Rabu, Juli 28, 2010

Oseng Kangkung Kepiting

ALhamdulillah masih bis amerasakan musim panas lagi di tahun ini, berarti jika musim panas datang berbagai macam sayur seperti kangkung, kacang panjang, bayem, daun kemangi bisa dengan mudah didapat di supa-supa di sekitaran Saga. Seperti di A coop, ankuru, marukyu dan egyoku. Kali ini saya dapat kangkung.
Kebetulan d irumah sedang ada kepiting, lumayanlah buat variasi, kalau biasanya kan pake udang...sekali-kali beda boleh lah...

Bumbunya juga sederhana, gampang dibuatnya.
Sediakan kangkung, potong pendek/sesuai selera deh... cuci bersih
Iris bawang putih dan bawang bombai secukupnya
Kepiting bersihkan samapi bener-bener bersih
Garam, kecap dan gula secukupnya
Cabe (optional...karena ada anak-anak saya tidak pake cabe, cabenya disendiriin saja)
Panaskan minyak, tumis bawang putih sampai harum, kemudian bawang bombai, sampai harum.
Masukkan kepiting, bolak balik hingga berubah warna, tambahkan sedikit air
Setelah dirasa cukup matang, masukkan kangkung
Aduk pelan, masukkan kecap, gula garam

Biarkan sebentar, angkat dan siap dimakan bersama nasi yang masih anget...
Gampang, jadi deh....mesi agari...

Kamis, Juli 01, 2010

Roti Keju

Lama banget gak bikin roti, beberapa waktu lalu saat melihat postingan salah satu teman, sempat ngecess, pingin banget bikin. Akhirnya saat mood sudah ada, semua bahan sudah tersedia, dengan semangat 98 peperangan bersama tepung dimulai...yups.... dan inilah jadinya.... ^_^

Dalamnya saya pake bahan C, keju cheddar parut dan mentega, kesukaan Rafif

Dalamnya saya kasih sosis, luar ditaburi keju parut. ..ehm yummy....enak lho...

Dalamnya saya kasih jagung muda sama keju, luar saya taburi keju parut. Kata anak-anak ini yang paling enak, gurih, ada segernya jagung muda.

Resepnya saya nyontek resep dari NCC nya bu Fatmah Bahalwan, resep Roti Keju. Mantebbbbb abissss.....matur nuwun bu Fat... barokallahu ilmunya.... Maaf belum sempat ikut kursus, kursus online resep dulu ya...maaf maaf....

Resepnya saya copaskan dari blog NCC.

ROTI KEJU

Bahan A:

500 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr gula
11 gr ragi instan
1/2 sdt bread improver
4 btr kuning telor
200 ml air Es

Bahan B:

100 gr mentega/margarine
5 gr garam

Bahan C:

100 gr keju cheddar parut
100 gr mentega

Cara membuat:

  1. Aduk bahan A, uleni hingga bergumpal-gumpal, masukkan bahan
    B, uleni terus hingga kalis elastis. Istitirahatkan 20 menit.
  2. Kempiskan adonan, potong timbang 40 gr, bulatkan. Istirahatkan 10 menit.
  3. Aduk rata bahan C.
  4. Ambil satu bulatan adonan, beri isi bahan C, bentuk lonjong.Lakukan untuk semua bulatan.
  5. Diamkan 30 s/d 60 menit, tergantung kehangatan udara. Setelah terlihat mengembang ringan, poles atasnya dengan kuning telur kocok, panggang selama 20 menit, suhu 180 hingga terlihat keemasan. Angkat.

Yang penting ikutin semua langkah diatas, jangan nambahin atau ngurangin...dijamin pasti jadi. Rotinya lembut, uenak...sampe anak-anakku gak makan malam hari itu, karena telah menghabiskan roti-roti uenak bikinan ibunya. Apalagi saat itu roti masih anget, fresh baru keluar dari oven... ehmmm gurih nikmat...^_^

ALhamdulillah....

Rabu, Juni 30, 2010

Tumpeng Nasi Kuning Sederhana

Tumpeng nasi kuning, telur kecap, mi goreng, sambel trasi, ayam bumbu opor, kentang goreng, steak daging, ayam bumbu mentega, puding coklat dan cake ketan hitam keju.

28 Mei 2010 sepuluh tahun sudah kami merajut cinta dalam ikatan pernikahan, mengharap Ridho cinta dan rahmat ALLAH SWT. Sebagai rasa syukur, selain tentunya selalu bersyukur setiap hari akan semua karunia dan nikmat indah yang diberikan kepada kami, kami adakan acara syukuran kecil-kecilan. Maksud hati mau undang teman-teman semua, tapi apa daya ruangan juga tak cukup, selain itu ada acara lain yang dibuat teman2 disini di tempat lain. (ada ultah teman juga yang diajukan acaranya...???) . Akhirnya cuma teman-teman dekat dan keluarga Megumi (bapak dan Ibunya) saja yang kami undang.
Selalu berharap semoga kedepannya barokah, sakinah mawadah warahmah, dikaruniai anak-anak yang sholeh dan sholehah, selalu istiqomah dijalan Allah dengan selalu mengharap cinta dan ridhonya. AMin ya robbal alamin.

