Take Susi (Nasi Susi Yang diletakkan di dalam bambu kosong). Jarang sekali saya temui susi yang diletakkan dalam bumbu seperti nampak di foto. Kemaren saya dapatkan di abance, saat ada bazar acara anak-anak. Tidak seperti umunya susi selalu berpenampilan selayaknya nasi kepal, kali ini susi yang disajikan dalam bambu kosong. Rasanya juga hampir sama dengan susi-susi pada umumnya. CUma nasi dikasih vinegar (kalau buat sendiri cuma dikasih gula, sedikit minyak sayur dan air). Atasnya dikasih berbagaia macam ikan mentah atau telur dadar yang diiris2, diberi potongan nori, sedikit sukemono soga (manisan jahe). Satu tempat take susi diatas bisa kita dapatkan dengan harga 200 yen atau sekitar Rp. 20.000. Dalam sekejab, satu take susi habis dilahab anak-anak. Alhamdulillah. Mau mencoba ?
Senin, November 29, 2010
Nasi kuning buatanku, sama ketimun dan mi goreng saja, lainnya ibu-ibu di Saga
Tumpeng Kuning lagi
Beberapa waktu lalu, sekitar tanggal 12 November, saat saya selesai kelas nihon go, di telpon suami, minta tolong tuk buatin nasi kuning buat acara open kampus untuk besuk harinya. Saya iyakan saja, toh cuma bikin nasi kuning thok, untuk tethek bengek perlengkapannya ibu-ibu yang lain. Namun saat itu di rumah bener-bener lagi krisis bahan, tidak ada persediaan beras dan juga santen. Kalau kunyit mah banyak, karena saya tanam, di belakang rumah. Selesai di telpon saya langsung ngacir berangkat belajar shodo. Malamnya hinga suami pulang masih belum ada bahan yang akan di masak untuk nasi tumpeng kuning itu, ya sudahlah berarti tidak jadi pikirku. Selesai ngaji OL mingguan, sekitar jam 1/2 10 datanglah teman yang mengantarkan beras 5 kg dan santen. Hah 5 kg....? kupikir cuma sedikit...byuh jadi kelabakan. Malam gak enak tidur juga, pertama kali bikin 5 kilo, dan jam 8 harus ngumpul di kampus katanya...? Biasanya sih bikin cuma paling banter 3 kg aja. AKhirnya sebelum tidur saya coba masak 1 rice cooker, biasanya sih sekali masak muat 2.5 kg, lha kok yang ini beda, berasnya pulen banget... Pagi jam 5 pas bangun kulihat nasi belum matang, alias mogol... byuh sedikit bimbang, rodo bingung...(soalnya bener2 gak ada persediaan beras ...). Sedikit tenang kucoba ambil panci pengukus, kukukus 2 kali, sementara sambilk bikin nasi kuning lagi di rice cooker yang sama, tentunya dengan sedikit mengurangi beras. ALhamdulillah, setelah kukukus beberapa saat, nasi matang. Ehm....legaaa... Tidak tahu banget kalau beras yang itu doyan banget sama air....
Setelah matang, nasi kuning saya bikin tumpuk. ENtahlah tiba-tiba saja muncul ide numpuk nasi itu. Semua resep dan bumbunyapun saya kira-kira. 5 kg beras, pake santen kaleng 400 ml sebanyak 4 kaleng, ketumbar, garam, daun pandan dan kunyit, dan tentunya air untukl masak nasi. Semua ukuran dikira-kira.
Pelajaran lain hari itu...setiap jenis beras, ternyata berbeda juga jenis kebutuhan air yang dipakai.
Jumat, November 26, 2010
Mini Tumpeng Kuning
Tumpeng kuning ini sudah kubuat beberapa waktu lalu, kalau gak salah pas syukuran hari jadiku sama suami, 23 Agustus, byuh lupa ketimbun foto-foto yang lain... Mumpung ingat, ini cepet-cepet beredar, sebelum lupa dan hilang lagi... hihihii
1 kilogram beras, pake santen kaleng 400 ml, kunyit, pandan, tumbar, garam. Lauknyapun juga sangat sederhana, semampunya waktu saja, ayam bumbu, bihun goreng, telur bumbu kecap, bakso lonjong goreng disiram kuahnya ayam sama dikasih irisan ketimun dan kacang panjang. itu saja... dan penutup mulut puding melon jeruk. ALhamdulillah cukup untuk makan malam kami sekeluarga...eh gak ding, masih ada sisa buat kami makan besuknya...Semoga panjang usia, penuh barakah, bermanfaat, dan selalu berjalan diatas jalan Nya. Amin.
