Minggu, Agustus 14, 2011

Kakigori (Es serut)



Musim panas, musim kakigori alias es serut ditaburi sirup, dimana-mana tersedia, eh menjual es serut ini. Es serut dengan toping yang berbeda-beda dan banyak pilihan rasa. Ada kakigori dengan rasa sirop strwberry, jeruk, melon, coklat, vanilla, leci, buah peach atau bahkan bertoping es krim, sesuai dengan pilihan dan harganya. Musim panas begini memang enak menyantap kakigori, rasanya seger, tenggorokan jadi lega, bener-bener anak-anak tidak mau beralih ke minuman lain kalau musim seperti ini. Harganya rata-rata kalau cuma es serut tabur toping sirup kisaran 100 yen atau 10 ribu rupiah per gelasnya, kalau toping es krim atau buah atau kacang merah/azuki kisaran 350 yen. EHm.... kalau seyiap hari/setiap keluar anak2 minta begini bisa bangkrut juragan..jadilah kita memanfaatkan cetakan aka beli alat penyerut es, tinggal bikin sirup sendiri, es batu sendiri, puas deh makannya, murah meriah, selain itu air es nya juga jelas, terbuat dari es batu air masak. Hemat kan,...?

Konnyaku (Berbahan dasar Sejenis umbi, kalau orang Jawa menyebutnya Suwek)

Konnyaku biasa di buat untuk diet orang Jepang, bisa dimakan begitu saja bersama soyu, bisa juga dimakan dengan ditaburi wijen yang dilembutkan, konnyaku berbentuk seperti mi, panjang menjuntai, tetapi berwarna putih, bersih, sedikit licin dan kenyal. Kebetulan anak-anak dan suamiku suka banget. Bikinnya juga gampang. Cuma masuk-masukkan saja, udah deh siap dimakan....


Bahannya suka-suka saja, sesuai dengan selera kita:
Konnyaku 1 bungkus (bisa dibeli di setiap supa-supa disini)
Telur, di goreng kopyok atau di orak arik atau di goreng acak-acak
Sawi hijau dan sawi putih, iris tipis
Wortel, iris memanjang tipis
Tamanegi/bawang bombai, iris tipis

bawang putih, iris tipis
Hon dashi, sari ikan tongkol
sedikit merica


Tumis bawang putih hingga harum, kemudian masukkan bawang bombai
Masukkan konnyaku dan sayuran, juga telur
Masukkan hon dashi, merica
Aduk sebentar, segera angkat
Siap untuk segera disajikan.
Seger, kenyal, sehat, bergizi, murah meriah... Gampang lagi...
Selamat menikmati

Bento Sederhana


Bento yang dibawa Safa onechan beberapa waktu lalu, karena bulan Juli tanggal 20 sampe 31 Agustus sekolahnya libur, jadi bentonya juga libur. Masih ada kegiatan, renangs etiap hari selama 12 hari di sekolahnya, tapi cuma satu jam saja, cukup bawa suito/tempat minum dan tentunya mugi cha (teh gandum) manis dingin kegemarannya.
Bento kali ini sangat sederhana, cuma roti oles mentega dan gula dan juga sup sayuran, sosis tabur oregano sesuai dengan petunjuk daftar menunya.

Gampang dan sangat praktis, kalau begini bisa istirahat gak bangun pagi-pagi.... Gampang kann

