Rabu, Mei 19, 2010

Pizza

Lama gak makan Pizza, saat melihat gambar pizza dalam brosur, Safa bilang pingin maem. Kebetulan di rumah tersedia semua bahan. Jamur, juga baru beli kemarennya. Ya hari ertama Golden week saya dan anak2 berkutat di dapur bikin Pizza.

Karena bukan yang pertama kali, jadi smeuanya jadi lancar dan alhamdulillah hasilnya lumayan, memuasakan, rotinya enak, tidak lengket di gigi, pas banget. Resepnya saya nyontek dari KBB yang dulu2... dan saya pernah posting disini.



Resepnya ada disini, gampang kok, selamat mencoba ya.

Lumpia Isi Rebung




Beberapa waktu lalu, lagi musim rebung muda, saat lihat langsung tertarik untuk membeli., walaupun harganya sedikit mahal...buat obat kangen. 100 gram rebung yang masih ada kulitnya seharga 150 yen, atau setara dengan 15 ribu rupiah... Sesampainya di rumah, segera kukupas kulitnya, potong memanjang seperti korek api, rendam semalam. Dulu kalau ibuku rebung muda ini suka di buat sayur bobor atau direbus begitu saja, kemudian disiram dengan sambel pecel.
Kebetulan di rumah juga pas tersedia kulit lumpia yang bisa diipakai, bebas sake, nyukaze/emulsifier. Biasanya saya beli di Bazaru. Jadilah lumpia rebung ala dapur safa, sederhana, sebagai variasi jajanan buat keluarga.

Lumpia Rebung ala dapur Safa

Bahan :
Kira2 300 gram Rebung yang sudah direndam dan dipotong seperti korek api dan kemudian sudah direbus 2 kali (ganti airnya, biar tidak ada bau bacin/biar tetap segar)
300 gram Daging ayam cincang (sudah diberi mrica dan bawang putih saat digiling)
Bawang putih, memarkan dan haluskan
Merica
1 biji Wortel potong menyerupai korek api
1 bungkus moyasi/kecambah
Garam dan gula secukupnya
Olive Oil untuk menumis
Bungkus lumpia jadi

Cara :
Panaskan minyak, tumis bawang putih, setelah harum masukkan ayam cincang, aduk hingga berubah warna.
Masukkan rebung, aduk rata hingga setengah matang/kriuk2 lebih enak
Masukkan wortel, aduk hingga setengah matang
Masukkan kecambah, merica, garam dan sedikit gula.
Aduk hingga rata dan masak (lebih enak kalau rebungnya masih terasa kriuk2, tetapi wortelnya sudah matang)
Matikan api, tunggu beberapa saat hingga hangat.


Ambil satu lembar bungkus lumpia yang sudah jadi, isi dengan rebung diatas, gulung rapi.
Lakukan hingga habis.
Panaskan minyak, goreng hingga kulitnya kecoklatan.
Angkat. Selipkan didalamnya daun bawang/negi.
Siap disajikan dengan sambel tomat cocol atau sambel tauco, akan lebih sedap.
Selamat menikmati

Kamis, April 29, 2010

Shabu-shabu


Shabu-shabu cemplang cemplung.

Beberapa waktu lalu, sempat bikin shabu-shabu. Bahan-bahan yang dipakaipun dengan bahan apa adanya. Karena saya belum pernah makan shabu-shabu aslinya, jadilah shabu-shabu ala kadarnya, dimana bumbu-bumbunyapun di comot dari internet.
Bahan yang dipakai :
Daging sapi iris tipis, memanjang, sisihkan
jamur shitake, jamur Enoki
Hakusai/sawi putih
Bihun secukupnya

Tahu putih, potong persegi panjang
Daun bawang putih besar, potong serong
Lobak/daikon parut
Bawang putih 3 siung
merica
Kuahnya, air, bawang putih halus, soyu, kombu, gula, vinegar, lobak parut, campur jadi satu.

Tumis daging bersama bawang putih yang telah dihaluskan, hingga berubah warna, sisihkan.

Didihkan kuah, kemudian masukkan sayur / semua bahan satu-satu, kemudian masukkan daging, balik, tunggu hingga semuanya matang,
Siap untuk disantap.

Kamis, Maret 04, 2010

Dadar Jagung

Gorengan tradisional jaman mbah putriku... Dadar Jagung kesukaan beliau.

Kangen banget sama yang namanya dadar jagung muda. Dulu sekali saat kami masih kecil-kecil ibuku atau nenekku sering banget bikin dadar jagung muda, dimana jagungnya diambil sendiri dari kebun sebelah rumah atau dari sawah. Jagungnyapun manis sekali... fresh lagi....
Nah kalau disini kepingin ya bisanya cuma manyun, kalau beli ya gak bisa... ya mau tidak mau harus bikin sendiri. Tentunya dengan bahan seadanya atau menyesuaikan....pake jagung beku... soalnya lagi gak musim jagung.... dan kalaupun lagi musim jagung mahal banget, sebiji harganya bisa kisaran 15 ribu rupiah.