Rabu, Oktober 20, 2010
Satsumaimo to Ringo no keki (Cake ubi dan apel)
20-10-2010.... tanggalnya cantik ya hari ini.
Beberapa hari lalu saya bikinkan anak-anak oyatsu (camilan) kue yang dalamnya diisi dengan ubi atau "telo abang" bahasa jawanya dan diatasnya diberi irisan ringo/apel.
Kebetulan satsumaimonya lagi banyak sekali, anak-anak bawa dari sekolah. Satsumaimo ini di tanam oleh kelasnya Safa (Yuri gumi) beberapa bulan lalu. Giliran sudah siap panen, semua murid bergiliran bisa memanen satsumaimo di sawah sewaan hoikuen. Murid-murid membawa pulang sesuai dengan hasil yang didapatkannya. Kalau pinter nyabutnya, bisa bawa banyak, kalau enggak ya bawa sedapatnya hehehee
Resepnya saya dapatkan dari kertas yang saya ambil di Youme town. Lumayan buat selingan dan variasi...
Bikinnya juga gampang, tinggal plang plung plang plung.
Resepnya :
400 gram tepung hot mix (siap pakai),
4 biji telur
100 ml minyak sayur
1 biji satsumaimo/ubi ukuran sedang (kurleb 150 gram), kupas, cuci, potong dadu
1 biji ringo/apel, iris tipis
kurang lebih 100 ml susu segar
Caranya
Kocok telur sampai tercampur rata
Masukkan tepung hoto mix, campur rata
Masukkan susu dan masukkan minyak sayur
Aduk hingga tercampur rata.
Masukkan ubi, campur rata
Siapkan tempat cake/ loyang yang sudah diolesi margarin
Masukkan adonan secukupnya, atasnya beri apel dan tata rapi
Lakukan hingga adonan habis
Masukkan ke dalam oven yang sudah dipanaskan, oven hingga matang
(kalau saya ngovennya dari kecil, 140 drjt C, pelan-pelan, naik hingga 180 drjt), soalnya kalau langsung suhunya tinggi, satsumaimonya kurang matang.
Oven hingga atasnya kuning kecoklatan.
Angkat dan siap untuk disajikan.
Guampang kan...
Jumat, Oktober 08, 2010
Tentang Miso Sup atau Miso Siru
Untuk membuat sup miso, cukup dengan "taucho" tadi dicampur dengan mumbu instan dashi (campuran sari ikan dan kombu /sejenis rumput laut)
Namun orang Jepang yang sudah tua kebanyakan, mereka tidak mau menggunakan bumbu instan dashi seperti yang dijual di supa-supa di seluruh Jepang. Mereka yang sudah "sepuh" dan peduli kesehatan memilih membuat dashi ini secara manual. Bahannya gampang, cuma kalau dikalkulasi jatuhnya memang lebih mahal, namun dijamin rasa tidak mengecewakan, alias puas dan kalau bagi kami dijamin "halal". Saya diajari cara bikin sup misosiru dari Yoko sensei. Bahan-bahan yang harus disiapkan ; ikan teri kecil-kecil (iriko) yang sudah dicuci bersih, rendam beberapa saat (kurang lebih 20-30 menit), kombu (sejenis rumput laut yang sudah dikeringkan), katsuobushi (daging ikan tuna yang diasap, kemudian diiris tipis-tipis). Semua bahan itu mudah sekali dijumpai di seluruh supa-supa di Jepang. Untuk ukuran berapa banyaknya, disesuaikan dengan selera. Cara bikinnya didihkan air didalam panci secukupnya, masukkan iriko, kombu. Biarkan beberapa saat hingga air berkurang beberapa ml, masukkan katsuobushi, didihkan dan saring. Jadilah dasi atau sup miso. Kemudian baru dimasukkan misho, agar sedikit rasa kedelainya masuk.