Selasa, Juli 26, 2011

Paru Goreng Tepung dan Sambel ijo
Paru goreng tepung
Alhamdulillah akhirnya dapat paru juga, setelah hampir 6 tahun disini, lega rasanya. Gak tahu juga nih, di kehamilan ini aku bingin banget maem paru. Berbekal informasi dari teman, saya coba kontak pak Marlo, sang juragan halalfood dari Kumamoto, saya minta pak Marlo sediakan paru dan alhamdulillah beliau mau, seneng bangettttt.... rasanya plong... lega pokoknya tak terbayangkan kan deh....
Karena saya juga baru pertama kali masak paru, bumbu-bumbunya saya coba browsing dari internet. Jadilah paru yang saya inginkan, sebagian saya goreng begitu saja, dans ebagian saya goreng dengan tepung. Gambar yang ada saya goreng pake tepung terigu.
Paru Goreng
Bumbu-bumbu yang saya pakai semua saya kira-kira tanpa takaran :
Bawang putih, haluskan
bawang bombai haluskan
Kunyit, haluskan
Ketumbar
Kemiri
Merica
gula dan garam
Cara memasaknya :
Rebus paru yang masih mentah berbentuk bongkahan, potong lonjor besar-besar agar memudahkan untuk matang
Masukkan paru kedalam air mendidih dan beri garam, kunyit yang sudah dihaluskan dan juga bawang putih yang sudah dihaluskan.
Tutup panci, setelah beberapa saat balik, tunggu hingga matang.
Agkat dan tiriskan, biarkan dingin.
Setelah dingin, paru diiris tipis/sesuai selera
Balur dengan semua bumbu diatas yang sudah dihaluskan.
Masukkan ke dalam wadah plastik, tutup dan biarkan semalam, baru paginya siap untuk di goreng, supaya semua bumbu meresap dengan sempurna.
Tips menggoreg paru: selalu gunakan minyak baru dan bersih, juga minyaknya cukup.
Sambel ijo
Nah, setelah paru di goreng, sepertinya ada yang kurang, biasanya paru enak dimakan sama sambel balado merah. Kebetulan dirumah pas ada tomat hijau dari Megumi san. Tanpa berfikir panjang, langsung deh saya bikin sambel ijo ala dapursafa.
Saya pakai bumbu, semua saya kira-kira :
Tomat hijau,
Cabe Hijau
Daun kunyit
Daun jeruk
Bawang bombai merah
Bawang putih
gula dan garam
Kukus cabe hijau, daun kunyit, bawang bombai, bawang putih
Angkat setelah setengah matang
Ulek bumbu2 diatas, juga tomatnya, cabenya jangan terlalu halus atau sesuai selera lah.
Masukkan gula dan garam, gongso/tumis sebentar saja
Siap untuk dihidangkan
Alhamdulillah akhirnya bisa juga makan paru... apapun rasanya masakanku selalu habis disantap anggota keluarga. Legaaa.... bisa makan paru
Selamat menikmati

Jumat, Juni 10, 2011


Daun Singkong

Sedikit cerita aneka macam makanan yang sempat tak idhamkan...alias lagi kepinginnn banget makan makanan itu selain si Lentho.... ada lagi ... DAUN SIN GKONG. lagi-lagi masih berhubungan dengan singkong atau ketela pohon atau ubi kayu atau istilah kerennya Cassava.

ALkhamdulillah dapat juga daun singkong di Jepang, walaupun bukan daun singkong segar, tetapi bagiku sangat berarti. Sudah lamaaaa banget maem daun ini, wah ini ngidam kok yoo yang aneh-aneh ya...padahal kalau di kampungku sana, bisa makan daun singkong sak mabuknya, sak puasnya, karena disamping dan belakang rumah juga di sawah bapak juga ditanami pohon singkong. Dan harganyapun kalau di kampungku sangat2 murah sekali, minta ke tetangapun pasti dikasih, mau mau yang muda, atau yang pas-pasan, mau seikat, atau sekarung pasti disuruh ambil sendiri di sawah..ahahhahaa.Hemmm namanya juga kepingin...eh aka ngidam...apapun deh ditempuh asal keturutan.
Pernah suatu kali baca postingan seorang teman, Isti di jaring sosial, kebetulan Isti tinggal di Tokyo, ingat dan langsung kucoba telpon Isti, minta info tentang si daun singkong ini. Kata Isti sih ada orang Indonesia yang jualan disana, cuma sudah beku dan sudah dibumbui mbak, Wis gak popo Is, yang penting daun singkong... Isti kasih tau, kalau stok lagi kosong, mungkin bulan depan baru ada. Yo wis, sabar disik... ditawari ibu mau dikirim saja atau gimana ? aku jawab gak perlu buk, takut nanti malah dikira daun ganja..malah dadi masalah nanti di bea cukai...
Prittt.... sebulan lebih kemudian Isti kasih tau kalau stok daun
singkong sudah ada mbak. Segera kuiyakan dan nitip ya Is, sekilo saja.... (pikirku sekilo itu banyak, ternyata oh ternyata....). Tapi gak apa lah sing penting sekarang udah kesampaian makannya. DAn tanpa kuduga, si Safa nechan anak sulungku lahab memakannya, padahal itu daun singkong dibumbu pedas, la kok doyan to ndukkkk... alhasil hampir separuh yang memakan si Onechan...^_^ gubraksss..... kata suami, pesen lagi aja mah, daripada masih ngeces...
Untuk saat ini masih belum perlu mas, pikirku.... habis harganya juga selangit... lebih mahal dari harga 1 kg daging sapi di Jepang... hahahahaaa....kebayang kan betapa mahalnya daun singkong di rantau....
SI daun singkong yang membuatku menunggu dan daun singkong yang sudah dibumbui, terima tinggal ngangetin di microwave aja.

