Minggu, Agustus 14, 2011
Bento Sederhana
Selasa, Juli 26, 2011
Jumat, Juni 10, 2011
Sedikit cerita aneka macam makanan yang sempat tak idhamkan...alias lagi kepinginnn banget makan makanan itu selain si Lentho.... ada lagi ... DAUN SIN GKONG. lagi-lagi masih berhubungan dengan singkong atau ketela pohon atau ubi kayu atau istilah kerennya Cassava.
Pernah suatu kali baca postingan seorang teman, Isti di jaring sosial, kebetulan Isti tinggal di Tokyo, ingat dan langsung kucoba telpon Isti, minta info tentang si daun singkong ini. Kata Isti sih ada orang Indonesia yang jualan disana, cuma sudah beku dan sudah dibumbui mbak, Wis gak popo Is, yang penting daun singkong... Isti kasih tau, kalau stok lagi kosong, mungkin bulan depan baru ada. Yo wis, sabar disik... ditawari ibu mau dikirim saja atau gimana ? aku jawab gak perlu buk, takut nanti malah dikira daun ganja..malah dadi masalah nanti di bea cukai...
Prittt.... sebulan lebih kemudian Isti kasih tau kalau stok daun
Untuk saat ini masih belum perlu mas, pikirku.... habis harganya juga selangit... lebih mahal dari harga 1 kg daging sapi di Jepang... hahahahaaa....kebayang kan betapa mahalnya daun singkong di rantau....
Alkhamdulillah senneg banget...rasanya juga enak, gak perlu repot2 lagi ke dapur (dasar lagi trauma masuk dapur...jadi bawaannya enak juga...). Dari indera perasa, sepertinya dalam daun singkong itu ada dibumbui ikan teri kecil-kecil yang segar/ mungkin ikan teri medan yang bersih, tapi sedikit besar, ada rasa terasinya, ada rasa tempe busuknya, ada cabe, bawang putih dan bawang merah dan garam. Rasanya ehmmmm....bener2 rasa nambah
Mudah2an gak ngidam lagi ya.... atau ada yang berminat ngirim daun singkong ? hahahaaa...
Masih seputar Bento- bento SAfa nechan
Kamis, Juni 09, 2011
Lentho ala dapur safa
Sedangkan di Jepang sendiri Ketela pohon tidak dijumpai, atau mungkin tidak ada ya...karena selama hampir 6 tahun disini belum pernah sekalipun menjumpai yang namanya ketela pohon.
Kebetulan ada teman yang pulang dan menawarkan mau nitip apa, senangnya.... Dengan sedikit malu tapi ngeces, saya bilang nitip ketela pohon alias telo kaspe, satu biji saja. cukup. Eh dibawain 2 potong, alkhamdulillah terima kasih te Ima.
Ketela (diparut sawut/memanjang)
Laos muda (diparut sawut juga)
Tempe yang sedikit dibusukkan, ulek sedikit kasar
Cabe merah, haluskan
Bawang putih, haluskan
Bawang merah, haluskan
Garam secukupnya
Semua bahan dicampur, kepal-kepal, rasakan, goreng dan segera sajikan disaat masih hangat.
Safa nechan baru pertama kali makan dan ketagihan, walaupun pedas dia mau, suami dan aku langsung lega... enak lumayan kok, cuma rasa tempe busuknya kurang nendang, stok tempe pas kosong juga...(kenapa gak kepikiran diganti sama nato...?).
Well, setidaknya ngidamnya dah tercapai.
Bento - bento Safa
Buah dan susu setiap hari dapat dari sekolahnya.
Semua bento dibwah ini mengikuti menu yang disediakan di sekolah
Semua bento-bento ini hanya sebagai koleksi pribadi, biar suatu saat Safa ingat masa-masa sekolahnya dulu.
tetep semangat ngebento ya ma.... jangan malas ... gambarou
Kamis, Mei 05, 2011
Takenoko gohan, Wakame misosiru, chikin karage (Nasi rebung, sup rumput laut, ayam goreng tepung).
Wakame misosiru :
Chikin Karage (ayam goreng tepung)
Kalau yang ini gampang bikinnya, bahan yang diperlukan ayam halah tentunya, potong sesuai selera, lumuri dengan garam, bawang putih dan merica saja (sesuai petunjuk menu sekolahnya). Diamkan beberapa saat...(kalau aku biasanya sudah kurendam dari semalam, lalu kumasukkan dalam kulkas), gulingkan dalam tepung terigu yang sudah ditaburi sedikit merica dan garam. Goreng...jadi deh...