Jumat, Juni 25, 2010

Orak-arik Suka-suka Cemplang cemplung

Apalah arti sebuah nama, yang penting rasanya, variasinya dan niatnya...eyaahahahaa... pokoknya yang penting enak, sehat dan bergizi semua suka dan habis, senengnya yang masak... : D

Asli ini semua asal cemplang cemplung, menyesuaikan bahan yang ada di sini...
Bahannya gampang, bisa didapat disemua supermarket di Jepang ... ya iyalah...kan masih tinggal disini....
yup... bahannya catet ya...:
seikat asparagas... isinya kalau tidak salah 7 lonjor. Potong kurleb 2 cm...
sebungkus cikuwa (itu tuh yang warnanya coklat bolong tengahnya), hati-hati ya kalau beli ini, pilih yang tidak ada kandungan mirin, arukoru/alkohol juga amino san (yang ini mah mesthi hati-hati...amino san dari shokubutsu /tumbuhan atau dobutsu/hewan) kalau dari dobutsu otomatis tidak bisa dimakan...dari babi ibu-ibu...catet ya...penting ini.... Potong seperti gambar atau sesuai selera...
2 biji bawang bombai yang masih muda (kebetulan disini lagi musim)... Iris menjadi kurang lebih 8 bagian...tebal-tebal..enak lho...manis gurih rasanya
Ebi (dalam bahasa Jepang, ebi itu udang segar)... sebungkus, bersihkan kulitnya...
Semua bahan di cuci bersih
Bawang putih, garam, merica, gula.

Tumis bawang putih yang sudah diiris tipis, hingga wangi, masukkan udang, setelah berubah warna masukkan asparagas, cikuwa, bawang bombai, merica, aduk rata
Setelah hampir matang masukkan garam dan sedikit gula.
Aduk rata, angkat.
Gampang.. jadi deh...siap untuk disantap dengan nasi hangat.

Alhamdulillah anak-anakku senang sekali...dalam waktu sekejab ludesss desss desss dessss... gampang sekali bukan...

(optional : terkadang kalau pas asparagasnya mahal atau lagi gak ada, saya ganti dengan pok coy atau sawi hijau mini, bisa juga ditambahkan jamur kinoko/ jamur shitake, atau kalau mau sedikit beda, dengan bahan yang sama diatas tambahkan sedikit minyak wijen).

Jumat, Juni 11, 2010

Chicken Katsu

Menu sederhana yang gampang dibuat. Kebetulan anak-anak dan suami suka. Mengingat selama ini anak-anak di hoikuen hanya makan "sakana/ikan" saja. Giliran di rumah dipuas puasin makan ayam/daging yang pasti halal.

Gampang banget bikinnya. Semua bahan juga selalu tersedia di rumah. Salah satunya ayam, tentunya bukan ayam segar, karena kita selalu pake ayam frozen...habis mau bagaimana lagi...tidak ada yng jual ayam segar halal dipasar, sehingga mau tidak mau adanya ayam frozen...sementara diterima dan disyukuri dulu. ALhamdulillah masih bisa makan ayam...

Sedikan :
Ayam
Bawang putih, lumatkan
Merica dan garam bubuk
Tepung panir
Tepung kanji
Putih telur
Saos (saya pake saos takoyaki) ditambah bawang bombai dan gula sedikit.

Iris ayam tipis, (sesuai selera)
Rendam dengan merica, garam dan bawang putih kurleb 15-30 menit
Gulingkan ayam ke tepung kanji
Balutkan ke putih telur
Gulingkan ke tepung panir
Goreng ke dalam minyak yang sudah panas
Balik, angkat dan tiriskan
Gampang kan...
Potong ayam yang sudah digoreng di tengahnya (jangan sampai putus) untuk saosnya.
Disajikan dengan irisan wortel, kobis atau daun salada/retas atau bisa juga dengan hakusai/sawi putih. Siram saos diatasnya.

hai...mesiagari...

Alhamdulillah semua bisa dibuat sendiri... tidak mahal, aman dan dijamin halal

Rabu, Mei 19, 2010

Pizza

Lama gak makan Pizza, saat melihat gambar pizza dalam brosur, Safa bilang pingin maem. Kebetulan di rumah tersedia semua bahan. Jamur, juga baru beli kemarennya. Ya hari ertama Golden week saya dan anak2 berkutat di dapur bikin Pizza.

Karena bukan yang pertama kali, jadi smeuanya jadi lancar dan alhamdulillah hasilnya lumayan, memuasakan, rotinya enak, tidak lengket di gigi, pas banget. Resepnya saya nyontek dari KBB yang dulu2... dan saya pernah posting disini.