Buat yang malas bikin sup dashinya secara manual bisa juga beli satu paket misosiru yang isinya ada beberapa bungkus, lengkap bumbu dengan sayuran yang sudah dikeringkan, tinggal menambahkan air panas saja.
Nah, kalau beli bumbu instant ada banyak hal yang perlu diperhatikan, karena biasanya bumbu misosiru ada unsur sake, mirin atau alkohol. Jadi harus waspada dan teliti.
Isinyapun bisa bermacam-macam sesuai dengan selera. Pada umunya sih berupa jamur shitake , tofu, wakame (rumput laut yang dikeringkan) dan diatasnya ditaburi daun bawang yang diiris kecil-kecil. Bisa juga isi mishosiru itu daikon (lobak) yang diiris tipis, ninjin (wortel), moyashi (kecambah), hakusai (sawi putih), konyaku (seperti agar-agar, tapi berbahan dasar umbi-umbian/bahasa jawanya suwek), kepiting, kerang, ebi, atau berbagai macam seafood yang diinginkan.
Biasanya anak-anak maem nya pake secawan nasi, secawan kecil misosiru dan sepotong ikan salmon atau ikan salma bakar.
Sup ini cocok dimakan kapan saja, mau musim panas, musim dingin, musim semi atau musim gugur, mudah sekali dijumpai di setiap warung-warung makan di seluruh Jepang, cuma kita harus lebih memperhatikan ingredientnya,Jangan ragu untuk bertanya, disini pasti akan dilayani semua pertanyaan dari konsumen. Harus berani katakan tidak, jika ada zairiyo/ingredient yang dilarang.
Selamat mencoba...
Minggu, Oktober 03, 2010
Sus isi fla maccha latte
yups.... semangat, gambarou....cek isi perlengkapan perang dan dalam waktu tidak lebih dari 2 jam semua dah beres dan siap untuk disantap...
Kali ini saya bikin fla maccha latte.... selamat mencoba, dijamin ketagihan. Uenakkkk hihihihi promosi mode on
Kamis, September 30, 2010
Black Forest
Sambil mengisi waktu luang yang ada mencoba menerima pesenan kue dari teman.
Kali ini pesenannya bener2 mendadak, telpon jam 3 sore, kuenya untuk hari selanjutnya diambil sore juga...byuhhh... jadi gendayapan. Untung semua bahan ada tersedia di rumah., karena sehari sebelumnya adalah ulang tahun Safa, sisa bahan roti sebelumnya masih ada. Jadilah black forest seperti di gambar. Walaupun masih jauh dari sempurna, alhamdulillah yang pesan puas.
Saya ikutin resep dan petunjuknya bu Fatmah (via blognya NCC). matur nuwun bu Fat, semoga menjadi ladang ilmu yang terus mengalir.
Ini pertama kali jual black forest, kata bu Kartika dan bu Mutia rasanya enak.Selamat ulang tahun bu Mutia, semoga apa yang dicita citakan segera terkabul, sehat dan bahagia selalu.
judulnya White forest kali ya...
Senin, Agustus 30, 2010
Semuanya pasti bisa, semua pasti sudah pernah makan (bagi yang doyan), kalau dulu kita sering makan mi goreng thok thok saat masih di kos kosan. Sekarang kita sudah bisa bikin sendiri. Banyak macam dan bumbu yang dipakai. Isinyapun juga suka-suka, terserah yang bikin mau dimasukin apa saja... hihihii..Rasanya sih standar, namanya juga mi... tergantung selera saja deh..
Mi, sayur kobis, wortel, bakso, sosis, sawi, ijo, cuci bersih
Dadar telur dan orak arik hingga matang, kasih garam sedikit, sisihkan.
Tumis bawang putih, setelah harum kasih mrica, masukkan sayuran dan mi diatas, aduk rata
Masukin sedikit kecap, minyak wijen, garam.
Masukkan orak arik telur, campur rata dengan mi...