Bahan yang diperlukan
Jagung pipil (saya pake beku), haluskan sedikit kasar...
Bawang putih, haluskan
Merica dan garam, haluskan
Telur
Daging ayam cacah (optional)
Tepung terigu 1 sendok makan
Minyak goreng

Campur semua bahan hingga tercampur rata
Panaskan minyak, setelah minyak panas, ambil sesendok adonan dan masukkan ke dalam minyak panas (dalam api sedang),
Jika sudah berubah warna segera balik dan tunggu hingga matang
Lakukan hingga adonan habis.
Gampang kan.... paling tidak sedikit mengobati kangen makanan bikinan ibuku

Tidak kusangka sebelumnya anak-anakku seneng banget, dan tak ayal dalam sekejab segera ludes. Lebih enak dimakan saat masih anget, dimakan bersama cabe hijau atau sambel saos.
Selamat menikmati

Jumat, Februari 19, 2010

Sayur Bunga Nano (Nano Hana)

Sayuran ini akan selalu hadir di setiap menjelang musim semi. Karena nano hana hanya ada di musim ini. Sayuran ini mengingatkanku saat usia Rafif 2 bulanan. Kata senseiku, sayuran ini baik untuk ibu menyusui, produksi asi jadi makin banyak. So, sejak saat itu saya genjar memakan sayuran ini, walaupun tidak setiap hari, tapi paling tidak bisa untuk variasi sayuran. Maklum disini tidak banyak variasi sayuran seperti di negeri kita.
Bikinnya guampang, cepet lagi.

Bahan yang dibutuhkan :
2 ikat bunga nano (kalau cuma seikat entar habis tak makan sendiri..ehehhe)
kira-kira 2 cm soga (jahe), potong tipis memanjang
Bawang bombai 1/2 , potong tipis (optional, bisa juga gak pakai tergantung selera)
Irigoma (bubuk wijen/wijen yang dihaluskan) secukupnya (lebih banyak lebih enak)
1 bungkus kecil katsuobushi (optional)

Rebus air hingga mendidih, masukkan nano hana yang sudha dipotong dan dicuci
Balik, setelah berubah warna segera tiriskan
Kalau sudah dingin sedikit di peras/dihilangkan airnya dengan tisu dapur, lalu sisihkan

Tumis jahe hingga wangi, masukkan bawang bombai
Masukkan nanohana yang sudah dikurangi kadar airnya
Aduk pelan, masukkan irigoma, aduk rata
Angkat dan tuang dalam wadah. Taburkan katsuobushi diatasnya
Siap disajikan bersama nasi hangat

Selasa, Februari 09, 2010

Cumi Asam Pedas

Kebetulan beberapa waktu lalu disini lagi musim cumi-cumi. Sayang sekali kalau dilewatkan. Selain digoreng tepung, di bakar/disate atau dalamnya diisi dengan sayuran, tofu saya sering bikin cumi asam pedas. Bukan pedas-pedas sekali sih, karena ada anak-anak, saya hanya menambahkan cabe segar.

Cumi Asam pedas ala dapur safa

Tidak ada yang istimewa dalam masakan ini, menu sehari-hari yang mudah dan cepat penyajiaannya, dan yang penting kandungan gizinya cukup dan keluarga menyukainya.

Bahan :
Cumi-cumi 3 ekor, bersihkan kulitnya, potong dan cuci hingga bersih
1 biji bawang bombai, iris kasar
5 siung bawang putih, iris tiis
4 cm soga/ jahe, buang kulitnya, iris tipis menyerupai batang korek api
1 buah tomat ukuran besar, iris tipis2, haluskan
Garam, merica, gula secukupnya
Cabe segar sesuai selera

Tumis soga hingga tercium aroma segar, masukkan bawang putih, tumis hingga harum
Masukkan cumi, aduk rata hingga berubah warna
Segera masukkan tomat, tambahkan sedikit air
Masukkan bawang bombai, garam, gula merica dan cabe
Aduk rata, setelah mendidih segera angkat dan sajikan
Gampang kan...

Semoga bermanfaat... alhamdulillah satu lagi koleksi hasil masakan saya terdokumentasikan

Jumat, Januari 01, 2010

Bismillahirrokhmanirrokhim...

Kembang Goyang (Bunga Matahari)

Makanan tradisional yang hampir punah, karena sangat susah kita dapatkan di toko-toko kebanyakan.


Akhirnya muncul juga di blog dapur... setelah lebih dari tiga bulan tak ada waktu tuk menyentuhnya... bukan karena apa, kebetulan ibu (mertua) sedang ada di Saga. Lebih asyikan jalan-jalan sepedaan keliling Saga bersama beliau daripada harus nongkrongin komputer.
Yup...bismillah... semoga blog ini tidak terlantar lagi.

Berawal dari keinginan makan makanan kecil ini, aku pesen cetakan sekaligus resepnya pada ibuku untuk dibawa ke Saga oleh ibu mertua. Sampai Saga langsung deh penasaran... bermodal dari resep ibu jadilah kue kembang goyang yang kuinginkan. Dan teman-temanku Jepangpun banyak yang tertarik, mencari tau bagaimana membuatnya dan bahan apa yang dipakai.
Begitupun Ishikuma sensei, sensei nihon go ku, beliau pingin sekali bisa bikin. Akhirnya waktu itu tiba dan senang sekali dia bisa membuat sendiri kembang giyang ini.


Bersama mama dan sensei bikin kembang goyang

Celupan pertama sensei semua masuk ..jadi gak bisa lepas sendiri, baru celupan selanjutnya bisa lepas sendiri....ada raut muka bahagia saat melihat kue lepas sendiri dari cetakannya.