Alkhamdulillah senneg banget...rasanya juga enak, gak perlu repot2 lagi ke dapur (dasar lagi trauma masuk dapur...jadi bawaannya enak juga...). Dari indera perasa, sepertinya dalam daun singkong itu ada dibumbui ikan teri kecil-kecil yang segar/ mungkin ikan teri medan yang bersih, tapi sedikit besar, ada rasa terasinya, ada rasa tempe busuknya, ada cabe, bawang putih dan bawang merah dan garam. Rasanya ehmmmm....bener2 rasa nambah
, enak.
Mudah2an gak ngidam lagi ya.... atau ada yang berminat ngirim daun singkong ? hahahaaa...


Masih seputar Bento- bento SAfa nechan


Nasi, ikan saba bakar tabur wijen/sesame, sayurnya gobo, edamame, ninjin, agetofu, dibumbuin bawang putih, merica, sedikit dashi dan tentunya tak ketinggalan miso siru.
Kali ini SAma nechan minta ekstra buah (padahal di sekolah dah dapat buahnya...)



Kamis, Juni 09, 2011

Lentho ala dapur safa

Ngidam banget kepingin makan lentho bikinan ibu. Makanan tradisional yang tidak banyak orang tahu, dan yang sekarang sudah mulai jarang dijumpai di warung-warung atau pasar tradisional di Jawa, khususnya di tempat tinggalku yang jualan lentho inipun sudah semakin sedikit dan susah dicari.
Sedangkan di Jepang sendiri Ketela pohon tidak dijumpai, atau mungkin tidak ada ya...karena selama hampir 6 tahun disini belum pernah sekalipun menjumpai yang namanya ketela pohon.
Kebetulan ada teman yang pulang dan menawarkan mau nitip apa, senangnya.... Dengan sedikit malu tapi ngeces, saya bilang nitip ketela pohon alias telo kaspe, satu biji saja. cukup. Eh dibawain 2 potong, alkhamdulillah terima kasih te Ima.

Lentho telo, tombo ati ala dapur safa

Ketela sudah nyampe ditangan, segera aku keluarkan lengkuas muda yang aku pesan dari ISti di Tokyo, tempe yang sudah sedikit aku busukkan. Dan dengan semangat 45 treng treng treng...tarareng jadilah lentho seperti digambar. Alkhamdulillah seneng banget bisa makan makanan tradisional lentho ini. BUmbunya langsung telpon ibu.

Bahan dan bumbu yang dibutuhkan :
Ketela (diparut sawut/memanjang)
Laos muda (diparut sawut juga)
Tempe yang sedikit dibusukkan, ulek sedikit kasar
Cabe merah, haluskan
Bawang putih, haluskan
Bawang merah, haluskan
Garam secukupnya

Semua bahan dicampur, kepal-kepal, rasakan, goreng dan segera sajikan disaat masih hangat.
Safa nechan baru pertama kali makan dan ketagihan, walaupun pedas dia mau, suami dan aku langsung lega... enak lumayan kok, cuma rasa tempe busuknya kurang nendang, stok tempe pas kosong juga...(kenapa gak kepikiran diganti sama nato...?).
Well, setidaknya ngidamnya dah tercapai.



Bento - bento Safa

Alkhamdulillah, setiap pagi masih berkutat dengan bento-bentonya Safa yang sebisanya menyamakan menu dengan menu di shogakkonya, walaupun terkadang suka gak nyambung menurut "lidahku"... Mau banget bikinin bento yang cantik2, tapi ya itulah kendalanya, terkadang suka banget terburu-buru, terus kata Safa juga gak usah bagus2 juga gak apa ma, nanti dibawa jalan, sampai sekolah kadang juga bara-bara..."wuits...pengakuan jujur dari seorang anak yang suka lari-lari bawa bentonya "...ya sudah....sebisanya ya nak, yang penting halal dan rasanya ..^_^...terbukti setiap bento yang dibawa selalu habisssss. ALkhamdulillah... ngeles sambil bela diri sendiri..... alasan...
Buah dan susu setiap hari dapat dari sekolahnya.

