Kamis, Mei 05, 2011

Takenoko gohan, Wakame misosiru, chikin karage (Nasi rebung, sup rumput laut, ayam goreng tepung).

Yuk semangat ngebento buat anak2... Ini bentonya Safa dengan menu yang telah ditentukan dari sekolahnya.

Takenoko gohan

Takenoko Gohan :
DIbuat berdasarkan menu dan bumbu menyesuaikan dengan bumbu2 halal. Dibuat dari Beras, rebung yang telah diiris kecil2, ninjin/wortel yang telah diiris kecil, jamur shiitake yang diiris kecil2, dan daging ayam yang diiris kecil juga. Semua bahan dicuci bersih, masukkan bumbu2nya cuma syouyu (syouyunya pun saya sesuaikan ...anak2 kalau terlalu banyak juga gak begitu suka, jadi sesuai selera), gula (sebagai pengganti sake dan mirin... yang tentunya tidak boleh), sedikit garam dan merica... kemudian dimasak seperti biasa dalam rice cooker.


Wakame Mishosiru dan chikin karage

Wakame misosiru :
bahan yang diperlukan wakame (rumput laut), saya belinya rumput laut yang kering, karena mudah penggunaannya dan awet, tofuage (tahu yang sudah digoreng), ninjin (wortel) iris tipis, tamanegi (bawang bombai), iris tipis/potong kotak, niboshi (kaldu ikan). Bumbu sup nya bikin sendiri saja, jangan beli yang instan, gampang kok bikinnya, cuma miso (cari miso yang bisa dimakan ya....awas kadang2 ada mirin atau alkoholnya), sedikit nasi putih, sedikit gula dan syouyu, katsuobushi dan konbu. Caranya... didihkan air, masukkan sedikit nasi putih, katsuobushi, konbu, masukkan ninjin, tamanegi, wakame dan tofuage yang sudah diiris tipis, kemudian masukkan miso (dengan cara disaring biar ampasnya gak ikut masuk sebagai kuah). Didihkan, siap untuk disajikan dengan taburan daun bawang diatasnya. Berhubung dibawa ke sekolah, ya sudah... langsung masuk tempat bento.

Chikin Karage (ayam goreng tepung)

Kalau yang ini gampang bikinnya, bahan yang diperlukan ayam halah tentunya, potong sesuai selera, lumuri dengan garam, bawang putih dan merica saja (sesuai petunjuk menu sekolahnya). Diamkan beberapa saat...(kalau aku biasanya sudah kurendam dari semalam, lalu kumasukkan dalam kulkas), gulingkan dalam tepung terigu yang sudah ditaburi sedikit merica dan garam. Goreng...jadi deh...

Bentonya Safa, Takenoko gohan, wakame misosiru, chikin karage

Alhamdulillah bentonya semua habis... semangat yuk nak... biar mama juga semangat

Bento2 Sederhananya Safa Onechan

Onigiri, dan berbagai macam rebusan telur, asparagus, wortel, sosis dan brokoli), mini tomato


Alhamdulillah, dah sedikit normal setelah sibuk berbenah dari pindahan rumah... byuh ternyata lumayan menguras tenaga. Alhamdulillah juga atas kesempatan yang telah diberikanNya. Sekarang, tepatnya per tanggal 8 April 2011 Safa onechan sudah masuk di Shogakko (alias Sekolah Dasar). Tahun ajaran baru dimulai di awal April. Tidak seperti di hoikuen dulu, pihak sekolah mau menyediakan makanan anak2 sesuai dengan permintaan kita (non butaniku - daging babi, non chikin -ayam, non niku-daging sapi, non mirin, non sake, non alkohol, non shortening, non wine).... alias makan sayur tanpa bumbu2 terlarang diatas, dan lauknya setiap hari kisaran ikan dan keju.... Hontouni arigatou hoikuen no kyusoku no sensei, yasasi naaa.... jumbi ga ishokenme gambatta nee...~^_^