Resepnya asli resep ibuku
Telur 3 biji (kalau mau lebih empuk bisa pakai 4 biji)
Tepung terigu 250 gram
Tepung kanji 250 gram
Air kurleb 400 ml ( seperti bikin tempura)
Gula 200 gram (sesuai selera, mau manis apa enggak kira-kira sendiri ya)
Garam sedikit saja
Wijen (bisa pake wijen coklat atau wijen hitam, sesuai kesukaan)
Minyak goreng 1 liter

Kocok telur, garam dan gula hingga gula larut
Masukkan tepung terigu dan kanji, air, aduk hingga tercampur rata
Masukkan wijen, aduk
Panaskan minyak ke dalam wajan
Masukkan cetakan ke dalam wajan yang panas, untuk beberapa saat
Angkat cetakan, sedikit gerakkan agar minyak tidak menetes
Segera masukkan kedalam adonan, segera masukkan ke dalam wajan yang dipenuhi minya panas
Cukup dengan api sedang, balik adonan
Bila sudah emnguning, segera angkat. Lakukan hingga adona habis
Ternyata gampang, tidak sesulit yang dibayangkan
Buktinya... senseiku tidak lebih dari sepuluh kali celupan, sudah bisa membikin kembang goyang dengan baik.
Selamat mencoba

Kembang goyang ini sempat saya bawa dan saya jual diacara bazaar di Abance. Hasilnya lebih dari 300 biji terjual laris. Selain itu juga saya bawakan ke senseinya anak-anak di hoikuen, mereka bilang enak dan kalau mama ada waktu mau lagi donk hehehhe...

Alhamdulillah...

Minggu, November 22, 2009

Detik-detik terakhir Event Soes Week


Sejak awal niat banget untuk ikut berpartisipasi dalam eventnya NCC, selain suami sudah sangat pingin banget makan soes (maklum disini banyak kue soes berseliweran, tapi sayang kita gak bisa konsumsi...) tapi ternyata waktuku kali ini benar2 padat. Bukan sok sibuk atau bagaimana, tapi emang lagi sibuk ngurusin diri sendiri sakit gigi dan harus bolak balik ke dokter gigi dan rumah sakit. Gigi geraham bungsuku 2 tumbuh bersamaan dan sempat bengkak selama 2 minggu dan akhirnya atas rujukan dokter gigi (Osiegawa sensei) saya harus ke Hospital Saga University dan alhasil si gigipun harus dicabut. Baru satu gigi rasanya sudah nikmat, padahal masih 3 kali lagi saya harus naik ke meja operasi, sekedar untuk operasi gigi. ehhehehe...jadi ngelantur... buka blog lagi ternyata event soes weeknya NCC sampe tanggal 22 saja, (seingatku sampe akhir bulan ekekkeke...sudah pikun...).
Jadilah kemaren nyempetin nyoba bikin soes. Alhamdulillah kali ini soes jadi dengan sukses, padahal sempat was was, soalnya saat masukin telur, anak sulungku ngaduk-aduk adonan sampe kocar kacir.
Akhirnya jadilah soes di musim dingin kali ini...

Soes isi Fla susu

Ini pertama kali saya bikin soes dilihatin sama ibu mertua (kebetulan beliau sedang di Saga untuk 3 bulan kedepan). Ada sedikit rasa grogi ekekkee...habis saya disini benar-benar otodidak, bisa bikin kue atau masak-masak hanya berbekal dari resep ibuku, resep NCC dan juga resep-resep yang bermunculan di internet.

Kulit soes siap pakai made in dapur safa

Resep diambil dari resepnya NCC.

Adonan kulit soes.

Bahan :
200 ml air
125 gr Margarine
1 sdm gula pasir
150 gr tepung terigu
4 btr telur

Cara membuat :

Masak air, mentega dan gula hingga mendidih. Kemudian masukkan terigu, aduk cepat hingga kalis dan dinginkan.

Masukkan telur satu persatu sambil dikocok hingga rata.

Masukkan adonan kedalam plastik segitiga, semprotkan diatas loyang yang sudah dioles mentega dan ditabur tepung.

Oven dengan suhu 200 derajat hingga matang

Karena anak-anak sudah tidak sabar untuk segera menyantapnya, saya pilih isi soes dengan fla yang sangat sederhana. pake fla Vanila, bikinnya gampang dan cepat.

Isi fla Vanilla

Bahan:
2 btr kuning telur (saya tidak pakai)
50 gr tepung Maizena
500 ml susu segar
75 gr gula pasir

Cara membuat:

Cairkan tepung maizena dengan sebagian susu

Didihkan susu dan gula pasir sambil diaduk hingga gula larut. Tuang larutan tepung maizena, aduk cepat dan rata, biarkan mendidih sekali lagi. Angkat, tunggu beberapa saat dan siap untuk diisikan ke dalam kulit fla.


Soes di detik detik terakhir event NCC soes week

Baru saja saya angkat kulit soes dari oven, bungsuku sudah ambil piring kecil, sambil bilang mama keki codai....(mama minta kuenya) . Disusul sama kakaknya dan wal hasil anak-anakku dalam sekejab habis 6 kulit soes dan fla nya masing-masing 1 cawan kecil.
Kemaren saya bikinnya 1 1/2 resep dan kini masih ada sekitar 20 kulit soes yang siap pakai.