Semua bento dibwah ini mengikuti menu yang disediakan di sekolah

Menu roti tawar isi coklat dan keju, dan sup sayur isi moyasi (kecambah), ninjon (wortel), sosiji (sosis)

Nasi kepal, sosis, oseng-oseng daun nano hana tabur katsuobushi dan uzurano tamago (telur puyuh) dan kacang kapri.

Roti tawar isi keju dan selai, yaki soba (mi goreng) dengan sayur wortel, edamame (kedelai hijau), kamaboko dan daging ayam cincang. Nyambung gak...? kalau menurutku sih gak cocok... tapi mau bagaimana ? yang jelas sampe rumah, tempat bento bersih alias habis dan SAfa nechan membawa 2 pak susu segar, (yang satu bagiannya setiap hari, yang satu pack hadiah dari senseinya, karena paling dulu habisnya ( yang dapat biasanya yang maemnya habis no1-4))...^_^

Semua bento-bento ini hanya sebagai koleksi pribadi, biar suatu saat Safa ingat masa-masa sekolahnya dulu.

tetep semangat ngebento ya ma.... jangan malas ... gambarou

Kamis, Mei 05, 2011

Takenoko gohan, Wakame misosiru, chikin karage (Nasi rebung, sup rumput laut, ayam goreng tepung).

Yuk semangat ngebento buat anak2... Ini bentonya Safa dengan menu yang telah ditentukan dari sekolahnya.

Takenoko gohan

Takenoko Gohan :
DIbuat berdasarkan menu dan bumbu menyesuaikan dengan bumbu2 halal. Dibuat dari Beras, rebung yang telah diiris kecil2, ninjin/wortel yang telah diiris kecil, jamur shiitake yang diiris kecil2, dan daging ayam yang diiris kecil juga. Semua bahan dicuci bersih, masukkan bumbu2nya cuma syouyu (syouyunya pun saya sesuaikan ...anak2 kalau terlalu banyak juga gak begitu suka, jadi sesuai selera), gula (sebagai pengganti sake dan mirin... yang tentunya tidak boleh), sedikit garam dan merica... kemudian dimasak seperti biasa dalam rice cooker.


Wakame Mishosiru dan chikin karage

Wakame misosiru :
bahan yang diperlukan wakame (rumput laut), saya belinya rumput laut yang kering, karena mudah penggunaannya dan awet, tofuage (tahu yang sudah digoreng), ninjin (wortel) iris tipis, tamanegi (bawang bombai), iris tipis/potong kotak, niboshi (kaldu ikan). Bumbu sup nya bikin sendiri saja, jangan beli yang instan, gampang kok bikinnya, cuma miso (cari miso yang bisa dimakan ya....awas kadang2 ada mirin atau alkoholnya), sedikit nasi putih, sedikit gula dan syouyu, katsuobushi dan konbu. Caranya... didihkan air, masukkan sedikit nasi putih, katsuobushi, konbu, masukkan ninjin, tamanegi, wakame dan tofuage yang sudah diiris tipis, kemudian masukkan miso (dengan cara disaring biar ampasnya gak ikut masuk sebagai kuah). Didihkan, siap untuk disajikan dengan taburan daun bawang diatasnya. Berhubung dibawa ke sekolah, ya sudah... langsung masuk tempat bento.

Chikin Karage (ayam goreng tepung)

Kalau yang ini gampang bikinnya, bahan yang diperlukan ayam halah tentunya, potong sesuai selera, lumuri dengan garam, bawang putih dan merica saja (sesuai petunjuk menu sekolahnya). Diamkan beberapa saat...(kalau aku biasanya sudah kurendam dari semalam, lalu kumasukkan dalam kulkas), gulingkan dalam tepung terigu yang sudah ditaburi sedikit merica dan garam. Goreng...jadi deh...