Asal bikin, asal rebus, cemplang cempung

Nah beda dengan di Shogakko, dengan sangat berat kyusoku no sensei (sensei yang masak/koki) minta maaf tidak bisa menyediakan makan siang anak2, karena keterbatasan semuanya. Dari kurang lebih 700 siswa SD, hanya 4 anak yang muslim....jadi yaaa hontouni sensei tachi wa gomen nasai aka minta maaf dengan sampe membungkukkan badan sambil merasa bersalah begitu.
Onigiri/ nasi kepal dengan hiasan nori/rumput laut dan berbagai macam furikake (sayuran dan ikan salmon)

Tapi kami tidak apa2, malah serasa lebih anzin/aman... kalau anak2 bawa bento sendiri, dari pada malah kepikiran tentang apa2 yang dimakan anak di sekolah (terutama bumbu2nya...kalau sayurnya mah kebanyakan sama...).
Pihak sekolah "hanya" memberi secangkir susu dan buah2 an saja.
DAn alhamdulillah anakku Safa sudah mengerti, dan mau bawa bento setiap hari. Karena sejak kecil sudah kami ajarkan tentang makanan halal dan haram alias mana -mana makanan yang boleh dimakan dan mana makanan yang tidak boleh dimakan, beserta alasannya. Well, so far so good, she is verry pretty girl...walah...opo hubungane...

Namun semua bento2 yang kami bawakan ke sekolah setidaknya mirip dengan makanan yang disediakan di sekolahnya. Maka dari itu kami diberi menu yang setiap hari harus dibuat, lengkap dengan zairiyo (bumbunya)... lumayan lah buat bikin emaknya harus rajin2 bangun pagi.

Fotoi diatas bento pertama tanpa menu yang dibuat untuk enshoku (piknik aka jalan-jalan) ke SHinrin koen... jalan kaki kurang lebih 3 km dari sekolahnya... semua siswa diwajibkan bawa bento dan air minum...aka ocha/teh ijo. Lumayanlah semua bento yang kubawakan selalu habis dan ini sebagian foto bento yang sempat kufoto...hihihihii...habis kalau pagi suka ribet...banyak bareng bawaannya (padahal kalau bawaan ke sekolah udah disiapkan sejak sore)...bangunin anan juga lumayan ....yah biasanya kalau di hoikuen masuknya jam 1/2 10...harus masuk pagi jam 1/2 8 jadi ya ...harus berjuang ...
Semangat yuk Safa onechan...semangat yuk semuanya.... mudah2an mama gak males2 bikin bentomu sesuai dengan menu sekolahmu...


Selasa, Maret 29, 2011

Liburrrrr Untuk sementara waktu yang belum bisa dipastikan, dapur safa libur dulu. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf, sampai bertemu lagi dilain kesempatan.

Jumat, Februari 25, 2011

Maccyan


With mama, my little family, tante Marita's family and mbak Rani


Sama mama, sofuto cream rasa ubi, oishikatta

Tofuage (Tahu goreng Maccyan, Machan nama tempat di sebuah pegunungan antara Saga-Fukuoka)

Bila pingin refresing dengan udara yang super duper sejuk, pergilah ke Machan. Sepanjang perjalanan keluar dari Yamato kita akan lalui jalanan yang menanjak dan berbukit, sawah berbentuk terasiring dengan tumbuhan padi dan sayuran yang segar, pepohonan yang rimbun...hemmmm serasa kembali ke kampung halaman. Suamiku suka sekali pergi ke Machan, semacam pasar tradisional yang menjual hasil bumi, beras, buah dan sayuran segar, murah dan membawa kita ke beberapa tahun silam kebelakang. Persis seperti suasana di film little missi atau pasar tradisional kampungku.

Ada beberapa menu yang ditawarkan disana selain daripada hasil bumi, sekarang ada paket baikin, makan ambil sendiri, ditimbang, baru dibayar di depan kasir. Ada oden (kalau ini kami tidak suka beli, karena lihat saja sudah kenyang, karena tempatnya juga gedheeeee... gak rekomended deh).... ada Udon yang lumayan dan mempunyai rasa yang khas dibandingkan dnegan udon2 di tempat lain, ada berbagai macam sukemono aka acar (daikon/lobak, wortel,sawi putih, bawang putih, dll), tofuage, kinakopan, nugget tofu, tofupan, soft cream berbagai rasa, ada rasa wijen hitam, rasa ubi, rasa strawberry segar, rasa blueberry, rasa kedelai, rasa melon....ehmmm...hanya ada disini, ditempat ini...