Resepnya ada disini, gampang kok, selamat mencoba ya.

Lumpia Isi Rebung




Beberapa waktu lalu, lagi musim rebung muda, saat lihat langsung tertarik untuk membeli., walaupun harganya sedikit mahal...buat obat kangen. 100 gram rebung yang masih ada kulitnya seharga 150 yen, atau setara dengan 15 ribu rupiah... Sesampainya di rumah, segera kukupas kulitnya, potong memanjang seperti korek api, rendam semalam. Dulu kalau ibuku rebung muda ini suka di buat sayur bobor atau direbus begitu saja, kemudian disiram dengan sambel pecel.
Kebetulan di rumah juga pas tersedia kulit lumpia yang bisa diipakai, bebas sake, nyukaze/emulsifier. Biasanya saya beli di Bazaru. Jadilah lumpia rebung ala dapur safa, sederhana, sebagai variasi jajanan buat keluarga.

Lumpia Rebung ala dapur Safa

Bahan :
Kira2 300 gram Rebung yang sudah direndam dan dipotong seperti korek api dan kemudian sudah direbus 2 kali (ganti airnya, biar tidak ada bau bacin/biar tetap segar)
300 gram Daging ayam cincang (sudah diberi mrica dan bawang putih saat digiling)
Bawang putih, memarkan dan haluskan
Merica
1 biji Wortel potong menyerupai korek api
1 bungkus moyasi/kecambah
Garam dan gula secukupnya
Olive Oil untuk menumis
Bungkus lumpia jadi

Cara :
Panaskan minyak, tumis bawang putih, setelah harum masukkan ayam cincang, aduk hingga berubah warna.
Masukkan rebung, aduk rata hingga setengah matang/kriuk2 lebih enak
Masukkan wortel, aduk hingga setengah matang
Masukkan kecambah, merica, garam dan sedikit gula.
Aduk hingga rata dan masak (lebih enak kalau rebungnya masih terasa kriuk2, tetapi wortelnya sudah matang)
Matikan api, tunggu beberapa saat hingga hangat.


Ambil satu lembar bungkus lumpia yang sudah jadi, isi dengan rebung diatas, gulung rapi.
Lakukan hingga habis.
Panaskan minyak, goreng hingga kulitnya kecoklatan.
Angkat. Selipkan didalamnya daun bawang/negi.
Siap disajikan dengan sambel tomat cocol atau sambel tauco, akan lebih sedap.
Selamat menikmati

Kamis, April 29, 2010

Shabu-shabu


Shabu-shabu cemplang cemplung.

Beberapa waktu lalu, sempat bikin shabu-shabu. Bahan-bahan yang dipakaipun dengan bahan apa adanya. Karena saya belum pernah makan shabu-shabu aslinya, jadilah shabu-shabu ala kadarnya, dimana bumbu-bumbunyapun di comot dari internet.
Bahan yang dipakai :
Daging sapi iris tipis, memanjang, sisihkan
jamur shitake, jamur Enoki
Hakusai/sawi putih
Bihun secukupnya

Tahu putih, potong persegi panjang
Daun bawang putih besar, potong serong
Lobak/daikon parut
Bawang putih 3 siung
merica
Kuahnya, air, bawang putih halus, soyu, kombu, gula, vinegar, lobak parut, campur jadi satu.

Tumis daging bersama bawang putih yang telah dihaluskan, hingga berubah warna, sisihkan.

Didihkan kuah, kemudian masukkan sayur / semua bahan satu-satu, kemudian masukkan daging, balik, tunggu hingga semuanya matang,
Siap untuk disantap.

Kamis, Maret 04, 2010

Dadar Jagung

Gorengan tradisional jaman mbah putriku... Dadar Jagung kesukaan beliau.

Kangen banget sama yang namanya dadar jagung muda. Dulu sekali saat kami masih kecil-kecil ibuku atau nenekku sering banget bikin dadar jagung muda, dimana jagungnya diambil sendiri dari kebun sebelah rumah atau dari sawah. Jagungnyapun manis sekali... fresh lagi....
Nah kalau disini kepingin ya bisanya cuma manyun, kalau beli ya gak bisa... ya mau tidak mau harus bikin sendiri. Tentunya dengan bahan seadanya atau menyesuaikan....pake jagung beku... soalnya lagi gak musim jagung.... dan kalaupun lagi musim jagung mahal banget, sebiji harganya bisa kisaran 15 ribu rupiah.