ALhamdulillah kata ibu mertua enak, beliau seneng dengan kulit soes bikinanku. Kata beliau soes ini lebih enak dibanding soes bikinan tukang kue di tempat tinggal beliau...Lega....
Begitu suami pulang kampus, beliaupun juga langsung serbu soes yang telah aku siapkan.
Senengnya kalau semua senang..jadi semangat lagi untuk ke dapur, walaupun udara dingin (suhu selalu dibawah 8 derajat) telah menyelimuti kami sepanjang hari.


Selasa, November 17, 2009

Telur Ayam Kecap

Bismillahirrokhmanirrokhim

Akhirnya kembali ke dapur lagi...setalah sekian lama tidak berpetualang ke dapur. Sejak kedatangan yang ti ke Saga, jam terbang ke dapur jadi berkurang sekali, yang ti yang sering masak. Seneng sekali, setiap hari bisa makan masakan yang ti yang dijamin enak dan nambah terus...(bagaimana mau kurus....rugi ..mumpung ada yang masakin...). Duh, nyuwun ngapunten yang ti...
Salah satu menu andalan yang ti telur kecap. Yang dibawah ini, hasil telur kecap yang pertama kali dibikin di Saga. Anakku jadi kalab, si sulung bisa habis 5 biji sehari, sedangkan adiknya 4 biji. Rekor tertinggi makan telur selama ini. Untung perutnya gak apa-apa.

Bahannya simple, gampang, namun cukup memakan waktu yang lumayan lama. Semua bahan ada disini. Bumbunya juga dikira-kira.
Bahan yang dibutuhkan telur, dicuci bersih, rebus dengan garam sampai matang, kupas kulitnya.
Bumbunya juga semua dikira-kira alias tanpa diukur. Bawang putih halus, kecap manis, merica, air asem yang sudah disaring, garam, air.
Caranya : tumis bawang putih sampai harum, masukkan merica
Masukkan tumisan bumbu ke dalam telur yang sudah dikupas dalam panci besar, tambahkan kecap, air, air asem dan rebus kembali hingga telur berwarna coklat mengkilap. Kurang lebih 1 jam dalam api sedang.

Siap untuk disajikan.
Ini salah satu menu yang saya bawa ke abance untuk dijual minggu kemaren. Hasilnya lumayan, walaupun tidak semua habis terjual, namun sampe rumah semua langsung ludes.
ALhamdulillah resep dapur safa bertambah lagi, terima kasih yang ti.

Selamat mencoba

Selasa, Oktober 20, 2009

Nasi Goreng Spesial ALa Bapaknya Anak-anak

Nasi Goreng, dalam bahasa Jepangnya orang biasa menyebut yaki mesi atau bahasa chinanya cha han ... ya...saya kira semua orang sudah pernah makan nasi goreng. Nasi goreng terkenal di seluruh antero negeri Indonesia. Bahkan di luar negeripun nasi goreng indonesia sangatlah dikenal dan sangat familiar dengan Indonesia. Sejak saya tinggal di Jepang, lebih dari 4 tahun sudah berkali-kali saya diundang untuk membuat nasi goreng, entahlah sudah berapa puluh kali, saya memenuhi undangan tersebut. Pernah suatu kali saya diundang bikin nasi goreng untuk dimakan kurang lebih 100 orang, kalau tidak salah sekitar 15 kilo saya bikinnya. Waktu itu saya dibantu oleh 2 orang asisten, ya...lumayan pegel tangan ini... tapi pada ujungnya senang, karena semua nasi goreng habis tak bersisa, bahkan ada yang penasaran minta diajari bikin nasi goreng di rumah di lain hari. Ya, nasi goreng dikenal enak dan mudah membuatnya.


Untuk menu sehari-hari di rumah, biasanya nasi goreng cocok untuk sarapan pagi juga untuk menu makan malam keluarga kecil kami. Kalau di rumah yang biasa bikin nasi goreng suamiku. Rasanya lebih mantab, padahal bumbunya sama...ehehhee...mungkin ngaduknya kuat kali ya.

Bumbu yang biasa juga standar, cuma bawang putih di keprek/memarkan, tumis hingga wangi, masukkan nasi, tambahkan sedikit mrica dan sedikit butter/mentega, garam, kecap kalau suka dan terakhir tambahkan bawang goreng sebagai taburan. Bisa juga di tambahkan berbagai macam sayur, saya biasa pake buncis yang diiris serong tipis, sedikit wortel yang diiris tipis, telur goreng orak arik, dan dendeng sapi atau sesuai dengan selera.


Rabu, September 16, 2009


Alhamdulillah ... akhirnya luluh juga hati ini untuk kembali ke dapur... setelah kemaren pagi sempat telpon rumah, hiks hiks sedih kakakku sekeluarga sudah ada di rumah ibuku, sudah banyak tersedia berbagai macam hidangan khas "Ndeso" nya ibuku. Jadi sedih deh, lebaran harus kulewati lagi di rantau... apadaya lah kalau memang belum mampu.