Bentonya Safa, Takenoko gohan, wakame misosiru, chikin karage

Alhamdulillah bentonya semua habis... semangat yuk nak... biar mama juga semangat

Bento2 Sederhananya Safa Onechan

Onigiri, dan berbagai macam rebusan telur, asparagus, wortel, sosis dan brokoli), mini tomato


Alhamdulillah, dah sedikit normal setelah sibuk berbenah dari pindahan rumah... byuh ternyata lumayan menguras tenaga. Alhamdulillah juga atas kesempatan yang telah diberikanNya. Sekarang, tepatnya per tanggal 8 April 2011 Safa onechan sudah masuk di Shogakko (alias Sekolah Dasar). Tahun ajaran baru dimulai di awal April. Tidak seperti di hoikuen dulu, pihak sekolah mau menyediakan makanan anak2 sesuai dengan permintaan kita (non butaniku - daging babi, non chikin -ayam, non niku-daging sapi, non mirin, non sake, non alkohol, non shortening, non wine).... alias makan sayur tanpa bumbu2 terlarang diatas, dan lauknya setiap hari kisaran ikan dan keju.... Hontouni arigatou hoikuen no kyusoku no sensei, yasasi naaa.... jumbi ga ishokenme gambatta nee...~^_^

Asal bikin, asal rebus, cemplang cempung

Nah beda dengan di Shogakko, dengan sangat berat kyusoku no sensei (sensei yang masak/koki) minta maaf tidak bisa menyediakan makan siang anak2, karena keterbatasan semuanya. Dari kurang lebih 700 siswa SD, hanya 4 anak yang muslim....jadi yaaa hontouni sensei tachi wa gomen nasai aka minta maaf dengan sampe membungkukkan badan sambil merasa bersalah begitu.
Onigiri/ nasi kepal dengan hiasan nori/rumput laut dan berbagai macam furikake (sayuran dan ikan salmon)

Tapi kami tidak apa2, malah serasa lebih anzin/aman... kalau anak2 bawa bento sendiri, dari pada malah kepikiran tentang apa2 yang dimakan anak di sekolah (terutama bumbu2nya...kalau sayurnya mah kebanyakan sama...).
Pihak sekolah "hanya" memberi secangkir susu dan buah2 an saja.
DAn alhamdulillah anakku Safa sudah mengerti, dan mau bawa bento setiap hari. Karena sejak kecil sudah kami ajarkan tentang makanan halal dan haram alias mana -mana makanan yang boleh dimakan dan mana makanan yang tidak boleh dimakan, beserta alasannya. Well, so far so good, she is verry pretty girl...walah...opo hubungane...

Namun semua bento2 yang kami bawakan ke sekolah setidaknya mirip dengan makanan yang disediakan di sekolahnya. Maka dari itu kami diberi menu yang setiap hari harus dibuat, lengkap dengan zairiyo (bumbunya)... lumayan lah buat bikin emaknya harus rajin2 bangun pagi.

Fotoi diatas bento pertama tanpa menu yang dibuat untuk enshoku (piknik aka jalan-jalan) ke SHinrin koen... jalan kaki kurang lebih 3 km dari sekolahnya... semua siswa diwajibkan bawa bento dan air minum...aka ocha/teh ijo. Lumayanlah semua bento yang kubawakan selalu habis dan ini sebagian foto bento yang sempat kufoto...hihihihii...habis kalau pagi suka ribet...banyak bareng bawaannya (padahal kalau bawaan ke sekolah udah disiapkan sejak sore)...bangunin anan juga lumayan ....yah biasanya kalau di hoikuen masuknya jam 1/2 10...harus masuk pagi jam 1/2 8 jadi ya ...harus berjuang ...
Semangat yuk Safa onechan...semangat yuk semuanya.... mudah2an mama gak males2 bikin bentomu sesuai dengan menu sekolahmu...


Selasa, Maret 29, 2011

Liburrrrr Untuk sementara waktu yang belum bisa dipastikan, dapur safa libur dulu. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf, sampai bertemu lagi dilain kesempatan.

Jumat, Februari 25, 2011

Maccyan


With mama, my little family, tante Marita's family and mbak Rani


Sama mama, sofuto cream rasa ubi, oishikatta

Tofuage (Tahu goreng Maccyan, Machan nama tempat di sebuah pegunungan antara Saga-Fukuoka)

Bila pingin refresing dengan udara yang super duper sejuk, pergilah ke Machan. Sepanjang perjalanan keluar dari Yamato kita akan lalui jalanan yang menanjak dan berbukit, sawah berbentuk terasiring dengan tumbuhan padi dan sayuran yang segar, pepohonan yang rimbun...hemmmm serasa kembali ke kampung halaman. Suamiku suka sekali pergi ke Machan, semacam pasar tradisional yang menjual hasil bumi, beras, buah dan sayuran segar, murah dan membawa kita ke beberapa tahun silam kebelakang. Persis seperti suasana di film little missi atau pasar tradisional kampungku.