Angkat, taburi dengan bawang goreng...
jadi... gampang kan
Sabtu, Agustus 28, 2010
Cakalang
Sebenarnya masih banyak koleksi masakan yang tertinggal di kamera, masih belum sempat nyimpen di blog, ini mumpung ingat mau nulis resep terbaru. Ikan Cakalang, makanan khas Manado yang mebuat tergila-gila suamiku karena rasa dan pedesnya yang begitu menggugah selera makan. EHm.... Fotonya menyusul ya, lupa naruhnya hehehee...
Cakalang
Resep dari bu Steeva, Manado
Bahan :
Ikan cakalang aka tuna, satu ekor besar, kurleb 1 kg, potong2, cuci bersih dan rendam dengan cuka (kalau aku pake asem jawa, karena gak punya cuka) dan garam beberapa waktu
Bawang bombai ukuran besar 2 iji, haluskan
Cabe, tomat, iris tipis
Jahe, lembutkan
Gula merah, garam secukupnya
Cara :
Ungkep ikan sampai berubah warna / matang
Angkat, dinginkan dan segera suwir suwir
Panaskan minyak, tumis bawang bombai hingga harum, masukkan jahe, cabe, tomat, aduk hingga cukup matang
Masukkan ikan, aduk biar tercampur dengan bumbunya, dengan api kecil biarkan beberapa saat
hingga tercium aroma yang khas, harum, pedes.
Angkat dan siap dihidangkan bersama nasi anget, pedes2 bikin selera makan nambah.
ALhamdulillah jadinya buanyak banget.... bisa untuk stok satu minggu kedepan.
Sebelum matang saya bagi 2, satu pake cabe, dan satunya lagi tanpa cabe buat anak2.
Selamat mencoba
Rabu, Juli 28, 2010
Oseng Kangkung Kepiting
ALhamdulillah masih bis amerasakan musim panas lagi di tahun ini, berarti jika musim panas datang berbagai macam sayur seperti kangkung, kacang panjang, bayem, daun kemangi bisa dengan mudah didapat di supa-supa di sekitaran Saga. Seperti di A coop, ankuru, marukyu dan egyoku. Kali ini saya dapat kangkung.
Kebetulan d irumah sedang ada kepiting, lumayanlah buat variasi, kalau biasanya kan pake udang...sekali-kali beda boleh lah...
Bumbunya juga sederhana, gampang dibuatnya.
Sediakan kangkung, potong pendek/sesuai selera deh... cuci bersih
Iris bawang putih dan bawang bombai secukupnya
Kepiting bersihkan samapi bener-bener bersih
Garam, kecap dan gula secukupnya
Cabe (optional...karena ada anak-anak saya tidak pake cabe, cabenya disendiriin saja)
Panaskan minyak, tumis bawang putih sampai harum, kemudian bawang bombai, sampai harum.
Masukkan kepiting, bolak balik hingga berubah warna, tambahkan sedikit air
Setelah dirasa cukup matang, masukkan kangkung
Aduk pelan, masukkan kecap, gula garam
Biarkan sebentar, angkat dan siap dimakan bersama nasi yang masih anget...
Gampang, jadi deh....mesi agari...
Kamis, Juli 01, 2010
Dalamnya saya pake bahan C, keju cheddar parut dan mentega, kesukaan Rafif
Dalamnya saya kasih sosis, luar ditaburi keju parut. ..ehm yummy....enak lho...
Dalamnya saya kasih jagung muda sama keju, luar saya taburi keju parut. Kata anak-anak ini yang paling enak, gurih, ada segernya jagung muda.Resepnya saya nyontek resep dari NCC nya bu Fatmah Bahalwan, resep Roti Keju. Mantebbbbb abissss.....matur nuwun bu Fat... barokallahu ilmunya.... Maaf belum sempat ikut kursus, kursus online resep dulu ya...maaf maaf....
Resepnya saya copaskan dari blog NCC.
ROTI KEJU
Bahan A:
500 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr gula
11 gr ragi instan
1/2 sdt bread improver
4 btr kuning telor
200 ml air Es
Bahan B:
100 gr mentega/margarine
5 gr garam
Bahan C:
100 gr keju cheddar parut
100 gr mentega
Cara membuat:
- Aduk bahan A, uleni hingga bergumpal-gumpal, masukkan bahan
B, uleni terus hingga kalis elastis. Istitirahatkan 20 menit. - Kempiskan adonan, potong timbang 40 gr, bulatkan. Istirahatkan 10 menit.