Bento2 Sederhananya Safa OnechanOnigiri, dan berbagai macam rebusan telur, asparagus, wortel, sosis dan brokoli), mini tomato
Alhamdulillah, dah sedikit normal setelah sibuk berbenah dari pindahan rumah... byuh ternyata lumayan menguras tenaga. Alhamdulillah juga atas kesempatan yang telah diberikanNya. Sekarang, tepatnya per tanggal 8 April 2011 Safa onechan sudah masuk di Shogakko (alias Sekolah Dasar). Tahun ajaran baru dimulai di awal April. Tidak seperti di hoikuen dulu, pihak sekolah mau menyediakan makanan anak2 sesuai dengan permintaan kita (non butaniku - daging babi, non chikin -ayam, non niku-daging sapi, non mirin, non sake, non alkohol, non shortening, non wine).... alias makan sayur tanpa bumbu2 terlarang diatas, dan lauknya setiap hari kisaran ikan dan keju.... Hontouni arigatou hoikuen no kyusoku no sensei, yasasi naaa.... jumbi ga ishokenme gambatta nee...~^_^
Nah beda dengan di Shogakko, dengan sangat berat kyusoku no sensei (sensei yang masak/koki) minta maaf tidak bisa menyediakan makan siang anak2, karena keterbatasan semuanya. Dari kurang lebih 700 siswa SD, hanya 4 anak yang muslim....jadi yaaa hontouni sensei tachi wa gomen nasai aka minta maaf dengan sampe membungkukkan badan sambil merasa bersalah begitu.
Tapi kami tidak apa2, malah serasa lebih anzin/aman... kalau anak2 bawa bento sendiri, dari pada malah kepikiran tentang apa2 yang dimakan anak di sekolah (terutama bumbu2nya...kalau sayurnya mah kebanyakan sama...).
Pihak sekolah "hanya" memberi secangkir susu dan buah2 an saja.
DAn alhamdulillah anakku Safa sudah mengerti, dan mau bawa bento setiap hari. Karena sejak kecil sudah kami ajarkan tentang makanan halal dan haram alias mana -mana makanan yang boleh dimakan dan mana makanan yang tidak boleh dimakan, beserta alasannya. Well, so far so good, she is verry pretty girl...walah...opo hubungane...
Namun semua bento2 yang kami bawakan ke sekolah setidaknya mirip dengan makanan yang disediakan di sekolahnya. Maka dari itu kami diberi menu yang setiap hari harus dibuat, lengkap dengan zairiyo (bumbunya)... lumayan lah buat bikin emaknya harus rajin2 bangun pagi.
Fotoi diatas bento pertama tanpa menu yang dibuat untuk enshoku (piknik aka jalan-jalan) ke SHinrin koen... jalan kaki kurang lebih 3 km dari sekolahnya... semua siswa diwajibkan bawa bento dan air minum...aka ocha/teh ijo. Lumayanlah semua bento yang kubawakan selalu habis dan ini sebagian foto bento yang sempat kufoto...hihihihii...habis kalau pagi suka ribet...banyak bareng bawaannya (padahal kalau bawaan ke sekolah udah disiapkan sejak sore)...bangunin anan juga lumayan ....yah biasanya kalau di hoikuen masuknya jam 1/2 10...harus masuk pagi jam 1/2 8 jadi ya ...harus berjuang ...
Semangat yuk Safa onechan...semangat yuk semuanya.... mudah2an mama gak males2 bikin bentomu sesuai dengan menu sekolahmu...
Selasa, Maret 29, 2011
Jumat, Februari 25, 2011
Maccyan
With mama, my little family, tante Marita's family and mbak Rani
Tofuage (Tahu goreng Maccyan, Machan nama tempat di sebuah pegunungan antara Saga-Fukuoka)
Bila pingin refresing dengan udara yang super duper sejuk, pergilah ke Machan. Sepanjang perjalanan keluar dari Yamato kita akan lalui jalanan yang menanjak dan berbukit, sawah berbentuk terasiring dengan tumbuhan padi dan sayuran yang segar, pepohonan yang rimbun...hemmmm serasa kembali ke kampung halaman. Suamiku suka sekali pergi ke Machan, semacam pasar tradisional yang menjual hasil bumi, beras, buah dan sayuran segar, murah dan membawa kita ke beberapa tahun silam kebelakang. Persis seperti suasana di film little missi atau pasar tradisional kampungku.