Bahan yang diperlukan
Jagung pipil (saya pake beku), haluskan sedikit kasar...
Bawang putih, haluskan
Merica dan garam, haluskan
Telur
Daging ayam cacah (optional)
Tepung terigu 1 sendok makan
Minyak goreng

Campur semua bahan hingga tercampur rata
Panaskan minyak, setelah minyak panas, ambil sesendok adonan dan masukkan ke dalam minyak panas (dalam api sedang),
Jika sudah berubah warna segera balik dan tunggu hingga matang
Lakukan hingga adonan habis.
Gampang kan.... paling tidak sedikit mengobati kangen makanan bikinan ibuku

Tidak kusangka sebelumnya anak-anakku seneng banget, dan tak ayal dalam sekejab segera ludes. Lebih enak dimakan saat masih anget, dimakan bersama cabe hijau atau sambel saos.
Selamat menikmati

Jumat, Februari 19, 2010

Sayur Bunga Nano (Nano Hana)

Sayuran ini akan selalu hadir di setiap menjelang musim semi. Karena nano hana hanya ada di musim ini. Sayuran ini mengingatkanku saat usia Rafif 2 bulanan. Kata senseiku, sayuran ini baik untuk ibu menyusui, produksi asi jadi makin banyak. So, sejak saat itu saya genjar memakan sayuran ini, walaupun tidak setiap hari, tapi paling tidak bisa untuk variasi sayuran. Maklum disini tidak banyak variasi sayuran seperti di negeri kita.
Bikinnya guampang, cepet lagi.

Bahan yang dibutuhkan :
2 ikat bunga nano (kalau cuma seikat entar habis tak makan sendiri..ehehhe)
kira-kira 2 cm soga (jahe), potong tipis memanjang
Bawang bombai 1/2 , potong tipis (optional, bisa juga gak pakai tergantung selera)
Irigoma (bubuk wijen/wijen yang dihaluskan) secukupnya (lebih banyak lebih enak)
1 bungkus kecil katsuobushi (optional)

Rebus air hingga mendidih, masukkan nano hana yang sudha dipotong dan dicuci
Balik, setelah berubah warna segera tiriskan
Kalau sudah dingin sedikit di peras/dihilangkan airnya dengan tisu dapur, lalu sisihkan

Tumis jahe hingga wangi, masukkan bawang bombai
Masukkan nanohana yang sudah dikurangi kadar airnya
Aduk pelan, masukkan irigoma, aduk rata
Angkat dan tuang dalam wadah. Taburkan katsuobushi diatasnya
Siap disajikan bersama nasi hangat

Selasa, Februari 09, 2010

Cumi Asam Pedas

Kebetulan beberapa waktu lalu disini lagi musim cumi-cumi. Sayang sekali kalau dilewatkan. Selain digoreng tepung, di bakar/disate atau dalamnya diisi dengan sayuran, tofu saya sering bikin cumi asam pedas. Bukan pedas-pedas sekali sih, karena ada anak-anak, saya hanya menambahkan cabe segar.

Cumi Asam pedas ala dapur safa

Tidak ada yang istimewa dalam masakan ini, menu sehari-hari yang mudah dan cepat penyajiaannya, dan yang penting kandungan gizinya cukup dan keluarga menyukainya.

Bahan :
Cumi-cumi 3 ekor, bersihkan kulitnya, potong dan cuci hingga bersih
1 biji bawang bombai, iris kasar
5 siung bawang putih, iris tiis
4 cm soga/ jahe, buang kulitnya, iris tipis menyerupai batang korek api
1 buah tomat ukuran besar, iris tipis2, haluskan
Garam, merica, gula secukupnya
Cabe segar sesuai selera

Tumis soga hingga tercium aroma segar, masukkan bawang putih, tumis hingga harum
Masukkan cumi, aduk rata hingga berubah warna
Segera masukkan tomat, tambahkan sedikit air
Masukkan bawang bombai, garam, gula merica dan cabe
Aduk rata, setelah mendidih segera angkat dan sajikan
Gampang kan...

Semoga bermanfaat... alhamdulillah satu lagi koleksi hasil masakan saya terdokumentasikan

Jumat, Januari 01, 2010

Bismillahirrokhmanirrokhim...

Kembang Goyang (Bunga Matahari)

Makanan tradisional yang hampir punah, karena sangat susah kita dapatkan di toko-toko kebanyakan.


Akhirnya muncul juga di blog dapur... setelah lebih dari tiga bulan tak ada waktu tuk menyentuhnya... bukan karena apa, kebetulan ibu (mertua) sedang ada di Saga. Lebih asyikan jalan-jalan sepedaan keliling Saga bersama beliau daripada harus nongkrongin komputer.
Yup...bismillah... semoga blog ini tidak terlantar lagi.

Berawal dari keinginan makan makanan kecil ini, aku pesen cetakan sekaligus resepnya pada ibuku untuk dibawa ke Saga oleh ibu mertua. Sampai Saga langsung deh penasaran... bermodal dari resep ibu jadilah kue kembang goyang yang kuinginkan. Dan teman-temanku Jepangpun banyak yang tertarik, mencari tau bagaimana membuatnya dan bahan apa yang dipakai.
Begitupun Ishikuma sensei, sensei nihon go ku, beliau pingin sekali bisa bikin. Akhirnya waktu itu tiba dan senang sekali dia bisa membuat sendiri kembang giyang ini.