- Aduk rata bahan C.
- Ambil satu bulatan adonan, beri isi bahan C, bentuk lonjong.Lakukan untuk semua bulatan.
- Diamkan 30 s/d 60 menit, tergantung kehangatan udara. Setelah terlihat mengembang ringan, poles atasnya dengan kuning telur kocok, panggang selama 20 menit, suhu 180 hingga terlihat keemasan. Angkat.
Yang penting ikutin semua langkah diatas, jangan nambahin atau ngurangin...dijamin pasti jadi. Rotinya lembut, uenak...sampe anak-anakku gak makan malam hari itu, karena telah menghabiskan roti-roti uenak bikinan ibunya. Apalagi saat itu roti masih anget, fresh baru keluar dari oven... ehmmm gurih nikmat...^_^
ALhamdulillah....
Rabu, Juni 30, 2010
Tumpeng nasi kuning, telur kecap, mi goreng, sambel trasi, ayam bumbu opor, kentang goreng, steak daging, ayam bumbu mentega, puding coklat dan cake ketan hitam keju.28 Mei 2010 sepuluh tahun sudah kami merajut cinta dalam ikatan pernikahan, mengharap Ridho cinta dan rahmat ALLAH SWT. Sebagai rasa syukur, selain tentunya selalu bersyukur setiap hari akan semua karunia dan nikmat indah yang diberikan kepada kami, kami adakan acara syukuran kecil-kecilan. Maksud hati mau undang teman-teman semua, tapi apa daya ruangan juga tak cukup, selain itu ada acara lain yang dibuat teman2 disini di tempat lain. (ada ultah teman juga yang diajukan acaranya...???) . Akhirnya cuma teman-teman dekat dan keluarga Megumi (bapak dan Ibunya) saja yang kami undang.
Selalu berharap semoga kedepannya barokah, sakinah mawadah warahmah, dikaruniai anak-anak yang sholeh dan sholehah, selalu istiqomah dijalan Allah dengan selalu mengharap cinta dan ridhonya. AMin ya robbal alamin.
Jumat, Juni 25, 2010
Orak-arik Suka-suka Cemplang cemplung
Asli ini semua asal cemplang cemplung, menyesuaikan bahan yang ada di sini...
Bahannya gampang, bisa didapat disemua supermarket di Jepang ... ya iyalah...kan masih tinggal disini....
yup... bahannya catet ya...:
seikat asparagas... isinya kalau tidak salah 7 lonjor. Potong kurleb 2 cm...
sebungkus cikuwa (itu tuh yang warnanya coklat bolong tengahnya), hati-hati ya kalau beli ini, pilih yang tidak ada kandungan mirin, arukoru/alkohol juga amino san (yang ini mah mesthi hati-hati...amino san dari shokubutsu /tumbuhan atau dobutsu/hewan) kalau dari dobutsu otomatis tidak bisa dimakan...dari babi ibu-ibu...catet ya...penting ini.... Potong seperti gambar atau sesuai selera...
2 biji bawang bombai yang masih muda (kebetulan disini lagi musim)... Iris menjadi kurang lebih 8 bagian...tebal-tebal..enak lho...manis gurih rasanya
Ebi (dalam bahasa Jepang, ebi itu udang segar)... sebungkus, bersihkan kulitnya...
Semua bahan di cuci bersih
Bawang putih, garam, merica, gula.
Tumis bawang putih yang sudah diiris tipis, hingga wangi, masukkan udang, setelah berubah warna masukkan asparagas, cikuwa, bawang bombai, merica, aduk rata
Setelah hampir matang masukkan garam dan sedikit gula.
Aduk rata, angkat.
Gampang.. jadi deh...siap untuk disantap dengan nasi hangat.
Alhamdulillah anak-anakku senang sekali...dalam waktu sekejab ludesss desss desss dessss... gampang sekali bukan...
(optional : terkadang kalau pas asparagasnya mahal atau lagi gak ada, saya ganti dengan pok coy atau sawi hijau mini, bisa juga ditambahkan jamur kinoko/ jamur shitake, atau kalau mau sedikit beda, dengan bahan yang sama diatas tambahkan sedikit minyak wijen).