Tofuage, aka tahu goreng ditaburi katsuobushi (irisan ikan tongkol asap), diberi irisan daun bawang, pake soyu (kami tidak pernah pake soyu, karena ingredientnya gak jelas), sambel jeruk. Dimakan saat masih anget, ehmmm tahunya yang empuk menul menul, bedaaa banget dengan tofu yang dijual di supermarket2 di Saga...bener2 fresh... dengan aroma kedelai segar menambah mantab rasanya dan selera makan jadi ehmmmm.... pingin nambah lagi.


Udon dan Tofuage

Seperti tempat ini akan selalu menjadi kenangan tersendiri bagi kami, tempat yang indah untuk melepas segala penat dan segala permasalahan dunia. Kembali dari Machan, fikiran jadi fresh kembali, dan siap menyongsong hari-hari selanjutnya.

Selasa, Februari 22, 2011

Tiramisu Lagi

Resepnya ada disini.

Senin, Februari 21, 2011

Sabetto Yogurt

Es Serut aka dapursafa atau nama kerennya di Jepang sabetto.

Kebetulan sekali keluargaku menyukai ini. Biarpun dingin begini, turun saljupun disini kebiasaan minum es krim tetap berlanjut. Sehat, higienis, gampang dan murah lagi. Bikin yukkk...

Anak-anakku suka nyebut es krim yogurt oishii mama...

nankai demo okawari mama...

Seger....enak.... mama okawari

Sabetto

Resep dari Nakayoshi Yoko

500 ml Yogurt plain

200 ml gyunyu (susu sapi segar)

Gula (optional) atau madu atau susu kental manis (optional), tapi anak2ku lebih suka yang plain.

Campur yogurt plain bersama gyunyu, aduk hingga tercampur rata. Kalau suka tambahkan gula, kalau gak pake gula pun juga gak papa.

Masukkan dalam wadah dan tutup.

Masukkan ke dalam freezer, 30 menit kemudian, ambil, buka dan aduk lagi.

Masukkan ke freezer lagi, ambil, buka dan aduk2 lagi.

Lakukan kurang lebih 3 atau 4 kali.

Segera hidangkan

Gampang kan ?

Anda peduli dengan keluarga, peduli kesehatan ?Yuk bikin aneka makanan sehat buat keluarga.

Alhamdulillah...satu resep baru lagi ada di dapursafa.

Jumat, Februari 18, 2011

Telur Dadar Bumbu Dashi

Sebenarnya ini telur dadar biasa, cuma bumbunya saja diganti sama dashi aka sari ikan plus sedikit gulad an soyu. Di dadar ala masakan Jepang. Bikinnya guampang.

Bahan bahan semuanya ada di rumah, yang pasti murah meriah, cuma telur, dashi (sari ikan), negi (daun bawang), soyu dan sedikit gula. Kocok telur, masukkan dashi, soyu, gula kocok lagi dan masukkan irisan daun bawang. Panaskan penggorengan dengan minyak sedikit saja (hanya untuk olesan saja, pake butter atau margarin juga bisa). ambil satu sendok sayur, ratakan ke seluruh bagian penggorengan. Setelah berubah warna/matang, segera gulung dan letakkan di pinggir penggorengan, segera tuang satu sendok sayur lagi, Goyang2 hingga seluruh penggorengan rata dengan adonan telur dan nyambung dengan telur yang sudah digulung tadi (mudah2an bisa dimengerti). Intinya ini nyambung terus...

Lakukan hingga habis. Angkat, taruh diatas paper kitchen untuk mengurangi minyaknya. Potong2. Gampang kan...

Lumayanlah untuk variasi telur dadar. Walaupun bahannya sama, kalau rasanya beda, anak-anak jadi lebih semangat maemnya. Bisa juga dibentuk segitiga, bulat atau segiempat juga lho, saat menggulung kita sesuaikan saja. Bisa kreasi bentuk sesuai keinginan.

Selamat mencoba.

Alhamdulillah satu lagi koleksi masakanku di negeri sakura bertambah.

