kalau saat musim dingin, sup ini enaknya dimakan saat masih panas-panas, sebaliknya kalau musim panas begini anak-anak lebih suka memakan disaat sup sudah dingin.
Kamis, Juli 16, 2009
Kenapa selalu pake ala dapursafa ? karena bumbunya menyesuaikan keadaan yang ada di dapur alias alakadarnya.
Kebetulan suami saya seneng banget maem sate, pas kemaren bikin sate, tiba-tiba saja pingin sambelnya berbeda. Saya coba browsing dan saya dapatkan resep seperti ini. (sumber dari Almarhum Teh Inong), barokallah ilmunya ya teh... mudah-mudahan ilmunya menjadi ladang amal jariyah.
Mencoba resep dari berbagai daerah di INdonesia....
Bahan sesuai dengan resep asli, hanya berapa banyaknya saya sesuaikan dengan selera penikmat dapur setia saya.
1/2 kg daging kambing, potong kotak memanjang, cuci bersih
Bawang putih
Bawang merah
Daun Kunyit,
Serei,
Merica,
Daun jeruk
Jinten
Laos
Cabe (saya tidak pake cabe, karena ada anak-anak, suami cukup saya tambahkan cabe seger di potong-potong)
Ketumbar
Jahe
Garam secukupnya
gula dan air secukupnya
Tepung beras secukupnya
Bawang goreng sebagai pelengkap
Cara :
Blender bawang putih , bawang merah, jahe, jinten, laos, merica, sereh, daun kunyit, garam, gula, rendam dalam bumbu kurang lebih 1 jam
Tambahkan air secukupnya (kurang lebih 3 gelas), rebus hingga daging lunak, kalau kurang bisa ditambahkan air lagi
Setelah daging lunak, angkat dan ambil dagingnya saja
Sisa air/bumbu kembali direbus bersama dengan tepung beras, campur dan rebus hingga kental
Kemudian tusuk daging hingga berbentuk sate
Panggang sebentar
Siap disajikan dnegan nasi hangat
Alhamdulillah bertambah koleksi masakanku.
Rabu, Juli 01, 2009
Saya coba browsing resep dan akhirnya pilihan jatuh ke Green tea pound cake, sekilas melihat gambarnya menarik. Kuintip bahan-bahan dan ternyata semuanya ada, kecuali maccha/bubuk teh ijo...adanya maccha latte (bubuk teh ijo yang ada susunya).
Langsung deh kita bertiga rame-rame bikin, alhamdulillah anak-anakku bis adiajak kerjasama, tanpa mengganggu..
dan jadinya seperti penampakan dibawah :
Resepnya saya ambil dari Japanese food.about.com.
Bahan -bahan yang diperlukan :
2 biji telur
1 cup terigu
2/3 cup gula
1/2 cup butter
1 sdm maccha (saya pake 2 sdm maccha latte)
1 sdt baking powder
Caranya :
Gula dan butter dikocok hingga tercampur rata, masukkan telur, kocok hingga benar-benar kental
Masukkan terigu, maccha, baking powder dan aduk pelan (aduknya pake spatula ya, jangan pake mixer) hingga semua tercampur rata.
Olesi loyang dengan mentega
Masukkan adonan ke dalam loyang dan oven ke dalam oven yang sudah dipanaskan kurang lebih di suhu 160 derajat selama kurang lebih 40 menit atau sampai matang
Saya sudah habis 2 potong, begitu bangun tidur anak-anak masing-masing sudah habis 3 potong dan susu segelas, sementara suami masih ngampus. Lumayan rasanya, rasa maccha nya kentara sekali.
Satu lagi koleksi hasil karyaku, mudah-mudahan bermanfaat.
Senin, Juni 29, 2009
Potato Salada
Kentang ukuran besar 4 biji, cuci bersih dan kukus sampai matang, buang kulitnya dan lumatkan hingga hancur
Wortel 1 biji, kukus setengah matang lalu iris tipis
Kyuri//ketimun 1 biji, iris tipis
Mayounese secukupnya
Merica secukupnya
Garam sedikit saja
Ayam cincang 100 gram yang sudah direbus dan dibumbui bawang putih yang dimemarkan dan merica (jika suka)
Bawang bombai 1 biji , iris kotak-kotak tipis
Cara :
Masukkan kentang yang sudah dihaluskan ke dalam wadah/baskom besar
Masukkan wortel, ketimun, bawang bombai, ayam cincang, merica, garam dan mayounese
Tuang dalam tupper ware, dan masukkan ke dalam reizoko (kulkas).
Lebih enak jika disajikan saat dingin-dingin...
Selamat menikmati...
Kebetulan sekali Safa dan Rafif suka sekali, kata Safa di hoikuen sering makan potato salada, tetapi tidak pakai cikin/ayam... yasai dake... sayuran saja.
Alhamdulillah satu lagi koleksi resep masakan saya bertambah.
Rabu, Juni 24, 2009
Nasi Biryani Ala dapur safa
Setelah kelahiran Rafif dia datang ke rumah bersama suaminya brother Khasim dan anak laki-lakinya Sajid. Dia membawa beras brahmati yang katanya langsung dikirim ibunya dari Bangladesh plus bumbu-bumbunya.
Sedangkan saya dirumah cuma menyiapkan daging kambing saja...
Resep Nasi Biryani dari Musume san
3 cup beras brahmati, cuci bersih dan tiriskan hingga benar-benar tak ada airnya
3/4 kg daging kambing, iris sesuai selera
2 butir bawang bombai, iris kotak-kotak kecil
5 siung bawang putih, haluskan
3 cm jahe, haluskan
2 sdm bumbu Biryani Bombay Masala, produk Pakistan
Rempah-rempahnya terdiri dari cengkih, asem bangladesh (mirip sama asemnya indonesia, cuma agak lebih besar ukurannya), jinten, kayu manis, daun roreru (bahasa Jepang) daun seperti daun salam, kapulaga dan garam secukupnya.
4 cabe hijau/sesuai selera
4 sdm mentega
Air panas secukupnya
Panaskan mentega dengan api kecil, tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang bombai hingga benar-benar keluar aroma harumnya, masukkan jahe, aduk rata.
Masukkan kambing, aduk hingga berubah warna
Masukkan semua bumbu rempah-rempah, aduk rata
Masukkan beras dan sangrai bersama bumbu-bumbu diatas beberapa menit
Tuang semua yang diatas ke dalam rice cooker dan beri air panas secukupnya (air tidak saya ukur, saya kira-kira saja, sama halnya dalam memasak nasi setiap harinya).
Pencet tombol memasak dan sekali-kali rice cooker dibuka untuk mengaduk nasi dan bumbu-bumbunya agar tercampur rata sempurna.
Alhamdulillah...satu lagi koleksi resep masakan saya bertambah