Bersama mama dan sensei bikin kembang goyang

Celupan pertama sensei semua masuk ..jadi gak bisa lepas sendiri, baru celupan selanjutnya bisa lepas sendiri....ada raut muka bahagia saat melihat kue lepas sendiri dari cetakannya.

Resepnya asli resep ibuku
Telur 3 biji (kalau mau lebih empuk bisa pakai 4 biji)
Tepung terigu 250 gram
Tepung kanji 250 gram
Air kurleb 400 ml ( seperti bikin tempura)
Gula 200 gram (sesuai selera, mau manis apa enggak kira-kira sendiri ya)
Garam sedikit saja
Wijen (bisa pake wijen coklat atau wijen hitam, sesuai kesukaan)
Minyak goreng 1 liter

Kocok telur, garam dan gula hingga gula larut
Masukkan tepung terigu dan kanji, air, aduk hingga tercampur rata
Masukkan wijen, aduk
Panaskan minyak ke dalam wajan
Masukkan cetakan ke dalam wajan yang panas, untuk beberapa saat
Angkat cetakan, sedikit gerakkan agar minyak tidak menetes
Segera masukkan kedalam adonan, segera masukkan ke dalam wajan yang dipenuhi minya panas
Cukup dengan api sedang, balik adonan
Bila sudah emnguning, segera angkat. Lakukan hingga adona habis
Ternyata gampang, tidak sesulit yang dibayangkan
Buktinya... senseiku tidak lebih dari sepuluh kali celupan, sudah bisa membikin kembang goyang dengan baik.
Selamat mencoba

Kembang goyang ini sempat saya bawa dan saya jual diacara bazaar di Abance. Hasilnya lebih dari 300 biji terjual laris. Selain itu juga saya bawakan ke senseinya anak-anak di hoikuen, mereka bilang enak dan kalau mama ada waktu mau lagi donk hehehhe...

Alhamdulillah...

Minggu, November 22, 2009

Detik-detik terakhir Event Soes Week


Sejak awal niat banget untuk ikut berpartisipasi dalam eventnya NCC, selain suami sudah sangat pingin banget makan soes (maklum disini banyak kue soes berseliweran, tapi sayang kita gak bisa konsumsi...) tapi ternyata waktuku kali ini benar2 padat. Bukan sok sibuk atau bagaimana, tapi emang lagi sibuk ngurusin diri sendiri sakit gigi dan harus bolak balik ke dokter gigi dan rumah sakit. Gigi geraham bungsuku 2 tumbuh bersamaan dan sempat bengkak selama 2 minggu dan akhirnya atas rujukan dokter gigi (Osiegawa sensei) saya harus ke Hospital Saga University dan alhasil si gigipun harus dicabut. Baru satu gigi rasanya sudah nikmat, padahal masih 3 kali lagi saya harus naik ke meja operasi, sekedar untuk operasi gigi. ehhehehe...jadi ngelantur... buka blog lagi ternyata event soes weeknya NCC sampe tanggal 22 saja, (seingatku sampe akhir bulan ekekkeke...sudah pikun...).
Jadilah kemaren nyempetin nyoba bikin soes. Alhamdulillah kali ini soes jadi dengan sukses, padahal sempat was was, soalnya saat masukin telur, anak sulungku ngaduk-aduk adonan sampe kocar kacir.
Akhirnya jadilah soes di musim dingin kali ini...

Soes isi Fla susu

Ini pertama kali saya bikin soes dilihatin sama ibu mertua (kebetulan beliau sedang di Saga untuk 3 bulan kedepan). Ada sedikit rasa grogi ekekkee...habis saya disini benar-benar otodidak, bisa bikin kue atau masak-masak hanya berbekal dari resep ibuku, resep NCC dan juga resep-resep yang bermunculan di internet.

Kulit soes siap pakai made in dapur safa

Resep diambil dari resepnya NCC.

Adonan kulit soes.

Bahan :
200 ml air
125 gr Margarine
1 sdm gula pasir
150 gr tepung terigu
4 btr telur

Cara membuat :

Masak air, mentega dan gula hingga mendidih. Kemudian masukkan terigu, aduk cepat hingga kalis dan dinginkan.

Masukkan telur satu persatu sambil dikocok hingga rata.

Masukkan adonan kedalam plastik segitiga, semprotkan diatas loyang yang sudah dioles mentega dan ditabur tepung.

Oven dengan suhu 200 derajat hingga matang

Karena anak-anak sudah tidak sabar untuk segera menyantapnya, saya pilih isi soes dengan fla yang sangat sederhana. pake fla Vanila, bikinnya gampang dan cepat.

Isi fla Vanilla

Bahan:
2 btr kuning telur (saya tidak pakai)
50 gr tepung Maizena
500 ml susu segar
75 gr gula pasir

Cara membuat:

Cairkan tepung maizena dengan sebagian susu

Didihkan susu dan gula pasir sambil diaduk hingga gula larut. Tuang larutan tepung maizena, aduk cepat dan rata, biarkan mendidih sekali lagi. Angkat, tunggu beberapa saat dan siap untuk diisikan ke dalam kulit fla.