Salad Retasu Banana

Salad Retasu banana

Mumpung ada waktu, juga akses internet masih wash wush wash wush... juga mumpung rajin ngumpulin masakan2 yang pernah aku buat disini. yups... sutato...

Namanya asal saja, asal keluar, saya sesuaikan dengan bahan bahan yang dimasukkan. Berawal dari jalan-jalan waktu itu, pak Tsutsumi bawa salad segar banget. Anak-anak jadi ketagihan, jadilah kami sering bikin salad ini dengan mudah. Dan rasanya anak2 cocok. Bisa buat variasi saat semuanya bosen. Lumayan segar dan dalam sekejab semuanya ludes oleh anak2.

Salad by dapursafa

Resep by Pak Tsutsumi :

Semua dikira2, cemplang-cempung, semua bahan hampir sama komposisinya.

Bahannya :

Daun Retasu untuk membungkusnya

Jagaimo (kentang), rebus, lumatkan

Kyuri (ketimun), potong tipis (masukkan dalam air garam beberapa saat)

Ringo (Apel), kupas, potong kotak, rendam dalam air garam sementara waktu

Tamago (telur) rebus, potong2 kotak

Ninjin (wortel), potong dadu, rebus setengah matang, angkat tiriskan

Budho ( anggur), kupas kulitnya, buang isinya akalau ada, rendam dengan air garam sebentar saja (biar tidak berubah warna)

Banana rendam dalam air garam beberapa saat, kemudian lumatkan.

Mayounese dan garam

Masukkan semua bahan diatas, kecuali daun retasu dan terakhir mayounese dan garam. Campur pelan2, masukkan mayounese dan garam, aduk lagi.

Letakkan diatas daun retasu, siap untuk disajikan. Akan didapatkan salada dengan aroma banana, tetapi begitu digigit rasanya jadi berubah-ubah, rasa apel, anggur, wortel juga kentang akan muncul dnegan tiba2. Hemmmm segerrrr

Yups....alhamdulillah satu resep baru lagi melengkapi dapur safa.

Selamat mencoba

Kamis, Februari 17, 2011

Ketan Saos Kinca Durian ala dapursafa (durian beku)

Durian ada di Saga ? masak sih, jarang2 ada ... tapi sungguh kali ini ada lho. Sempat 3 kali lihat di salah satu mall di Saga, satu buah durian ukuran sedang dihargai 6000 yen... gilaaaa..... atau setara 650 000 rupiah. Terkadang ada juga di Seiyu, satu durian kecil seharga 980 yen, kalau ini masih terjangkau lah... itung-itung buat obat kangen. Sekarang gak perlu bingung atau sedih kalau gak dapat durian segar yang masih dibungkus kulit berdurinya, bisa pesen di kumamotohalalfoodnya pak Marlo, durian monthong thailand, sudah bersih, gak ada isi, tinggal makan... tapi tapinya durian beku. btw it's Ok, daripada enggak ada sama sekali.

Sudah berkali-kali mendengar nama makanan ini, Kinca durian. AKhirnya setelah order durian nyampe rumah sudah tidak tahan untuk segera menyantapnya. Sisain 1 bungkus, siapin bahan, siap tempur dahhh...

Ketan Saus Kinca Durian
Sumber : dunia ibu

Bahan

Nasi ketan :
500 gr beras ketan (kurleb 400 grm ketan)
500 ml santan dari 1 butir kelapa (saya pake 1 kaleng santan 400ml)
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
1 sdt garam


Cara membuat
Ketan direndam selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan
Masak ketan seperti layaknya menanak nasi dalam rice cooker, bersama santan, daun salam, serai dan garam
Masak hingga matang, tetapi sebentar-sebentar buka rice cooker sambil dibalik, biar tercampur rata aromanya

Ketan Saus Kinca Durian

Saus kinca :
200 gr gula merah, sisir
50 gr gula pasir
1 lembar daun pandan
250 ml air
¼ sdt garam
500 ml santan dari 1 butir kelapa(saya pake 1 kaleng santan 400 ml)
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
5 mata durian, ambil dagingnya (saya pake 225 gram daging durian siap pakai)