Jumat, Juni 11, 2010
Gampang banget bikinnya. Semua bahan juga selalu tersedia di rumah. Salah satunya ayam, tentunya bukan ayam segar, karena kita selalu pake ayam frozen...habis mau bagaimana lagi...tidak ada yng jual ayam segar halal dipasar, sehingga mau tidak mau adanya ayam frozen...sementara diterima dan disyukuri dulu. ALhamdulillah masih bisa makan ayam...
Sedikan
Ayam
Bawang putih, lumatkan
Merica dan garam bubuk
Tepung panir
Tepung kanji
Putih telur
Saos (saya pake saos takoyaki) ditambah bawang bombai dan gula sedikit.
Iris ayam tipis, (sesuai selera)
Rendam dengan merica, garam dan bawang putih kurleb 15-30 menit
Gulingkan ayam ke tepung kanji
Balutkan ke putih telur
Gulingkan ke tepung panir
Goreng ke dalam minyak yang sudah panas
Balik, angkat dan tiriskan
Gampang kan...
Potong ayam yang sudah digoreng di tengahnya (jangan sampai putus) untuk saosnya.
Disajikan dengan irisan wortel, kobis atau daun salada/retas atau bisa juga dengan hakusai/sawi putih. Siram saos diatasnya.
hai...mesiagari...
Alhamdulillah semua bisa dibuat sendiri... tidak mahal, aman dan dijamin halal
Rabu, Mei 19, 2010
Pizza
Lama gak makan Pizza, saat melihat gambar pizza dalam brosur, Safa bilang pingin maem. Kebetulan di rumah tersedia semua bahan. Jamur, juga baru beli kemarennya. Ya hari ertama Golden week saya dan anak2 berkutat di dapur bikin Pizza.
Karena bukan yang pertama kali, jadi smeuanya jadi lancar dan alhamdulillah hasilnya lumayan, memuasakan, rotinya enak, tidak lengket di gigi, pas banget. Resepnya saya nyontek dari KBB yang dulu2... dan saya pernah posting disini.
Resepnya ada disini, gampang kok, selamat mencoba ya.
Kebetulan di rumah juga pas tersedia kulit lumpia yang bisa diipakai, bebas sake, nyukaze/emulsifier. Biasanya saya beli di Bazaru. Jadilah lumpia rebung ala dapur safa, sederhana, sebagai variasi jajanan buat keluarga.
Lumpia Rebung ala dapur Safa
Bahan :
Kira2 300 gram Rebung yang sudah direndam dan dipotong seperti korek api dan kemudian sudah direbus 2 kali (ganti airnya, biar tidak ada bau bacin/biar tetap segar)
300 gram Daging ayam cincang (sudah diberi mrica dan bawang putih saat digiling)
Bawang putih, memarkan dan haluskan
Merica
1 biji Wortel potong menyerupai korek api
1 bungkus moyasi/kecambah
Garam dan gula secukupnya
Olive Oil untuk menumis
Bungkus lumpia jadi
Cara :
Panaskan minyak, tumis bawang putih, setelah harum masukkan ayam cincang, aduk hingga berubah warna.
Masukkan rebung, aduk rata hingga setengah matang/kriuk2 lebih enak
Masukkan wortel, aduk hingga setengah matang
Masukkan kecambah, merica, garam dan sedikit gula.
Aduk hingga rata dan masak (lebih enak kalau rebungnya masih terasa kriuk2, tetapi wortelnya sudah matang)
Matikan api, tunggu beberapa saat hingga hangat.

Ambil satu lembar bungkus lumpia yang sudah jadi, isi dengan rebung diatas, gulung rapi.
Lakukan hingga habis.
Panaskan minyak, goreng hingga kulitnya kecoklatan.
Angkat. Selipkan didalamnya daun bawang/negi.
Siap disajikan dengan sambel tomat cocol atau sambel tauco, akan lebih sedap.