Soes di detik detik terakhir event NCC soes week

Baru saja saya angkat kulit soes dari oven, bungsuku sudah ambil piring kecil, sambil bilang mama keki codai....(mama minta kuenya) . Disusul sama kakaknya dan wal hasil anak-anakku dalam sekejab habis 6 kulit soes dan fla nya masing-masing 1 cawan kecil.
Kemaren saya bikinnya 1 1/2 resep dan kini masih ada sekitar 20 kulit soes yang siap pakai.

ALhamdulillah kata ibu mertua enak, beliau seneng dengan kulit soes bikinanku. Kata beliau soes ini lebih enak dibanding soes bikinan tukang kue di tempat tinggal beliau...Lega....
Begitu suami pulang kampus, beliaupun juga langsung serbu soes yang telah aku siapkan.
Senengnya kalau semua senang..jadi semangat lagi untuk ke dapur, walaupun udara dingin (suhu selalu dibawah 8 derajat) telah menyelimuti kami sepanjang hari.


Selasa, November 17, 2009

Telur Ayam Kecap

Bismillahirrokhmanirrokhim

Akhirnya kembali ke dapur lagi...setalah sekian lama tidak berpetualang ke dapur. Sejak kedatangan yang ti ke Saga, jam terbang ke dapur jadi berkurang sekali, yang ti yang sering masak. Seneng sekali, setiap hari bisa makan masakan yang ti yang dijamin enak dan nambah terus...(bagaimana mau kurus....rugi ..mumpung ada yang masakin...). Duh, nyuwun ngapunten yang ti...
Salah satu menu andalan yang ti telur kecap. Yang dibawah ini, hasil telur kecap yang pertama kali dibikin di Saga. Anakku jadi kalab, si sulung bisa habis 5 biji sehari, sedangkan adiknya 4 biji. Rekor tertinggi makan telur selama ini. Untung perutnya gak apa-apa.

Bahannya simple, gampang, namun cukup memakan waktu yang lumayan lama. Semua bahan ada disini. Bumbunya juga dikira-kira.
Bahan yang dibutuhkan telur, dicuci bersih, rebus dengan garam sampai matang, kupas kulitnya.
Bumbunya juga semua dikira-kira alias tanpa diukur. Bawang putih halus, kecap manis, merica, air asem yang sudah disaring, garam, air.
Caranya : tumis bawang putih sampai harum, masukkan merica
Masukkan tumisan bumbu ke dalam telur yang sudah dikupas dalam panci besar, tambahkan kecap, air, air asem dan rebus kembali hingga telur berwarna coklat mengkilap. Kurang lebih 1 jam dalam api sedang.

Siap untuk disajikan.
Ini salah satu menu yang saya bawa ke abance untuk dijual minggu kemaren. Hasilnya lumayan, walaupun tidak semua habis terjual, namun sampe rumah semua langsung ludes.
ALhamdulillah resep dapur safa bertambah lagi, terima kasih yang ti.

Selamat mencoba

Selasa, Oktober 20, 2009

Nasi Goreng Spesial ALa Bapaknya Anak-anak

Nasi Goreng, dalam bahasa Jepangnya orang biasa menyebut yaki mesi atau bahasa chinanya cha han ... ya...saya kira semua orang sudah pernah makan nasi goreng. Nasi goreng terkenal di seluruh antero negeri Indonesia. Bahkan di luar negeripun nasi goreng indonesia sangatlah dikenal dan sangat familiar dengan Indonesia. Sejak saya tinggal di Jepang, lebih dari 4 tahun sudah berkali-kali saya diundang untuk membuat nasi goreng, entahlah sudah berapa puluh kali, saya memenuhi undangan tersebut. Pernah suatu kali saya diundang bikin nasi goreng untuk dimakan kurang lebih 100 orang, kalau tidak salah sekitar 15 kilo saya bikinnya. Waktu itu saya dibantu oleh 2 orang asisten, ya...lumayan pegel tangan ini... tapi pada ujungnya senang, karena semua nasi goreng habis tak bersisa, bahkan ada yang penasaran minta diajari bikin nasi goreng di rumah di lain hari. Ya, nasi goreng dikenal enak dan mudah membuatnya.


Untuk menu sehari-hari di rumah, biasanya nasi goreng cocok untuk sarapan pagi juga untuk menu makan malam keluarga kecil kami. Kalau di rumah yang biasa bikin nasi goreng suamiku. Rasanya lebih mantab, padahal bumbunya sama...ehehhee...mungkin ngaduknya kuat kali ya.