Gula merah direbus bersama gula pasir, air, daun pandan dan garam. Setelah mendidih dan gula larut, angkat dan saring
Tambahkan santan lalu masak hingga mendidih dan kentalkan dengan larutan maizena. Setelah mengental, angkat dan tambahkan durian, aduk rata
Ambil nasi ketan secukupnya, tuangkan saus kinca diatasnya
Siap untuk disajikan

[harianrepublika16april2006\\resepsiscasoewitomo]

ALhamdulillah pertama bikin ketan kinca saos Kinca durian pertama kali langsung amblas, ternyata semua suka... ALhamdulillah tambah lagi koleksi masakanku

Rabu, Februari 16, 2011

Ayam Bakar Kecap

Ehmmmm.... kali ini sedikit gagal, terlalu banyak olesan kecapnya... untung bisa dikelupas kulit ayamnya, jadi rasanya gak pahit dan ternyata dalam hitungan menit semuanya ludesss desss desss dessss. Anak-anakku suka banget...

BUmbu2 nya seadanya sisa bumbu2 yang ada di dapur... cuma bawang putih dimemarkan, jahe, kunyit, ketumbar, asem, kemiri, garam, rendam bersama ayam selama kurang lebih 15 menit. Panaskan sedikit minyak dalam wajan teflon dengan api kecil, masukkan ayam, bila sudah berubah warna balik pelan, jika perlu t ambahkan air sedikit.

Oven toaster hingga warna coklat kekuningan, olesi kecap seperlunya...(kecap ini atas request suami)...lha kok njelalah lupa ...akhirnya sedikit gosong.... Balik bagian bawah, toaster kembali hingga dirasa cukup matang.

Sajikan bersama sayur rebus dan sambel tomat...

ALhamdulillah... mesi agari...

Rabu, Februari 02, 2011

Hira Hama Sou Restoran, Takezaki

26 Januari lalu kami (saya dan suami) diajak Yakumo san (lansia berusia 83 tahun), bersama Megumi san dan Nakazono san ke Takezaki untuk makan siang bareng. Menunya Satu set Kani (kepiting). Tempatnya bagus sekali, tepat ditepi sisi atas laut di daerah Takezaki. Sudah 2 kali kami diajak kesana, yang pertama dengan Safa dan Rafif. Satu porsi untuk setiap orang terlihat seperti dibawah ini. Satu porsi seperti ini biasanya seharga 6000 yen, tapi semua dibayarin lho ... gratiss tiss tisss...makan sepuasnya, sampe gak muat perutnya akhirnya dibungkus bawa pulang deh.... Semua ikan dan kepiting yang disajikan ini segar dan baru. Rasanya ehmmmm alhamdulillah mantab... Bukan pamer atau riya, ini hanya sekedar sebagian kenangan kami selama di Jepang. Semoga kenangan ini terkenang hingga nanti. Kebetulan anak2 hari itu tidak kami ajak, karena pas anak-anak sekolah kami di telpon dan langsung berangkat. Letaknya lumayan, sekitar 1 jam 20 menit dari Saga. Sebelum makan, kita onsen (mandi air panas) dulu... jadi tambah manteb, segernya...

Menunya seperti dibawah ini.

Tempat hashi atau sumpitnya bergambar kani juga, lucu. DIbawah ini di dalam kani penuh dengan telur kani. Oishiikatta...^_^


Lima set porsi kani, makan siang kami saat itu

Kani jousui ( nasi bubur plus kepiting) dan sayur

Kepiting goreng dan salad

Kaki (sekka)

Kazunoko, aka Telur ikan

Sukemono (acar)


Ebi isi telur

Itu yang putih depan sendiri (didalam piring kecil bentuk daun tidak bisa kami makan, ada sake)



Sashimi ikan thai, segar ...oishikatta

EEbi segar..(kami maemnya direbus dulu), gak tega makan mentahnya hihihi

Di restoran itu lengkap dengan tempat onsen (mandi air panas), gratis dan restoran itu juga menjadi penginapan. Biasanya ramai kalau hari Sabtu, minggu dan hari libur.