Ada beberapa menu yang ditawarkan disana selain daripada hasil bumi, sekarang ada paket baikin, makan ambil sendiri, ditimbang, baru dibayar di depan kasir. Ada oden (kalau ini kami tidak suka beli, karena lihat saja sudah kenyang, karena tempatnya juga gedheeeee... gak rekomended deh).... ada Udon yang lumayan dan mempunyai rasa yang khas dibandingkan dnegan udon2 di tempat lain, ada berbagai macam sukemono aka acar (daikon/lobak, wortel,sawi putih, bawang putih, dll), tofuage, kinakopan, nugget tofu, tofupan, soft cream berbagai rasa, ada rasa wijen hitam, rasa ubi, rasa strawberry segar, rasa blueberry, rasa kedelai, rasa melon....ehmmm...hanya ada disini, ditempat ini...

Tofuage, aka tahu goreng ditaburi katsuobushi (irisan ikan tongkol asap), diberi irisan daun bawang, pake soyu (kami tidak pernah pake soyu, karena ingredientnya gak jelas), sambel jeruk. Dimakan saat masih anget, ehmmm tahunya yang empuk menul menul, bedaaa banget dengan tofu yang dijual di supermarket2 di Saga...bener2 fresh... dengan aroma kedelai segar menambah mantab rasanya dan selera makan jadi ehmmmm.... pingin nambah lagi.


Udon dan Tofuage

Seperti tempat ini akan selalu menjadi kenangan tersendiri bagi kami, tempat yang indah untuk melepas segala penat dan segala permasalahan dunia. Kembali dari Machan, fikiran jadi fresh kembali, dan siap menyongsong hari-hari selanjutnya.

Selasa, Februari 22, 2011

Tiramisu Lagi

Resepnya ada disini.

Senin, Februari 21, 2011

Sabetto Yogurt

Es Serut aka dapursafa atau nama kerennya di Jepang sabetto.

Kebetulan sekali keluargaku menyukai ini. Biarpun dingin begini, turun saljupun disini kebiasaan minum es krim tetap berlanjut. Sehat, higienis, gampang dan murah lagi. Bikin yukkk...

Anak-anakku suka nyebut es krim yogurt oishii mama...

nankai demo okawari mama...

Seger....enak.... mama okawari

Sabetto

Resep dari Nakayoshi Yoko

500 ml Yogurt plain

200 ml gyunyu (susu sapi segar)

Gula (optional) atau madu atau susu kental manis (optional), tapi anak2ku lebih suka yang plain.

Campur yogurt plain bersama gyunyu, aduk hingga tercampur rata. Kalau suka tambahkan gula, kalau gak pake gula pun juga gak papa.

Masukkan dalam wadah dan tutup.

Masukkan ke dalam freezer, 30 menit kemudian, ambil, buka dan aduk lagi.

Masukkan ke freezer lagi, ambil, buka dan aduk2 lagi.

Lakukan kurang lebih 3 atau 4 kali.

Segera hidangkan

Gampang kan ?

Anda peduli dengan keluarga, peduli kesehatan ?Yuk bikin aneka makanan sehat buat keluarga.

Alhamdulillah...satu resep baru lagi ada di dapursafa.

Jumat, Februari 18, 2011

Telur Dadar Bumbu Dashi

Sebenarnya ini telur dadar biasa, cuma bumbunya saja diganti sama dashi aka sari ikan plus sedikit gulad an soyu. Di dadar ala masakan Jepang. Bikinnya guampang.

Bahan bahan semuanya ada di rumah, yang pasti murah meriah, cuma telur, dashi (sari ikan), negi (daun bawang), soyu dan sedikit gula. Kocok telur, masukkan dashi, soyu, gula kocok lagi dan masukkan irisan daun bawang. Panaskan penggorengan dengan minyak sedikit saja (hanya untuk olesan saja, pake butter atau margarin juga bisa). ambil satu sendok sayur, ratakan ke seluruh bagian penggorengan. Setelah berubah warna/matang, segera gulung dan letakkan di pinggir penggorengan, segera tuang satu sendok sayur lagi, Goyang2 hingga seluruh penggorengan rata dengan adonan telur dan nyambung dengan telur yang sudah digulung tadi (mudah2an bisa dimengerti). Intinya ini nyambung terus...

Lakukan hingga habis. Angkat, taruh diatas paper kitchen untuk mengurangi minyaknya. Potong2. Gampang kan...