Sebelum ke kue, mau sedikit cerita dulu, Kemaren banyak sekali hal-hal aneh, lucu dan juga berita gembira yang saya jumpai. Mulai dari di hoikuennya Safa, begitu melihat saya, senseinya anak2 langsung deh bercerita kalau kemaren lihat saya dan anak2 masuk tv, di sts mama, Saga Terebi... begitu dia cerita panjang lebar dan kelihatan seneng banget. Eh begitu di tempat nguli juga begindang, si embah yang biasanya ngantuk malah ngajakin ngobrol, mulai dari terpilihnya PM baru Jepang, Hatoyama sampai uang pensiun dan hoken/asuransi anak2 yang sebentar lagi naik (kalau ini mah ikutan horeee.....alhamdulillah) juga heboh akan aku dan anak anakku yang masuk tv. Woalah.... kok yo pada lihat to itu orang2 ... Dari rumah simbahnya mampir ke warungnya obacan yang jualan sayur, Tambah lebih gilalagi hebohnya, lagi2 membahas saya dan anak2, weleh kok podho seneng kabeh, jare koyo artis, padahal yang ngalamin mah biasa saja... hehhehee...biar jelek saya dulu pernah terpilih sebagai model Saga Shinbun dan juara merangkai bunga se propinsi Saga lho kekekeke...wek wek wek...

Masih kepikiran sama jajanan yang ada di rumah, daripada ngeces, nyalain komputer, cari resep kue kering. Pilihan jatuh ke Kastengel. Kebetulan semua bahan tersedia, jadi deh sore kemaren nyoba bikin dan alhamdulillah hasilnya kata suamiku sih lumayan, buwat pemula seperti saya. Karena ini juga kastengel pertama yang saya bikin. Begitu sampe rumah anak2 yang tadinya ngantuk, terutama Safa (karena hari selasa ada kelas renang, jadi capek) langsung deh semangat dan melek, selesai ganti baju dan cuci tangan langsung nyerbu kastengel sampai habis hampir 1/2 toples ...Alhamdulillah...senengnya kalau anak2 gampang maemnya, jadi enak emaknya ...

Lebaran masih beberapa hari lagi, bagi yang tidak mudik atau tidak bisa beli (karena tidak ada yang jual), bisa mencoba resepnya. Gampang kok. Hayoo ciptakan suasana lebaran seperti di tanah kelahiran...Mumpung masih ada waktu.

Resepnya saya nyontek dari resepnya bu Fatmah Bahalwan, suhunya NCC.
Mantab betul, matur nuwun bu Fat. Barokalloh ilmunya.


Kaastengel Bunga

Bahan:
300 gr mentega
200 gr keju tua parut
400 gr tepung terigu protein sedang
2 sdm susu bubuk
2 btr kuning telur

Bahan polesan:
2 btr kuning telur

Taburan : Keju cheddar parut.

Cara membuat:
Kocok mentega dan telur dg kecepatan rendah, sebentar saja,
masukkan keju, aduk rata, masukkan tepung terigu, aduk rata.
Tipiskan adonan dengan bantuan plastik lembaran, poles dengan bahan polesan, taburi keju cheddar parut.
Cetak, tata di loyang. Oven hingga matang. Suhu 125'C selama 20 menit.



Alhamdulillah akhirnya sedikiti terobati kerinduan ini.

Kamis, Juli 30, 2009

Ikan Berkuah

Saat itu iseng saja lagian pas gak ada kerjaan, begitu selesai ngantar anak-anak ke hoikuen langsung kekayuh sepedaku ke Ankuru, ya kurang lebih 15 menit. Sampe Ankuru kulihat banyak sekali obachan dan ojichan yang lagi berdiri ngantri didepan pintu masuk. Woalah....aku kepagian.... pukul 10 kurang 7 menit. Berarti 7 menit lagi toko buka...
Gak apalah, sekali-kali mengamati keadaan sekitar di pagi hari. Tak terasa lamunanku berakhir saat mendengar jejak kaki mereka berlarian menuju ke dalam dan langsung kearah pojok (tempat dijual ikan segar).
Ternyata oh ternyata di Ankuru kalau pagi hari itu murah sekali, ikannya besar-besar dan murah lagi. Harganya antara 2 hingga 5 kali lipat lebih murah dibanding dengan toko/swalayan lainnya. Ikan saba yang biasanya 200 yen an, kemaren 100 dapat 3. Alhamdulillah... rejeki....dan belinyapun tidak dibatasi, berapapun dia mau boleh...

Jadilah hari itu hidangan ikan saba kuah, dengan ramuan bumbu ibunya Safa. Berkat jam tayang kerjaan saya di dapur selama hampir 6 tahunan, kekekekeee.... dengan resep uji coba mulai dari kasinen, kemanisen, ataupun hambar... akhirnya jadilah hidangan- hidangan yang cukup disukai keluargaku. Thanks ya mas... apapun rasa masakanku engkau selalu memakannya .... Semua dimasak dengan bumbu cinta, ikhlas dan pastinya tidak perlu tambahan masakan Monosodium Glutamat/Vetsin. Jika anda semua cinta anak-anak jangan coba racuni anak dengan vetsin, karena akan merusak kecerdasan otak anak, alias lambat. Bukan itu saja, tapi pada orang dewasa kelebihan penggunaan MSG akan menyebabkan tidak sehat, sering pusing. Sehingga aku sangat-sangat jarang menggunakannya (paling sekali-kali kalau pas kepingin masak pake bumbu Instant (Soto, Rawon, gule....karena sering dapat oleh-oleh dari teman-teman) . Eh.. pake juga ya....