Bumbu yang biasa juga standar, cuma bawang putih di keprek/memarkan, tumis hingga wangi, masukkan nasi, tambahkan sedikit mrica dan sedikit butter/mentega, garam, kecap kalau suka dan terakhir tambahkan bawang goreng sebagai taburan. Bisa juga di tambahkan berbagai macam sayur, saya biasa pake buncis yang diiris serong tipis, sedikit wortel yang diiris tipis, telur goreng orak arik, dan dendeng sapi atau sesuai dengan selera.


Rabu, September 16, 2009


Alhamdulillah ... akhirnya luluh juga hati ini untuk kembali ke dapur... setelah kemaren pagi sempat telpon rumah, hiks hiks sedih kakakku sekeluarga sudah ada di rumah ibuku, sudah banyak tersedia berbagai macam hidangan khas "Ndeso" nya ibuku. Jadi sedih deh, lebaran harus kulewati lagi di rantau... apadaya lah kalau memang belum mampu.

Sebelum ke kue, mau sedikit cerita dulu, Kemaren banyak sekali hal-hal aneh, lucu dan juga berita gembira yang saya jumpai. Mulai dari di hoikuennya Safa, begitu melihat saya, senseinya anak2 langsung deh bercerita kalau kemaren lihat saya dan anak2 masuk tv, di sts mama, Saga Terebi... begitu dia cerita panjang lebar dan kelihatan seneng banget. Eh begitu di tempat nguli juga begindang, si embah yang biasanya ngantuk malah ngajakin ngobrol, mulai dari terpilihnya PM baru Jepang, Hatoyama sampai uang pensiun dan hoken/asuransi anak2 yang sebentar lagi naik (kalau ini mah ikutan horeee.....alhamdulillah) juga heboh akan aku dan anak anakku yang masuk tv. Woalah.... kok yo pada lihat to itu orang2 ... Dari rumah simbahnya mampir ke warungnya obacan yang jualan sayur, Tambah lebih gilalagi hebohnya, lagi2 membahas saya dan anak2, weleh kok podho seneng kabeh, jare koyo artis, padahal yang ngalamin mah biasa saja... hehhehee...biar jelek saya dulu pernah terpilih sebagai model Saga Shinbun dan juara merangkai bunga se propinsi Saga lho kekekeke...wek wek wek...

Masih kepikiran sama jajanan yang ada di rumah, daripada ngeces, nyalain komputer, cari resep kue kering. Pilihan jatuh ke Kastengel. Kebetulan semua bahan tersedia, jadi deh sore kemaren nyoba bikin dan alhamdulillah hasilnya kata suamiku sih lumayan, buwat pemula seperti saya. Karena ini juga kastengel pertama yang saya bikin. Begitu sampe rumah anak2 yang tadinya ngantuk, terutama Safa (karena hari selasa ada kelas renang, jadi capek) langsung deh semangat dan melek, selesai ganti baju dan cuci tangan langsung nyerbu kastengel sampai habis hampir 1/2 toples ...Alhamdulillah...senengnya kalau anak2 gampang maemnya, jadi enak emaknya ...

Lebaran masih beberapa hari lagi, bagi yang tidak mudik atau tidak bisa beli (karena tidak ada yang jual), bisa mencoba resepnya. Gampang kok. Hayoo ciptakan suasana lebaran seperti di tanah kelahiran...Mumpung masih ada waktu.

Resepnya saya nyontek dari resepnya bu Fatmah Bahalwan, suhunya NCC.
Mantab betul, matur nuwun bu Fat. Barokalloh ilmunya.


Kaastengel Bunga

Bahan:
300 gr mentega
200 gr keju tua parut
400 gr tepung terigu protein sedang
2 sdm susu bubuk
2 btr kuning telur

Bahan polesan:
2 btr kuning telur

Taburan : Keju cheddar parut.

Cara membuat:
Kocok mentega dan telur dg kecepatan rendah, sebentar saja,
masukkan keju, aduk rata, masukkan tepung terigu, aduk rata.
Tipiskan adonan dengan bantuan plastik lembaran, poles dengan bahan polesan, taburi keju cheddar parut.
Cetak, tata di loyang. Oven hingga matang. Suhu 125'C selama 20 menit.



Alhamdulillah akhirnya sedikiti terobati kerinduan ini.

Kamis, Juli 30, 2009

Ikan Berkuah

Saat itu iseng saja lagian pas gak ada kerjaan, begitu selesai ngantar anak-anak ke hoikuen langsung kekayuh sepedaku ke Ankuru, ya kurang lebih 15 menit. Sampe Ankuru kulihat banyak sekali obachan dan ojichan yang lagi berdiri ngantri didepan pintu masuk. Woalah....aku kepagian.... pukul 10 kurang 7 menit. Berarti 7 menit lagi toko buka...
Gak apalah, sekali-kali mengamati keadaan sekitar di pagi hari. Tak terasa lamunanku berakhir saat mendengar jejak kaki mereka berlarian menuju ke dalam dan langsung kearah pojok (tempat dijual ikan segar).
Ternyata oh ternyata di Ankuru kalau pagi hari itu murah sekali, ikannya besar-besar dan murah lagi. Harganya antara 2 hingga 5 kali lipat lebih murah dibanding dengan toko/swalayan lainnya. Ikan saba yang biasanya 200 yen an, kemaren 100 dapat 3. Alhamdulillah... rejeki....dan belinyapun tidak dibatasi, berapapun dia mau boleh...