Selamat menikmati
Kamis, April 29, 2010
Shabu-shabu
Bahan yang dipakai :
Daging sapi iris tipis, memanjang, sisihkan
jamur shitake, jamur Enoki
Hakusai/sawi putih
Bihun secukupnya
Tahu putih, potong persegi panjang
Daun bawang putih besar, potong serong
Lobak/daikon parut
Bawang putih 3 siung
merica
Kuahnya, air, bawang putih halus, soyu, kombu, gula, vinegar, lobak parut, campur jadi satu.
Tumis daging bersama bawang putih yang telah dihaluskan, hingga berubah warna, sisihkan.
Didihkan kuah, kemudian masukkan sayur / semua bahan satu-satu, kemudian masukkan daging, balik, tunggu hingga semuanya matang,
Siap untuk disantap.
Kamis, Maret 04, 2010
Dadar Jagung
Gorengan tradisional jaman mbah putriku... Dadar Jagung kesukaan beliau.
Nah kalau disini kepingin ya bisanya cuma manyun, kalau beli ya gak bisa... ya mau tidak mau harus bikin sendiri. Tentunya dengan bahan seadanya atau menyesuaikan....pake jagung beku... soalnya lagi gak musim jagung.... dan kalaupun lagi musim jagung mahal banget, sebiji harganya bisa kisaran 15 ribu rupiah.
Bahan yang diperlukan
Jagung pipil (saya pake beku), haluskan sedikit kasar...
Bawang putih, haluskan
Merica dan garam, haluskan
Telur
Daging ayam cacah (optional)
Tepung terigu 1 sendok makan
Minyak goreng
Campur semua bahan hingga tercampur rata
Panaskan minyak, setelah minyak panas, ambil sesendok adonan dan masukkan ke dalam minyak panas (dalam api sedang),
Jika sudah berubah warna segera balik dan tunggu hingga matang
Lakukan hingga adonan habis.
Gampang kan.... paling tidak sedikit mengobati kangen makanan bikinan ibuku
Tidak kusangka sebelumnya anak-anakku seneng banget, dan tak ayal dalam sekejab segera ludes. Lebih enak dimakan saat masih anget, dimakan bersama cabe hijau atau sambel saos.
Selamat menikmati
Jumat, Februari 19, 2010
Sayur Bunga Nano (Nano Hana)
Bahan yang dibutuhkan :
2 ikat bunga nano (kalau cuma seikat entar habis tak makan sendiri..ehehhe)
kira-kira 2 cm soga (jahe), potong tipis memanjang
Bawang bombai 1/2 , potong tipis (optional, bisa juga gak pakai tergantung selera)
Irigoma (bubuk wijen/wijen yang dihaluskan) secukupnya (lebih banyak lebih enak)
1 bungkus kecil katsuobushi (optional)
Rebus air hingga mendidih, masukkan nano hana yang sudha dipotong dan dicuci
Balik, setelah berubah warna segera tiriskan
Kalau sudah dingin sedikit di peras/dihilangkan airnya dengan tisu dapur, lalu sisihkan
Tumis jahe hingga wangi, masukkan bawang bombai
Masukkan nanohana yang sudah dikurangi kadar airnya
Aduk pelan, masukkan irigoma, aduk rata
Angkat dan tuang dalam wadah. Taburkan katsuobushi diatasnya
Siap disajikan bersama nasi hangat
Selasa, Februari 09, 2010
Bahan :
Cumi-cumi 3 ekor, bersihkan kulitnya, potong dan cuci hingga bersih
1 biji bawang bombai, iris kasar
5 siung bawang putih, iris tiis
4 cm soga/ jahe, buang kulitnya, iris tipis menyerupai batang korek api
1 buah tomat ukuran besar, iris tipis2, haluskan
Garam, merica, gula secukupnya
Cabe segar sesuai selera
Tumis soga hingga tercium aroma segar, masukkan bawang putih, tumis hingga harum
Masukkan cumi, aduk rata hingga berubah warna
Segera masukkan tomat, tambahkan sedikit air
Masukkan bawang bombai, garam, gula merica dan cabe
Aduk rata, setelah mendidih segera angkat dan sajikan
Gampang kan...
Semoga bermanfaat... alhamdulillah satu lagi koleksi hasil masakan saya terdokumentasikan