Stop deh, jadi kebablasan prolognya... jadi deh ramuan bumbu yang kubikin, kata mereka sih enak, terbukti semuanya habis tak bersisa (kecuali duri...hehehehe). Btw enak atau memang gak ada pilihan terus lapar ya...? entahlah ...

Bahan :
2 ekor ikan saba ukuran besar, potong menjadi 4 bagian, (kepala dibuang), cuci hingga bener-bener bersih
Air Jeruk nipis
Bawang putih, iris tipis
Bawang bombai iris tipis
Jahe, iris tipis
Daun jeruk
Laos, memarkan
Paprika merah, iris tipis
Pete, secukupnya
Santan dan air secukupnya
Garam dan gula secukupnya
Tomat hijau segar (kali ini panen dari pohon tomat depan rumah), bagi menajdi 8 bagian

Tumis bawang putih hingga halus, masukkan bawang bombai, jahe, pete, aduk hingga pete setengah matang
masukkan ikan, aduk pelan, tambahkan perasan air jeruk nipis
Masukkan daun jeruk, laos, paprika, aduk pelan2
Tambahkan santan, tomat, garam dan gula
Tunggu hingga mendidih dan siap untuk dihidangkan

ALhamdulillah ... bertambah lagi koleksi hasil karyaku.

Orak arik Telur Ikan

Alhamdulillah, kebetulan lagi dapat telur ikan kesukaan anak-anak. Bosen dipanggang/digoreng, kali ini saya coba bikin bumbu orak arik.
Bahan :
200 gram telur ikan segar, potong kurang lebih 2 cm
Bawang bombai, iris tipis
Bawang putih iris tipis
Merica secukupnya
Paprika, iris tipis
Mentega untuk menumis
garam secukupnya

Cara :
Panaskan mentega, tumis bawang putih hingga harum
Masukkan bawang bombai, tumis hingga layu
Masukkan telur ikan dan paprika, aduk pelan
Masukkan merica dan garam secukupnya, aduk pelan hingga bumbu tercampur rata

Selesai dan siap disajikan. ALhamdulillah anak-anak seneng, dalam sekejab semua habis dimakan anak-anakku. Senengnya melihat mereka lahab makannya... kalau begini bapak ibunya hanya bisa gigit jari... gak kebagian...

Spageti Cepat saji

Musim panas tiba, maunya makan juga yang cepat saji. Gak betah lama-lama di dapur. Ini nih kalau saya lagi muales.... spagethi diatas yang bikin suamiku.
Pake bumbu cemplang cemplung plus brokoli rebus. jadi deh...

Banana Cake dan Green Tea pound cake


ALhamdulillah beberapa waktu lalu sempat dapat pesenan dari teman Jepang. Yamazaki san dan Ishikuma san ternyata seneng banget sama kue kue buatanku. Katanya sih rasanya pas, manisnya juga pas, tidak terlalu manis sebagaimana kue- kue yang dijual di sini. Katanya dia terbantu sekali, karena sebagian besar kue kue yang dijual disini terlalu manis buatnya. Maklum Yamazaki san sudah berusia senja, begitupun dengan suaminya. Usianya sekitaran 77 tahun. Namun dia masih sehat dan melakukan kegiatan rumah hanya dengan suaminya. Senengnya membuat orang lain bisa seneng. Untuk harga pun saya tidak pernah mematok harganya, saya serahkan pada yang pesan, mau dikasih berapa. Karena saat ini saya masih tahap belajar. Alhamdulillah...

Minggu, Juli 19, 2009

Soup Tiram Misoshiru

Oishiisou.... mama tabetai... Begitulah celotehan anak perempuanku saat itu. Yang artinya kurang lebih kelihatannya enak, mama mau makan itu...


Soup ini sangatlah gampang dibuatnya. Sebenarnya untuk musim dingin cocok, tapi alpalah daya...yang penting anak-anakku lahab memakannya. Saat musim panas begini, sayalah mungkin orang yang paling malas untuk berlama-lama di dapur. Masakan yang saya sajikannya pun semuanya tergolong yang cepat-cepat dan sekali makan langsung habis. Kalau tidak begitu sayang, karena sedikit saja terlambat menyantabnya, makanan yang kita buat akan cepat basi.
Mup misosiru ini sangat terkenal di Jepang, namun sekali lagi kita juga harus jeli dalam segala hal, takut ada bahan-bahan yang tidak boleh dalam kandungan sup itu.
Di sekolah anak-anak juga sering mengkonsumsi misosiru, tentunya dengan ingredient yang berbeda dengan teman-temannya alias "spesial tidak pake sake, mirin ataupun alkohol".

Safa dan Rafif sangat suka akan misosiru, jadi menu ini bukanlah yang spesial ataupun istimewa bagi keluarga kami. Isinya pun juga tergantung selera, tidak terpacu pada tofu, kombu ataupun telur. Nah kali ini saya coba pakai tiram dan hasilnya alhamdulillah anak-anakku lahab memakannya dan sampai-sampai nambah lagi.

Soup Tiram Misosiru

Bahan :
8 biji tiram dalam ukuran besar (cari yang ada telurnya, biar anak-anak suka), cuci bersih
Daun bawang, iris tipis
Miso jepang/ taucho... sesuai selera
Kombu (sesuai selera)
Air secukupnya
Mini tomato (optional)

Rebus air hingga mendidih, masukkan bumbu miso, aduk rata,
masukkan Tiram, hingga matang/lunak
Masukkan kombu, tunggu sebentar hingga mendidih
Matikan api, tuang ke dalam chawan, taburkan daun bawang dan mini tomato
Siap untuk disajikan.
Gampang kan...