Bagi teman2 yang masih disini, tempat itu bisa jadi pilihan ... tempatnya nyaman, indah pemandangannya dan bersih. Selamat mencoba


Selasa, Januari 11, 2011

Oseng daging kambing

Alhamdulillah beberapa waktu lalu dapat daging segar, daging yang baru disembelih, bukan daging frozen seperti biasa. Brothers Iqbal dari Pakistan, bagi-bagi daging kambing kepada warga muslim Saga. Alhamdulillah... Nah, mumpung masih segar, tidak perlu nunggu lama, langsung tancap deh ke dapur, tentunya dengan segala bahan terbatas yang ada di kulkas. jadilah ini ...

Bahan :

daging kambing iris tipis, cuci bersih (rendam dengan bawang putih halus dan sedikit merica, kurang lebih 15 menit), 4 bungkul sawi kailan, lepas2 per tangkai, cuci bersih, daun jeruk, bawang putih, bawang bombai, merica bubuk, kecap manis, garam dan gula .


Panaskan sedikit minyak kurang lebih 1 sdm ( beri sedikit minyak wijen), tumis bawang putih yang sudah di memarkan. Kemudian masukkan bawang bombai yang sudah diiris tipis, aduk hingga harum. Masukkan daging, daun jeruk, merica, oseng pelan hingga empuk. Pastikan daging benar-benar sudah empuk atau sudah matang. Kemudian masukkan sawi kailan, setelah sawi dirasa cukup matang, beri kecap, garam dan gula. Oseng hingga rata. Angkat.

Enak dimakan dengan nasi yang masih hangat... gampang kan... ALhamdulillah dalam sekejab ludes, dan satu lagi koleksi hasil masakanku bertambah...

Jumat, Januari 07, 2011

Tempe "ndeso"

Beberapa waktu lalu pingin banget maem tempe bungkus ala "ndesoku" di jauuuuhhh dimata sana. Ada satu warung yang bukanya pagi2 jam 6-8 dan sore hari jam 6-8 juga... yang jualan namanya "mbok dhe ni". JUalannya tepo/lontong pecel, sayur kembang turi, daun krokot, kecambah, jual jenang gendul, jenang putih, kolak tape, sama dawet gula merah, gorengan, ote2 ala bakwan, tempe gembuk/tempe menjes, tempe kedelai kecil.Di jaman seperti sekarang ini beliau jualan masih melayani harga yang sangat murah sekali. Bayangkan satu tempe goreng cuma dihargai 100 rupiah ( 2 tahun lalu saat kami mudik)... padahal tempe mentah 1 biji saat itu seharga 75 rupiah. Sungguh tidak habis pikir...terkadang saya tidak tega melihat semua ini...yaa mungkin karena rumah ibuku masih di kaki gunung... Tidak tahu sekarang harga tempe sepotong berapa...

Yang istimewa, tempenya bikin aku kangen sekali... beberapa waktu lalu saya minta kiriman tepung ketela (sesuai yang dibuat mbungkus tempe oleh mbok dhe ni) dari ibu.

Ambil tempe beku dari kulkas, iris tipis... (rendam dengan bawang putih dan garam beberapa menit) bikin bumbu. Bawang putih, ketumbar, garam, daun bawang iris tipis, kemiri, semua diuleg, campur dengan tepung ketela, sedikit terigu dan sedikit kanji ditambah telur 1 biji.

Siap digoreng di minyak yang sudah panas.

Hangat2 enak dimaem sama cabe hijau... byuhhhh alhamdulillahhhh sedikit terobati kangenku ...

Jumat, Desember 24, 2010





ALhamdulillah masih diberi waktu...
hari itu jatuh pada hari selasa, alhasil papa mesthi zemi mingguan...dan benar ternyata pulangnya sudha malam, sepertinya lamaaaa banget menunggu. ANak\anak, khususnya Rafif sudah tidak tahan untuk segera memotong tumpeng dan kuenya... walaupun kecil dan sederhana, tetapi membuat anak-anak bahagia. Tibalah sekitar 1/2 9 malam dan kita berdoa bersama, untuk anugerah usiamu nak....seneng sekali saat kau sodorkan piring dan ambil cake paling atas...(walaupun cuma cup cake)...kau potong pucuk tumpeng itu... ehmmm bagaikan disiram air embun hati ini.
Japanese cheese cake dan ichigo pesenanmu telah kubayar sebagai janji di hari lahirmu.
Waktu 3 tahun ternyata berjalan begitu cepat, rasanya baru-baru saja aku merasakan dag dig dug, merasakan hal yang luar biasa saat di ruang operasi, merasakan begitu kepasrahan mendalam saat 3 kali selang oksigen harus mendarat di hidungku...ahhh.... semuanya hilang tatkala tangismu kencang terdengar, dan perawat (kankoku san) menyerahkan seorang bayi mungil belepotan darah ke dadaku.... EHmmmm....alhamdulillah