Ada beberapa menu yang ditawarkan disana selain daripada hasil bumi, sekarang ada paket baikin, makan ambil sendiri, ditimbang, baru dibayar di depan kasir. Ada oden (kalau ini kami tidak suka beli, karena lihat saja sudah kenyang, karena tempatnya juga gedheeeee... gak rekomended deh).... ada Udon yang lumayan dan mempunyai rasa yang khas dibandingkan dnegan udon2 di tempat lain, ada berbagai macam sukemono aka acar (daikon/lobak, wortel,sawi putih, bawang putih, dll), tofuage, kinakopan, nugget tofu, tofupan, soft cream berbagai rasa, ada rasa wijen hitam, rasa ubi, rasa strawberry segar, rasa blueberry, rasa kedelai, rasa melon....ehmmm...hanya ada disini, ditempat ini...
Tofuage, aka tahu goreng ditaburi katsuobushi (irisan ikan tongkol asap), diberi irisan daun bawang, pake soyu (kami tidak pernah pake soyu, karena ingredientnya gak jelas), sambel jeruk. Dimakan saat masih anget, ehmmm tahunya yang empuk menul menul, bedaaa banget dengan tofu yang dijual di supermarket2 di Saga...bener2 fresh... dengan aroma kedelai segar menambah mantab rasanya dan selera makan jadi ehmmmm.... pingin nambah lagi.
Selasa, Februari 22, 2011
Senin, Februari 21, 2011
Sabetto Yogurt
Es Serut aka dapursafa atau nama kerennya di Jepang sabetto.
Kebetulan sekali keluargaku menyukai ini. Biarpun dingin begini, turun saljupun disini kebiasaan minum es krim tetap berlanjut. Sehat, higienis, gampang dan murah lagi. Bikin yukkk...
Anak-anakku suka nyebut es krim yogurt oishii mama...
Sabetto
Resep dari Nakayoshi Yoko
500 ml Yogurt plain
200 ml gyunyu (susu sapi segar)
Gula (optional) atau madu atau susu kental manis (optional), tapi anak2ku lebih suka yang plain.
Campur yogurt plain bersama gyunyu, aduk hingga tercampur rata. Kalau suka tambahkan gula, kalau gak pake gula pun juga gak papa.
Masukkan dalam wadah dan tutup.
Masukkan ke dalam freezer, 30 menit kemudian, ambil, buka dan aduk lagi.
Masukkan ke freezer lagi, ambil, buka dan aduk2 lagi.
Lakukan kurang lebih 3 atau 4 kali.
Segera hidangkan
Gampang kan ?
Anda peduli dengan keluarga, peduli kesehatan ?Yuk bikin aneka makanan sehat buat keluarga.
Alhamdulillah...satu resep baru lagi ada di dapursafa.
Jumat, Februari 18, 2011
Telur Dadar Bumbu Dashi
Sebenarnya ini telur dadar biasa, cuma bumbunya saja diganti sama dashi aka sari ikan plus sedikit gulad an soyu. Di dadar ala masakan Jepang. Bikinnya guampang.
Bahan bahan semuanya ada di rumah, yang pasti murah meriah, cuma telur, dashi (sari ikan), negi (daun bawang), soyu dan sedikit gula. Kocok telur, masukkan dashi, soyu, gula kocok lagi dan masukkan irisan daun bawang. Panaskan penggorengan dengan minyak sedikit saja (hanya untuk olesan saja, pake butter atau margarin juga bisa). ambil satu sendok sayur, ratakan ke seluruh bagian penggorengan. Setelah berubah warna/matang, segera gulung dan letakkan di pinggir penggorengan, segera tuang satu sendok sayur lagi, Goyang2 hingga seluruh penggorengan rata dengan adonan telur dan nyambung dengan telur yang sudah digulung tadi (mudah2an bisa dimengerti). Intinya ini nyambung terus...
Lakukan hingga habis. Angkat, taruh diatas paper kitchen untuk mengurangi minyaknya. Potong2. Gampang kan...