Jadilah hari itu hidangan ikan saba kuah, dengan ramuan bumbu ibunya Safa. Berkat jam tayang kerjaan saya di dapur selama hampir 6 tahunan, kekekekeee.... dengan resep uji coba mulai dari kasinen, kemanisen, ataupun hambar... akhirnya jadilah hidangan- hidangan yang cukup disukai keluargaku. Thanks ya mas... apapun rasa masakanku engkau selalu memakannya .... Semua dimasak dengan bumbu cinta, ikhlas dan pastinya tidak perlu tambahan masakan Monosodium Glutamat/Vetsin. Jika anda semua cinta anak-anak jangan coba racuni anak dengan vetsin, karena akan merusak kecerdasan otak anak, alias lambat. Bukan itu saja, tapi pada orang dewasa kelebihan penggunaan MSG akan menyebabkan tidak sehat, sering pusing. Sehingga aku sangat-sangat jarang menggunakannya (paling sekali-kali kalau pas kepingin masak pake bumbu Instant (Soto, Rawon, gule....karena sering dapat oleh-oleh dari teman-teman) . Eh.. pake juga ya....


Stop deh, jadi kebablasan prolognya... jadi deh ramuan bumbu yang kubikin, kata mereka sih enak, terbukti semuanya habis tak bersisa (kecuali duri...hehehehe). Btw enak atau memang gak ada pilihan terus lapar ya...? entahlah ...

Bahan :
2 ekor ikan saba ukuran besar, potong menjadi 4 bagian, (kepala dibuang), cuci hingga bener-bener bersih
Air Jeruk nipis
Bawang putih, iris tipis
Bawang bombai iris tipis
Jahe, iris tipis
Daun jeruk
Laos, memarkan
Paprika merah, iris tipis
Pete, secukupnya
Santan dan air secukupnya
Garam dan gula secukupnya
Tomat hijau segar (kali ini panen dari pohon tomat depan rumah), bagi menajdi 8 bagian

Tumis bawang putih hingga halus, masukkan bawang bombai, jahe, pete, aduk hingga pete setengah matang
masukkan ikan, aduk pelan, tambahkan perasan air jeruk nipis
Masukkan daun jeruk, laos, paprika, aduk pelan2
Tambahkan santan, tomat, garam dan gula
Tunggu hingga mendidih dan siap untuk dihidangkan

ALhamdulillah ... bertambah lagi koleksi hasil karyaku.

Orak arik Telur Ikan

Alhamdulillah, kebetulan lagi dapat telur ikan kesukaan anak-anak. Bosen dipanggang/digoreng, kali ini saya coba bikin bumbu orak arik.
Bahan :
200 gram telur ikan segar, potong kurang lebih 2 cm
Bawang bombai, iris tipis
Bawang putih iris tipis
Merica secukupnya
Paprika, iris tipis
Mentega untuk menumis
garam secukupnya

Cara :
Panaskan mentega, tumis bawang putih hingga harum
Masukkan bawang bombai, tumis hingga layu
Masukkan telur ikan dan paprika, aduk pelan
Masukkan merica dan garam secukupnya, aduk pelan hingga bumbu tercampur rata

Selesai dan siap disajikan. ALhamdulillah anak-anak seneng, dalam sekejab semua habis dimakan anak-anakku. Senengnya melihat mereka lahab makannya... kalau begini bapak ibunya hanya bisa gigit jari... gak kebagian...

Spageti Cepat saji

Musim panas tiba, maunya makan juga yang cepat saji. Gak betah lama-lama di dapur. Ini nih kalau saya lagi muales.... spagethi diatas yang bikin suamiku.
Pake bumbu cemplang cemplung plus brokoli rebus. jadi deh...

Banana Cake dan Green Tea pound cake


ALhamdulillah beberapa waktu lalu sempat dapat pesenan dari teman Jepang. Yamazaki san dan Ishikuma san ternyata seneng banget sama kue kue buatanku. Katanya sih rasanya pas, manisnya juga pas, tidak terlalu manis sebagaimana kue- kue yang dijual di sini. Katanya dia terbantu sekali, karena sebagian besar kue kue yang dijual disini terlalu manis buatnya. Maklum Yamazaki san sudah berusia senja, begitupun dengan suaminya. Usianya sekitaran 77 tahun. Namun dia masih sehat dan melakukan kegiatan rumah hanya dengan suaminya. Senengnya membuat orang lain bisa seneng. Untuk harga pun saya tidak pernah mematok harganya, saya serahkan pada yang pesan, mau dikasih berapa. Karena saat ini saya masih tahap belajar. Alhamdulillah...