Alhamdulillah, hari ini 21 Desember 2010 ananda Rafif Imam Fukuda menginjak 3 tahun usianya. Semoga ALLAH memberikan usia yang penuh manfaat, barokah, jadi anak yang sholeh. Semoga Allah selalu memberikan penjagaanNya, perlindunganNya dan juga memberikan petunjuk untuk berjalan di atas jalan yang ALLAH SWT tetapkan dan Rasulullah Muhammad SAW ajarkan.

Terima kasih ALLAH atas semua anugerah terindah yang telah kau titipkan kepada kami. Semoga kami bisa menjaga amanahmu hingga akhir hayat dengan terus dijalan Mu.
Terima kasih Rafif, sayang, senyumanmu, tingkah polahmu, manjamu, ocehanmu, nyanyianmu, semuanya tentang mu telah menemani kami, menghiasai setiap langkah kami, telah banyak menginspirasi, padamu anak-anakku kami juga belajar tulus, belajar hal yang sebelumnya tidak kami sadari.

Sayang dan doa kami selalu menyertaimu anak-anakku. Jadilah anak yang Sholeh, kuat, bermanfaat, bermartabat, berilmu dan berguna bagi umat.

Sun sayang peluk cium dan doa kami, mama, papa, Safa onechan.
Walaupun tanpa pesta, sepotong roti dan sepucuk tumpeng kuning, dan ayam panggang telah membuat kami bahagia, bersyukur akan semua karunia yang dititipkan kepada kami.
alhamdulillah



Musim dingin paling enak bikin nabean dan dimaem rame - rame. EHm... enak, badan jadi anget.

Semua bahan gampang didapat disini, semuanya sayuran dan berbagai macam sea food. Kuahnya juga gampang kok, bumbunya cuma dashi (bikin sendiri pake kombu, katsuobushi sama ikan teri kecil, rebus dengan air, biarkan mendidih sekian waktu...ehmmm aroma dashi dan rasa nya manteb, seger gitu). DItambah sedikit misho (taucho kalau di Indonesia), irigoma ( wijen yang sudah dihaluskan), sedikit minyak wijen campur jadi satu, rebus sampai mendidih dan biarkan beberapa saat... masukkan sea food (bisa udang, kepiting, fillet ikan, kerang ) , masukkan juga sayuran (hakusei/sawi putih, ninjin/wortel, moyasi/tauge, jamur bisa juga ditambahkan bihun. Masukkan ke dalam nabe (panci yang terbuat dari keramik atau tanah liat), tunggu beberapa saat...siap untuk disantab bersama...

Badan jadi anget, manteb.


Jumat, Desember 17, 2010

Nihon no Susi

Akhir-akhir ini anak-anak sering banget minta maem susi. Iya susi, nasi kepal yang dicampur vinegar dan diatasnya di beri ikan segar mentah. Setiap kali keluar ke supa, hampir dipastikan minta susi dan onigiri. (jangan lupa baca dulu ingredientnya ya, terkadang ada arukoru aka alkohol, mirin, sake...perhatikan juga soyunya...). Kalau bikin sendiri, takut amis (kalau cuma nasi saja bisa...ikannya itu lho yang sedikit susah, baik itu mengirisnya taupun rasanya. Sebenarnya tidak susah (kata teman Jepang), ikan mentah cukup di cuci dan disiram air jeruk sebentar saja, siram dengan air dingin. Segera letakkan diatas nasi kepal (bila suka beri wasabi/ jenis tumbuhan berakar, berwarna hijau dan kalau salah makan kena hidung....mana tahan, )...baru ikan mentah diletakkan diatasnya. Dan maemnya di celupin pake soyu (kecap Jepang).