Lumayanlah untuk variasi telur dadar. Walaupun bahannya sama, kalau rasanya beda, anak-anak jadi lebih semangat maemnya. Bisa juga dibentuk segitiga, bulat atau segiempat juga lho, saat menggulung kita sesuaikan saja. Bisa kreasi bentuk sesuai keinginan.
Selamat mencoba.
Alhamdulillah satu lagi koleksi masakanku di negeri sakura bertambah.
Salad Retasu Banana
Mumpung ada waktu, juga akses internet masih wash wush wash wush... juga mumpung rajin ngumpulin masakan2 yang pernah aku buat disini. yups... sutato...
Namanya asal saja, asal keluar, saya sesuaikan dengan bahan bahan yang dimasukkan. Berawal dari jalan-jalan waktu itu, pak Tsutsumi bawa salad segar banget. Anak-anak jadi ketagihan, jadilah kami sering bikin salad ini dengan mudah. Dan rasanya anak2 cocok. Bisa buat variasi saat semuanya bosen. Lumayan segar dan dalam sekejab semuanya ludes oleh anak2.
Salad by dapursafa
Resep by Pak Tsutsumi :
Semua dikira2, cemplang-cempung, semua bahan hampir sama komposisinya.
Bahannya :
Daun Retasu untuk membungkusnya
Jagaimo (kentang), rebus, lumatkan
Kyuri (ketimun), potong tipis (masukkan dalam air garam beberapa saat)
Ringo (Apel), kupas, potong kotak, rendam dalam air garam sementara waktu
Tamago (telur) rebus, potong2 kotak
Ninjin (wortel), potong dadu, rebus setengah matang, angkat tiriskan
Budho ( anggur), kupas kulitnya, buang isinya akalau ada, rendam dengan air garam sebentar saja (biar tidak berubah warna)
Banana rendam dalam air garam beberapa saat, kemudian lumatkan.
Mayounese dan garam
Masukkan semua bahan diatas, kecuali daun retasu dan terakhir mayounese dan garam. Campur pelan2, masukkan mayounese dan garam, aduk lagi.
Letakkan diatas daun retasu, siap untuk disajikan. Akan didapatkan salada dengan aroma banana, tetapi begitu digigit rasanya jadi berubah-ubah, rasa apel, anggur, wortel juga kentang akan muncul dnegan tiba2. Hemmmm segerrrr
Yups....alhamdulillah satu resep baru lagi melengkapi dapur safa.
Selamat mencoba
Kamis, Februari 17, 2011
Ketan Saos Kinca Durian ala dapursafa (durian beku)
Durian ada di Saga ? masak sih, jarang2 ada ... tapi sungguh kali ini ada lho. Sempat 3 kali lihat di salah satu mall di Saga, satu buah durian ukuran sedang dihargai 6000 yen... gilaaaa..... atau setara 650 000 rupiah. Terkadang ada juga di Seiyu, satu durian kecil seharga 980 yen, kalau ini masih terjangkau lah... itung-itung buat obat kangen. Sekarang gak perlu bingung atau sedih kalau gak dapat durian segar yang masih dibungkus kulit berdurinya, bisa pesen di kumamotohalalfoodnya pak Marlo, durian monthong thailand, sudah bersih, gak ada isi, tinggal makan... tapi tapinya durian beku. btw it's Ok, daripada enggak ada sama sekali.
Sudah berkali-kali mendengar nama makanan ini, Kinca durian. AKhirnya setelah order durian nyampe rumah sudah tidak tahan untuk segera menyantapnya. Sisain 1 bungkus, siapin bahan, siap tempur dahhh...