Kalau saat musim dingin, sup ini enaknya dimakan saat masih panas-panas, sebaliknya kalau musim panas begini anak-anak lebih suka memakan disaat sup sudah dingin.

Kamis, Juli 16, 2009

Sate Kambing Sambel bumbu Padang Ala dapursafa

Kenapa selalu pake ala dapursafa ? karena bumbunya menyesuaikan keadaan yang ada di dapur alias alakadarnya.


Sekedar koleksi resep masakan, siapa tahu nanti bisa saya pakai di kesempatan lain.
Kebetulan suami saya seneng banget maem sate, pas kemaren bikin sate, tiba-tiba saja pingin sambelnya berbeda. Saya coba browsing dan saya dapatkan resep seperti ini. (sumber dari Almarhum Teh Inong), barokallah ilmunya ya teh... mudah-mudahan ilmunya menjadi ladang amal jariyah.
Mencoba resep dari berbagai daerah di INdonesia....

Bahan sesuai dengan resep asli, hanya berapa banyaknya saya sesuaikan dengan selera penikmat dapur setia saya.

1/2 kg daging kambing, potong kotak memanjang, cuci bersih
Bawang putih
Bawang merah
Daun Kunyit,
Serei,
Merica,
Daun jeruk
Jinten
Laos
Cabe (saya tidak pake cabe, karena ada anak-anak, suami cukup saya tambahkan cabe seger di potong-potong)
Ketumbar
Jahe
Garam secukupnya
gula dan air secukupnya
Tepung beras secukupnya
Bawang goreng sebagai pelengkap

Cara :
Blender bawang putih , bawang merah, jahe, jinten, laos, merica, sereh, daun kunyit, garam, gula, rendam dalam bumbu kurang lebih 1 jam
Tambahkan air secukupnya (kurang lebih 3 gelas), rebus hingga daging lunak, kalau kurang bisa ditambahkan air lagi
Setelah daging lunak, angkat dan ambil dagingnya saja
Sisa air/bumbu kembali direbus bersama dengan tepung beras, campur dan rebus hingga kental
Kemudian tusuk daging hingga berbentuk sate
Panggang sebentar

Siap disajikan dnegan nasi hangat

Alhamdulillah bertambah koleksi masakanku.



Selamat menikmati....

Rabu, Juli 01, 2009

Green Tea Pound Cake


Hari ini hujan tiada henti, ya sudah 3 hari disini hujan deras. Senin, selasa sempat kehujanan sepulang dari kegiatan rutin, jadi gak sempat mampir beli makanan ringan anak-anak. Anak-anak dirumah, seperti biasa Safa selalu ngajakin bikin kue. Apapun kuenya yang jelas Safa seneng banget bantuin walaupun cuma pegang mixernya.

Saya coba browsing resep dan akhirnya pilihan jatuh ke Green tea pound cake, sekilas melihat gambarnya menarik. Kuintip bahan-bahan dan ternyata semuanya ada, kecuali maccha/bubuk teh ijo...adanya maccha latte (bubuk teh ijo yang ada susunya).
Langsung deh kita bertiga rame-rame bikin, alhamdulillah anak-anakku bis adiajak kerjasama, tanpa mengganggu..

dan jadinya seperti penampakan dibawah :



Resepnya saya ambil dari Japanese food.about.com.
Bahan -bahan yang diperlukan :
2 biji telur
1 cup terigu
2/3 cup gula
1/2 cup butter
1 sdm maccha (saya pake 2 sdm maccha latte)
1 sdt baking powder

Caranya :
Gula dan butter dikocok hingga tercampur rata, masukkan telur, kocok hingga benar-benar kental
Masukkan terigu, maccha, baking powder dan aduk pelan (aduknya pake spatula ya, jangan pake mixer) hingga semua tercampur rata.
Olesi loyang dengan mentega
Masukkan adonan ke dalam loyang dan oven ke dalam oven yang sudah dipanaskan kurang lebih di suhu 160 derajat selama kurang lebih 40 menit atau sampai matang



Saya sudah habis 2 potong, begitu bangun tidur anak-anak masing-masing sudah habis 3 potong dan susu segelas, sementara suami masih ngampus. Lumayan rasanya, rasa maccha nya kentara sekali.

Satu lagi koleksi hasil karyaku, mudah-mudahan bermanfaat.

Senin, Juni 29, 2009

Potato Salada

Kebetulan disini lagi musim panen sayuran. Walaupun saya tidak punya kebun atau menanam sendiri, saya ikut memetik hasilnya. Banyak teman Jepang dan tetangga yang memberi dan mengantar berbagai macam hasil bumi ke rumahku, diantaranya daikon/lobak, sawi, horenso, kentang, bawang bombai/tamanegi, ninniku/bawang putih, buncis, kyuri/ketimun, nasu/terung, bawang merah, satsumaimo/ubi merah, ninjin/wortel, kabucha/waluh, daun salada, renkon/akar bunga teratai, dan berbagai macam sayur lainnya secara bergantian. Nenek sebelah rumahku memberiku satu tas plastik besar berisi kentang dan bawang bombai yang diletakkan begitu saja di depan pintu genka, juga Megumi san yang selalu mengantarkan sebagian panenannya ke rumah, Oyaasan, sensei volunter, bahkan tetangga rumahnya Yooko senseipun memberi bawang bombai satu tas plastik besar ... alhamdulillah rejeki...