Lumayanlah untuk variasi telur dadar. Walaupun bahannya sama, kalau rasanya beda, anak-anak jadi lebih semangat maemnya. Bisa juga dibentuk segitiga, bulat atau segiempat juga lho, saat menggulung kita sesuaikan saja. Bisa kreasi bentuk sesuai keinginan.

Selamat mencoba.

Alhamdulillah satu lagi koleksi masakanku di negeri sakura bertambah.

Salad Retasu Banana

Salad Retasu banana

Mumpung ada waktu, juga akses internet masih wash wush wash wush... juga mumpung rajin ngumpulin masakan2 yang pernah aku buat disini. yups... sutato...

Namanya asal saja, asal keluar, saya sesuaikan dengan bahan bahan yang dimasukkan. Berawal dari jalan-jalan waktu itu, pak Tsutsumi bawa salad segar banget. Anak-anak jadi ketagihan, jadilah kami sering bikin salad ini dengan mudah. Dan rasanya anak2 cocok. Bisa buat variasi saat semuanya bosen. Lumayan segar dan dalam sekejab semuanya ludes oleh anak2.

Salad by dapursafa

Resep by Pak Tsutsumi :

Semua dikira2, cemplang-cempung, semua bahan hampir sama komposisinya.

Bahannya :

Daun Retasu untuk membungkusnya

Jagaimo (kentang), rebus, lumatkan

Kyuri (ketimun), potong tipis (masukkan dalam air garam beberapa saat)

Ringo (Apel), kupas, potong kotak, rendam dalam air garam sementara waktu

Tamago (telur) rebus, potong2 kotak

Ninjin (wortel), potong dadu, rebus setengah matang, angkat tiriskan

Budho ( anggur), kupas kulitnya, buang isinya akalau ada, rendam dengan air garam sebentar saja (biar tidak berubah warna)

Banana rendam dalam air garam beberapa saat, kemudian lumatkan.

Mayounese dan garam

Masukkan semua bahan diatas, kecuali daun retasu dan terakhir mayounese dan garam. Campur pelan2, masukkan mayounese dan garam, aduk lagi.

Letakkan diatas daun retasu, siap untuk disajikan. Akan didapatkan salada dengan aroma banana, tetapi begitu digigit rasanya jadi berubah-ubah, rasa apel, anggur, wortel juga kentang akan muncul dnegan tiba2. Hemmmm segerrrr

Yups....alhamdulillah satu resep baru lagi melengkapi dapur safa.

Selamat mencoba

Kamis, Februari 17, 2011

Ketan Saos Kinca Durian ala dapursafa (durian beku)

Durian ada di Saga ? masak sih, jarang2 ada ... tapi sungguh kali ini ada lho. Sempat 3 kali lihat di salah satu mall di Saga, satu buah durian ukuran sedang dihargai 6000 yen... gilaaaa..... atau setara 650 000 rupiah. Terkadang ada juga di Seiyu, satu durian kecil seharga 980 yen, kalau ini masih terjangkau lah... itung-itung buat obat kangen. Sekarang gak perlu bingung atau sedih kalau gak dapat durian segar yang masih dibungkus kulit berdurinya, bisa pesen di kumamotohalalfoodnya pak Marlo, durian monthong thailand, sudah bersih, gak ada isi, tinggal makan... tapi tapinya durian beku. btw it's Ok, daripada enggak ada sama sekali.

Sudah berkali-kali mendengar nama makanan ini, Kinca durian. AKhirnya setelah order durian nyampe rumah sudah tidak tahan untuk segera menyantapnya. Sisain 1 bungkus, siapin bahan, siap tempur dahhh...

Ketan Saus Kinca Durian
Sumber : dunia ibu

Bahan

Nasi ketan :
500 gr beras ketan (kurleb 400 grm ketan)
500 ml santan dari 1 butir kelapa (saya pake 1 kaleng santan 400ml)
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
1 sdt garam


Cara membuat
Ketan direndam selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan
Masak ketan seperti layaknya menanak nasi dalam rice cooker, bersama santan, daun salam, serai dan garam
Masak hingga matang, tetapi sebentar-sebentar buka rice cooker sambil dibalik, biar tercampur rata aromanya

Ketan Saus Kinca Durian

Saus kinca :
200 gr gula merah, sisir
50 gr gula pasir
1 lembar daun pandan
250 ml air
¼ sdt garam
500 ml santan dari 1 butir kelapa(saya pake 1 kaleng santan 400 ml)
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
5 mata durian, ambil dagingnya (saya pake 225 gram daging durian siap pakai)