Ketan Saus Kinca Durian
Sumber : dunia ibu
Bahan
Nasi ketan :
500 gr beras ketan (kurleb 400 grm ketan)
500 ml santan dari 1 butir kelapa (saya pake 1 kaleng santan 400ml)
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
1 sdt garam
Cara membuat
Ketan direndam selama 2 jam, cuci bersih dan tiriskan
Masak ketan seperti layaknya menanak nasi dalam rice cooker, bersama santan, daun salam, serai dan garam
Masak hingga matang, tetapi sebentar-sebentar buka rice cooker sambil dibalik, biar tercampur rata aromanya
Saus kinca :
200 gr gula merah, sisir
50 gr gula pasir
1 lembar daun pandan
250 ml air
¼ sdt garam
500 ml santan dari 1 butir kelapa(saya pake 1 kaleng santan 400 ml)
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
5 mata durian, ambil dagingnya (saya pake 225 gram daging durian siap pakai)
Gula merah direbus bersama gula pasir, air, daun pandan dan garam. Setelah mendidih dan gula larut, angkat dan saring
Tambahkan santan lalu masak hingga mendidih dan kentalkan dengan larutan maizena. Setelah mengental, angkat dan tambahkan durian, aduk rata
Ambil nasi ketan secukupnya, tuangkan saus kinca diatasnya
Siap untuk disajikan
[harianrepublika16april2006\\resepsiscasoewitomo]
ALhamdulillah pertama bikin ketan kinca saos Kinca durian pertama kali langsung amblas, ternyata semua suka... ALhamdulillah tambah lagi koleksi masakanku
Rabu, Februari 16, 2011
Ayam Bakar Kecap
Ehmmmm.... kali ini sedikit gagal, terlalu banyak olesan kecapnya... untung bisa dikelupas kulit ayamnya, jadi rasanya gak pahit dan ternyata dalam hitungan menit semuanya ludesss desss desss dessss. Anak-anakku suka banget...
BUmbu2 nya seadanya sisa bumbu2 yang ada di dapur... cuma bawang putih dimemarkan, jahe, kunyit, ketumbar, asem, kemiri, garam, rendam bersama ayam selama kurang lebih 15 menit. Panaskan sedikit minyak dalam wajan teflon dengan api kecil, masukkan ayam, bila sudah berubah warna balik pelan, jika perlu t ambahkan air sedikit.
Oven toaster hingga warna coklat kekuningan, olesi kecap seperlunya...(kecap ini atas request suami)...lha kok njelalah lupa ...akhirnya sedikit gosong.... Balik bagian bawah, toaster kembali hingga dirasa cukup matang.
Sajikan bersama sayur rebus dan sambel tomat...
ALhamdulillah... mesi agari...
Rabu, Februari 02, 2011
Hira Hama Sou Restoran, Takezaki
26 Januari lalu kami (saya dan suami) diajak Yakumo san (lansia berusia 83 tahun), bersama Megumi san dan Nakazono san ke Takezaki untuk makan siang bareng. Menunya Satu set Kani (kepiting). Tempatnya bagus sekali, tepat ditepi sisi atas laut di daerah Takezaki. Sudah 2 kali kami diajak kesana, yang pertama dengan Safa dan Rafif. Satu porsi untuk setiap orang terlihat seperti dibawah ini. Satu porsi seperti ini biasanya seharga 6000 yen, tapi semua dibayarin lho ... gratiss tiss tisss...makan sepuasnya, sampe gak muat perutnya akhirnya dibungkus bawa pulang deh.... Semua ikan dan kepiting yang disajikan ini segar dan baru. Rasanya ehmmmm alhamdulillah mantab... Bukan pamer atau riya, ini hanya sekedar sebagian kenangan kami selama di Jepang. Semoga kenangan ini terkenang hingga nanti. Kebetulan anak2 hari itu tidak kami ajak, karena pas anak-anak sekolah kami di telpon dan langsung berangkat. Letaknya lumayan, sekitar 1 jam 20 menit dari Saga. Sebelum makan, kita onsen (mandi air panas) dulu... jadi tambah manteb, segernya...
Menunya seperti dibawah ini.
Tempat hashi atau sumpitnya bergambar kani juga, lucu. DIbawah ini di dalam kani penuh dengan telur kani. Oishiikatta...^_^
Lima set porsi kani, makan siang kami saat itu
Kani jousui ( nasi bubur plus kepiting) dan sayur
Kepiting goreng dan salad
Kazunoko, aka Telur ikan
Sukemono (acar)
Ebi isi telur
Itu yang putih depan sendiri (didalam piring kecil bentuk daun tidak bisa kami makan, ada sake)
Sashimi ikan thai, segar ...oishikatta
Di restoran itu lengkap dengan tempat onsen (mandi air panas), gratis dan restoran itu juga menjadi penginapan. Biasanya ramai kalau hari Sabtu, minggu dan hari libur.
Bagi teman2 yang masih disini, tempat itu bisa jadi pilihan ... tempatnya nyaman, indah pemandangannya dan bersih. Selamat mencoba