Terkadang saya sampai bingung mau kujadikan sayur apa, karena terkadang saya tidak tahu cara mengolahnya menjadi makanan. Al hasil kalau seperti itu saya selalu menunggu sensei volunter datang ke rumah dan menanyakan bagaimana mengolahnya... Habis sayuran semacam ini biasanya di Indonesia tidak dijumpai... Akhirnya senseipun turun tangan ke dapur untuk memasakkannya .... Gak sopan ya...sudah ditolong masih dimasakin hehehe...(saya gak minta memasakkan kok cuma tanya biasanya dipakai apa....sensei yang dengan suka rela memasakkannya buat kami hehehe)....

Hari ini saya buat potato salada yang sempat diajarkan Yooko san beberapa waktu lalu. Lumayan hasilnya, enak, anak-anak dan suami saya suka, lumayanlah buat variasi menu.

Bahan :

Kentang ukuran besar 4 biji, cuci bersih dan kukus sampai matang, buang kulitnya dan lumatkan hingga hancur
Wortel 1 biji, kukus setengah matang lalu iris tipis
Kyuri//ketimun 1 biji, iris tipis
Mayounese secukupnya
Merica secukupnya
Garam sedikit saja
Ayam cincang 100 gram yang sudah direbus dan dibumbui bawang putih yang dimemarkan dan merica (jika suka)
Bawang bombai 1 biji , iris kotak-kotak tipis

Cara :

Masukkan kentang yang sudah dihaluskan ke dalam wadah/baskom besar
Masukkan wortel, ketimun, bawang bombai, ayam cincang, merica, garam dan mayounese
Aduk hingga semuanya tercampur rata dan sesuaikan dengan seleara lidah keluarga...
Tuang dalam tupper ware, dan masukkan ke dalam reizoko (kulkas).
Lebih enak jika disajikan saat dingin-dingin...
Selamat menikmati...

Kebetulan sekali Safa dan Rafif suka sekali, kata Safa di hoikuen sering makan potato salada, tetapi tidak pakai cikin/ayam... yasai dake... sayuran saja.

Alhamdulillah satu lagi koleksi resep masakan saya bertambah.

Rabu, Juni 24, 2009

Nasi Biryani Ala dapur safa

Resep nasi biryani ini saya peroleh dari Musume san, teman dari Bangladesh. Saat kehamilan Rafif di awal-awal bulan, dia sering datang ke rumah dengan membawa makanan khas negaranya. Mulai dari membikinkan saya nasi biryani, membawakan sayuran, cabe, membuatkan lauk dan berbagai makanan lainnya. Dia orangnya baik dan lugu banget... Tahu saya bener-bener teler di awal kehamilan sepertinya dia tahu banget kondisiku saat itu...jadilah dia sering ke rumah menawarkan segala bantuan. Alhamdulillah dia sekarang juga sedang hamil anak keduanya, sayang rumahnya sekarang jauh, dia tinggal di Tenno danchi... jadi saya tidak bisa mengantar sesuatu ke rumahnya, kadang-kadang saja saya titipkan ke suami dan selanjutnya dititipkan ke brother Kashim, baru malam harinya sampai di Musume san ehehhehe... berantai.

Setelah kelahiran Rafif dia datang ke rumah bersama suaminya brother Khasim dan anak laki-lakinya Sajid. Dia membawa beras brahmati yang katanya langsung dikirim ibunya dari Bangladesh plus bumbu-bumbunya.
Sedangkan saya dirumah cuma menyiapkan daging kambing saja...

Resep Nasi Biryani dari Musume san

3 cup beras brahmati, cuci bersih dan tiriskan hingga benar-benar tak ada airnya
3/4 kg daging kambing, iris sesuai selera
2 butir bawang bombai, iris kotak-kotak kecil
5 siung bawang putih, haluskan
3 cm jahe, haluskan
2 sdm bumbu Biryani Bombay Masala, produk Pakistan
Rempah-rempahnya terdiri dari cengkih, asem bangladesh (mirip sama asemnya indonesia, cuma agak lebih besar ukurannya), jinten, kayu manis, daun roreru (bahasa Jepang) daun seperti daun salam, kapulaga dan garam secukupnya.
4 cabe hijau/sesuai selera
4 sdm mentega
Air panas secukupnya

Panaskan mentega dengan api kecil, tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang bombai hingga benar-benar keluar aroma harumnya, masukkan jahe, aduk rata.
Masukkan kambing, aduk hingga berubah warna
Masukkan semua bumbu rempah-rempah, aduk rata
Masukkan beras dan sangrai bersama bumbu-bumbu diatas beberapa menit

Tuang semua yang diatas ke dalam rice cooker dan beri air panas secukupnya (air tidak saya ukur, saya kira-kira saja, sama halnya dalam memasak nasi setiap harinya).
Pencet tombol memasak dan sekali-kali rice cooker dibuka untuk mengaduk nasi dan bumbu-bumbunya agar tercampur rata sempurna.

Tunggu beberapa saat hingga matang dan siap untuk dihidangkan. Lebih enak kalau dimakan disaat sudah mulai hangat.

Alhamdulillah...satu lagi koleksi resep masakan saya bertambah