Gula merah direbus bersama gula pasir, air, daun pandan dan garam. Setelah mendidih dan gula larut, angkat dan saring
Tambahkan santan lalu masak hingga mendidih dan kentalkan dengan larutan maizena. Setelah mengental, angkat dan tambahkan durian, aduk rata
Ambil nasi ketan secukupnya, tuangkan saus kinca diatasnya
Siap untuk disajikan

[harianrepublika16april2006\\resepsiscasoewitomo]

ALhamdulillah pertama bikin ketan kinca saos Kinca durian pertama kali langsung amblas, ternyata semua suka... ALhamdulillah tambah lagi koleksi masakanku

Rabu, Februari 16, 2011

Ayam Bakar Kecap

Ehmmmm.... kali ini sedikit gagal, terlalu banyak olesan kecapnya... untung bisa dikelupas kulit ayamnya, jadi rasanya gak pahit dan ternyata dalam hitungan menit semuanya ludesss desss desss dessss. Anak-anakku suka banget...

BUmbu2 nya seadanya sisa bumbu2 yang ada di dapur... cuma bawang putih dimemarkan, jahe, kunyit, ketumbar, asem, kemiri, garam, rendam bersama ayam selama kurang lebih 15 menit. Panaskan sedikit minyak dalam wajan teflon dengan api kecil, masukkan ayam, bila sudah berubah warna balik pelan, jika perlu t ambahkan air sedikit.

Oven toaster hingga warna coklat kekuningan, olesi kecap seperlunya...(kecap ini atas request suami)...lha kok njelalah lupa ...akhirnya sedikit gosong.... Balik bagian bawah, toaster kembali hingga dirasa cukup matang.

Sajikan bersama sayur rebus dan sambel tomat...

ALhamdulillah... mesi agari...

Rabu, Februari 02, 2011

Hira Hama Sou Restoran, Takezaki

26 Januari lalu kami (saya dan suami) diajak Yakumo san (lansia berusia 83 tahun), bersama Megumi san dan Nakazono san ke Takezaki untuk makan siang bareng. Menunya Satu set Kani (kepiting). Tempatnya bagus sekali, tepat ditepi sisi atas laut di daerah Takezaki. Sudah 2 kali kami diajak kesana, yang pertama dengan Safa dan Rafif. Satu porsi untuk setiap orang terlihat seperti dibawah ini. Satu porsi seperti ini biasanya seharga 6000 yen, tapi semua dibayarin lho ... gratiss tiss tisss...makan sepuasnya, sampe gak muat perutnya akhirnya dibungkus bawa pulang deh.... Semua ikan dan kepiting yang disajikan ini segar dan baru. Rasanya ehmmmm alhamdulillah mantab... Bukan pamer atau riya, ini hanya sekedar sebagian kenangan kami selama di Jepang. Semoga kenangan ini terkenang hingga nanti. Kebetulan anak2 hari itu tidak kami ajak, karena pas anak-anak sekolah kami di telpon dan langsung berangkat. Letaknya lumayan, sekitar 1 jam 20 menit dari Saga. Sebelum makan, kita onsen (mandi air panas) dulu... jadi tambah manteb, segernya...

Menunya seperti dibawah ini.

Tempat hashi atau sumpitnya bergambar kani juga, lucu. DIbawah ini di dalam kani penuh dengan telur kani. Oishiikatta...^_^


Lima set porsi kani, makan siang kami saat itu

Kani jousui ( nasi bubur plus kepiting) dan sayur

Kepiting goreng dan salad

Kaki (sekka)

Kazunoko, aka Telur ikan

Sukemono (acar)


Ebi isi telur

Itu yang putih depan sendiri (didalam piring kecil bentuk daun tidak bisa kami makan, ada sake)



Sashimi ikan thai, segar ...oishikatta

EEbi segar..(kami maemnya direbus dulu), gak tega makan mentahnya hihihi

Di restoran itu lengkap dengan tempat onsen (mandi air panas), gratis dan restoran itu juga menjadi penginapan. Biasanya ramai kalau hari Sabtu, minggu dan hari libur.

Bagi teman2 yang masih disini, tempat itu bisa jadi pilihan ... tempatnya nyaman, indah pemandangannya dan bersih. Selamat mencoba