Satu set susi segar ini dalam sekejab habis oleh dua anakku. Kebetulan mereka makannya lahab.
Banyak teman yang sudah pulang, puas-puasin maem susi selama masih tinggal di Jepang, di Indonesia ada dijual, tapi mahal dan ikannya tidak segurih dan sesegar di sini. Kenapa ikan di sini berbeda rasa ? karena ikan laut disini diambil dari pertemuan dua air laut, air laut dingin dan air laut panas.
Oishisou....

Senin, November 29, 2010

Take Susi (Nasi Susi Yang diletakkan di dalam bambu kosong). Jarang sekali saya temui susi yang diletakkan dalam bumbu seperti nampak di foto. Kemaren saya dapatkan di abance, saat ada bazar acara anak-anak. Tidak seperti umunya susi selalu berpenampilan selayaknya nasi kepal, kali ini susi yang disajikan dalam bambu kosong. Rasanya juga hampir sama dengan susi-susi pada umumnya. CUma nasi dikasih vinegar (kalau buat sendiri cuma dikasih gula, sedikit minyak sayur dan air). Atasnya dikasih berbagaia macam ikan mentah atau telur dadar yang diiris2, diberi potongan nori, sedikit sukemono soga (manisan jahe). Satu tempat take susi diatas bisa kita dapatkan dengan harga 200 yen atau sekitar Rp. 20.000. Dalam sekejab, satu take susi habis dilahab anak-anak. Alhamdulillah. Mau mencoba ?

DIk Rafif seneng banget lihat tumpeng kuning ini

Nasi kuning buatanku, sama ketimun dan mi goreng saja, lainnya ibu-ibu di Saga

Tumpeng Kuning lagi

Beberapa waktu lalu, sekitar tanggal 12 November, saat saya selesai kelas nihon go, di telpon suami, minta tolong tuk buatin nasi kuning buat acara open kampus untuk besuk harinya. Saya iyakan saja, toh cuma bikin nasi kuning thok, untuk tethek bengek perlengkapannya ibu-ibu yang lain. Namun saat itu di rumah bener-bener lagi krisis bahan, tidak ada persediaan beras dan juga santen. Kalau kunyit mah banyak, karena saya tanam, di belakang rumah. Selesai di telpon saya langsung ngacir berangkat belajar shodo. Malamnya hinga suami pulang masih belum ada bahan yang akan di masak untuk nasi tumpeng kuning itu, ya sudahlah berarti tidak jadi pikirku. Selesai ngaji OL mingguan, sekitar jam 1/2 10 datanglah teman yang mengantarkan beras 5 kg dan santen. Hah 5 kg....? kupikir cuma sedikit...byuh jadi kelabakan. Malam gak enak tidur juga, pertama kali bikin 5 kilo, dan jam 8 harus ngumpul di kampus katanya...? Biasanya sih bikin cuma paling banter 3 kg aja. AKhirnya sebelum tidur saya coba masak 1 rice cooker, biasanya sih sekali masak muat 2.5 kg, lha kok yang ini beda, berasnya pulen banget... Pagi jam 5 pas bangun kulihat nasi belum matang, alias mogol... byuh sedikit bimbang, rodo bingung...(soalnya bener2 gak ada persediaan beras ...). Sedikit tenang kucoba ambil panci pengukus, kukukus 2 kali, sementara sambilk bikin nasi kuning lagi di rice cooker yang sama, tentunya dengan sedikit mengurangi beras. ALhamdulillah, setelah kukukus beberapa saat, nasi matang. Ehm....legaaa... Tidak tahu banget kalau beras yang itu doyan banget sama air....

Setelah matang, nasi kuning saya bikin tumpuk. ENtahlah tiba-tiba saja muncul ide numpuk nasi itu. Semua resep dan bumbunyapun saya kira-kira. 5 kg beras, pake santen kaleng 400 ml sebanyak 4 kaleng, ketumbar, garam, daun pandan dan kunyit, dan tentunya air untukl masak nasi. Semua ukuran dikira-kira.

Pelajaran lain hari itu...setiap jenis beras, ternyata berbeda juga jenis kebutuhan air yang dipakai.